Mengenal Cellebrite, Software Polisi yang Sedot Data Jumhur

CNN Indonesia | Rabu, 07/04/2021 08:48 WIB
Digital Forensic Indonesia menjelaskan Cellebrite merupakan perangkat lunak buatan Israel yang dipakai kepolisian menyedot data Jumhur Hidayat. Pentolan KAMI sekaligus terdakwa kasus ujaran kebencian Jumhur Hidayat dalam sidang pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/4). (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian dilaporkan menggunakan perangkat lunak bernama Cellebrite untuk mengekstraksi data dari gawai atau barang bukti sitaan terdakwa kasus ujaran kebencian UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jumhur Hidayat.

Cellebrite disebut dapat menelusuri rekam jejak aktivitas yang dilakukan di sebuah perangkat. Lalu penggunanya dapat mengambil data tersebut untuk proses analisa.

"Jadi Cellebrite itu hanya bisa menganalisa atau mengambil data dari handphone (HP), kalau HP-nya sudah dipegang oleh penyidik," ujar CEO Digital Forensic Indonesia Ruby Alamsyah kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (6/4).


Selain itu, Cellebrite juga dikatakan dapat memulihkan data yang telah dihapus. Namun kemampuan itu bisa terjadi asalkan data yang telah dihapus tidak tertumpuk data terbaru.

Ruby berkata Cellebrite merupakan sebuah software yang digunakan kepolisian untuk analisa forensik terhadap perangkat pintar, seperti ponsel, tablet dan gawai lainnya.

"Cellebrite itu adalah software mobile forensik. Apa itu itu? Software yang berfungsi untuk analisa forensik terhadap mobile device atau terhadap handphone tablet, atau gadget lainnya," ujarnya.

Di sisi lain Ruby mengatakan perangkat lunak ini berbeda dengan perangkat penyadap yang kerap digunakan buat kepentingan intelijen. Dia bilang Cellebrite dapat dibeli siapa saja, baik instansi pemerintahan maupun masyarakat umum.

"Software ini merupakan software umum dan komersial, siapa saja bisa beli baik itu swasta maupun instansi pemerintah. Kalau software penyadap atau intelijen mereka membatasi diri, enggak boleh dibeli oleh swasta," ujar Ruby.

Ruby pun menegaskan bahwa software ini hanya sekadar software forensik digital, bukan alat yang fungsinya melakukan penyadapan melalui jarak jauh.

"Jadi bukan software penyadap atau software intelijen. Ini cuma software forensik digital khusus untuk mobile device," ujarnya.

Sebelumnya, Mabes Polri dilaporkan menggunakan perangkat dan aplikasi buatan Israel, Cellebrite, untuk menyedot jejak digital Jumhur Hidayat. Hal ini terungkap dalam sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong dengan terdakwa Jumhur, Senin (5/4) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Cellebrite merupakan alat perangkat keras dan aplikasi perangkat lunak buatan perusahaan digital intelijen Israel. Alat ini bisa mengambil data-data dari perangkat elektronik, seperti gawai, komputer, tablet, kartu penyimpan data (memory card), sampai perangkat keras penyimpan data (hard disk).

(pjs/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK