Manusia Purba Sudah Kenal Tusuk Gigi 46 Ribu Tahun Lalu

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 05:46 WIB
Peneliti dari Universitas Wrocław, Polandia memeriksa dua gigi dari manusia prasejarah, hominid dan menemukan bekas tusuk gigi. Ilustrasi manusia purba. (MARCO BERTORELLO / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti dari Universitas Wrocław, Polandia memeriksa dua gigi dari manusia prasejarah, hominid (spesies manusia modern). Hasilnya menunjukkan adanya bekas tusukan pada rongga gigi yang ditemukan.

Sekelompok tim peneliti benda prasejarah yang dipimpin oleh Wioletta Nowaczewska dari Universitas Wrocław memeriksa konstruksi gigi hominid yang berusia 46.000 tahun (zaman Pleistosen).

Studi tersebut dilakukan oleh para ilmuwan gabungan dari Polandia, Italia, Inggris dan Jerman. Hasilnya diterbitkan dalam Journal of Human Evolution.


Bagian gigi atas dan gigi molar bawah ditemukan pada tahun 2010 pada penelitian di Gua Stajnia di Polandia. Gigi tersebut ditemukan dalam dua lapisan yang berisi artefak batu api dari tradisi Micoquian.

"Gigi-gigi ini, bersama dengan tiga gigi geraham permanen yang dikaitkan dengan Neanderthal, memperbanyak sampel spesimen fosil manusia di situs ini menjadi lima," ujar Nowaczewska.

Para peneliti menganalisis morfologi gigi dan DNA mitokondria yang diambil dari sampel temuan tersebut.

Para ilmuwan percaya bahwa dua gigi dari Gua Stajnia, Polandia adalah milik individu Neanderthal yang berusia lebih dari 30 tahun, dan yang lainnya milik pria yang sedikit lebih muda di usia dua puluhan.

Namun, peneliti tidak menemukan perubahan patologis yang mengindikasikan gangguan pertumbuhan email, hipoplasia, atau karies.

"Kami tidak menemukan perubahan patologis yang mengindikasikan gangguan pertumbuhan email, hipoplasia atau karies pada gigi," ujar para peneliti.

Untuk menentukan apakah gigi itu milik nenek moyang manusia (Homo sapiens) atau kerabat dekat sub sapiens (Homo neanderthalensis). Para ilmuwan menilai struktur mahkota gigi, ketebalan enamel, kontur permukaan dentin, dan mikrotrauma permukaan menggunakan analisis 2D dan 3D.

Hasilnya ketebalan enamel lebih tipis pada Neanderthal daripada Homo Sapiens. Maka disimpulkan, temuan gigi ini merupakan bagian dari Homo neanderthalensis, seperti dikutip polandin.

Pada bagian gigi geraham bawah menunjukkan tanda-tanda kerusakan parah yang diprediksi akibat dari memakan makanan yang keras.

"Tampaknya pemilik gigi menggunakan kebersihan mulut. Mungkin di antara dua gigi terakhir ada sisa makanan yang harus dihilangkan," ujarnya.

Namun para peneliti tidak tahu dari mana hominin membuat tusuk gigi. Diprediksi tusuk gigi itu berasal dari sepotong ranting, sepotong tulang ataupun dari duri ikan, seperti dikutip Sci News.

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK