Warga di Kawasan Rawan Bencana Akan Dapat Peringatan Via SMS
CNN Indonesia
Senin, 12 Apr 2021 10:58 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Warga yang ada di kawasan rawan bencana akan mendapat peringatan lewat SMS blast hasil kerjasama Badan Geologi Kemen-ESDM dan Kominfo (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Peringatan SMS blast ini merupakan hasil kerjasama Badan Geologi Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).
SMS Blast berfungsi sebagai integrasi antara sistem informasi bencana yang dimiliki oleh Badan Geologi khususnya Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ke sistem penyampaian informasi bencana yang dibangun Kominfo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SMS Blast ini sudah diuji coba sehari menjelang penandatanganan kerja sama ke telepon genggam masyarakat di KRB Geologi jika terjadi bencana sebagai peringatan dini.
Salah satu SMS Blast yang sudah diujicobakan ke masyarakat yaitu saat terjadinya erupsi Gunung Sinabung pada 10 April 2021 lalu.
"Mengingat kondisi geografi Indonesia, di mana lokasi rawan bencana tersebar dan sebagian masih belum terjangkau oleh jaringan telekomunikasi yang memadai, maka masih terdapat kendala dalam penyebaran informasi. Program penyebarluasan informasi kebencanaan melalui penyelenggara telekomunikasi dan lembaga penyiaran di Kawasan Rawan Bencana adalah salah satu solusi untuk permasalahan tersebut," kata Kepala Badan Geologi Eko Budi dalam keterangannya, Senin (12/4).
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan antara Badan Geologi dengan Kominfo melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika di Kantor Badan Geologi, Kota Bandung, pada Senin (12/4).
Eko mengutarakan komitmennya terhadap kualitas penyebaran informasi bencana geologi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan melalui beragam kanal, baik itu aplikasi Magma Indonesia, PVMBG TV, media sosial dan yang terbaru berupa pesan pendek atau SMS.
"Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia, dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penyelenggaraan negara demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik," ujarnya.
Kerja sama ini mendorong kedua belah pihak menyediakan data dan informasi kebencanaan di KRB Geologi, meliputi tingkat aktivitas dan erupsi gunung api, rekomendasi kejadian gerakan tanah, serta rekomendasi kejadian gempa bumi dan tsunami.
Hal yang tak kalah penting, perjanjian ini juga melingkupi pendampingan dan pengembangan sumber daya manusia terkait pemanfaatan perangkat penyebarluasan informasi kebencanaan.
Kepala PVMBG Andiani menyebutkan, PVMBG sebelumnya berhasil mengembangkan sistem informasi kebencanaan geologi berbasis internet yaitu MAGMA Indonesia. Sistem ini dapat diakses melalui website maupun aplikasi Android di mana isinya meliputi aneka informasi kebencanaan geologi termasuk gunungapi, gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami.
"Kami menyadari bahwa tidak ada inovasi yang sempurna. Satu hal yang menjadi catatan kami adalah bahwa MAGMA Indonesia yang memerlukan koneksi internet tidak selalu dapat diakses dengan mudah di kawasan rawan bencana," ujar Andiani.
Berangkat dari hal tersebut, inovasi baru dikembangkan melalui kerja sama di antara Kementerian ESDM dan Kominfo yaitu sistem notifikasi bahaya geologi melalui SMS secara massal bagi masyarakat yang berada di KRB atau singkatnya disebut SMS Blast.
"Notifikasi ini merupakan salah satu upaya kami dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal di daerah kawasan rawan bencana sekaligus penguatan kapasitas masyarakat untuk selalu siap siaga dalam menghadapi potensi bencana," ujar Andiani.
Dalam melakukan pengembangan notifikasi informasi kebencanaan geologi ini, PVMBG dan Kominfo telah melakukan beberapa kali koordinasi dan uji coba untuk memastikan sistem notifikasi berjalan lancar. Sebetulnya inisiatif pengembangan sistem ini telah dimulai beberapa tahun lalu.
Terkait informasi apa saja yang dibutuhkan oleh Kominfo dan informasi apa saja yang dapat diberikan oleh PVMBG meliputi dua hal.
Pertama, informasi kebencanaan yang memenuhi kategori darurat atau dapat membahayakan keselamatan masyarakat, termasuk penentuan karakteristik dan jangkauan bahayanya yang meliputi kejadian erupsi gunung api, gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami.
Kedua, informasi peningkatan aktivitas gunung api, diutamakan pada peningkatan status tingkat aktivitas ke Level III (Siaga) dan Level IV (Awas). Namun dalam kondisi peningkatan ke Level II (Waspada) masih dimungkinkan jika memang ancaman bahayanya dirasakan signifikan.
Terkait pelaksanaan kerja sama ini, notifikasi erupsi gunungapi akan diimplementasikan di tahap yang pertama. Setelah itu, informasi lain seperti peningkatan status tingkat aktivitas gunungapi, rekomendasi bahaya gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami akan menyusul kemudian.
"Kami berharap agar pelaksanaan kerja sama ini dapat berlangsung baik kedepannya dan dapat berkontribusi secara signifikan dalam upaya kita bersama melakukan mitigasi bencana geologi," kata Andiani.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo Ahmad M. Ramli mengatakan, momen peluncuran SMS Blast ini sangat tepat untuk segera diimplementasikan, mengingat saat ini beberapa gunung api menunjukkan aktivitasnya.
Menurutnya, koordinasi telah dilakukan Kominfo sejak Desember 2020 dan saat ini secara Teknis telah terhubung dengan Sistem SMS Operator Seluler di antaranya Telkomsel, Indosat, XL dan Hutchison 3.
Selain menyampaikan Informasi Bencana melalui SMS Blast, Ahmad menyatakan perlu pengembangan metode penyampaian informasi lain seperti melalui Penyiaran Televisi.
"Berdasarkan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja telah ditargetkan ASO (Analig Switched Off) Migrasi Sistem Penyiaran Televisi Analog ke Digital selambatnya November 2022. Dengan Sistem TV Analog, Gambar TV akan terlihat lebih jernih dan akan menghemat pita frekuensi yang dapat digunakan untuk keperluan lain seperti frekuensi khusus kebencanaan," ujarnya.
Peringatan SMS blast ini merupakan hasil kerjasama Badan Geologi Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).
SMS Blast berfungsi sebagai integrasi antara sistem informasi bencana yang dimiliki oleh Badan Geologi khususnya Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ke sistem penyampaian informasi bencana yang dibangun Kominfo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SMS Blast ini sudah diuji coba sehari menjelang penandatanganan kerja sama ke telepon genggam masyarakat di KRB Geologi jika terjadi bencana sebagai peringatan dini.
Salah satu SMS Blast yang sudah diujicobakan ke masyarakat yaitu saat terjadinya erupsi Gunung Sinabung pada 10 April 2021 lalu.
"Mengingat kondisi geografi Indonesia, di mana lokasi rawan bencana tersebar dan sebagian masih belum terjangkau oleh jaringan telekomunikasi yang memadai, maka masih terdapat kendala dalam penyebaran informasi. Program penyebarluasan informasi kebencanaan melalui penyelenggara telekomunikasi dan lembaga penyiaran di Kawasan Rawan Bencana adalah salah satu solusi untuk permasalahan tersebut," kata Kepala Badan Geologi Eko Budi dalam keterangannya, Senin (12/4).
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan antara Badan Geologi dengan Kominfo melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika di Kantor Badan Geologi, Kota Bandung, pada Senin (12/4).
Eko mengutarakan komitmennya terhadap kualitas penyebaran informasi bencana geologi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan melalui beragam kanal, baik itu aplikasi Magma Indonesia, PVMBG TV, media sosial dan yang terbaru berupa pesan pendek atau SMS.
"Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia, dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penyelenggaraan negara demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik," ujarnya.
Kerja sama ini mendorong kedua belah pihak menyediakan data dan informasi kebencanaan di KRB Geologi, meliputi tingkat aktivitas dan erupsi gunung api, rekomendasi kejadian gerakan tanah, serta rekomendasi kejadian gempa bumi dan tsunami.
Hal yang tak kalah penting, perjanjian ini juga melingkupi pendampingan dan pengembangan sumber daya manusia terkait pemanfaatan perangkat penyebarluasan informasi kebencanaan.
Kepala PVMBG Andiani menyebutkan, PVMBG sebelumnya berhasil mengembangkan sistem informasi kebencanaan geologi berbasis internet yaitu MAGMA Indonesia. Sistem ini dapat diakses melalui website maupun aplikasi Android di mana isinya meliputi aneka informasi kebencanaan geologi termasuk gunungapi, gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami.
"Kami menyadari bahwa tidak ada inovasi yang sempurna. Satu hal yang menjadi catatan kami adalah bahwa MAGMA Indonesia yang memerlukan koneksi internet tidak selalu dapat diakses dengan mudah di kawasan rawan bencana," ujar Andiani.
Berangkat dari hal tersebut, inovasi baru dikembangkan melalui kerja sama di antara Kementerian ESDM dan Kominfo yaitu sistem notifikasi bahaya geologi melalui SMS secara massal bagi masyarakat yang berada di KRB atau singkatnya disebut SMS Blast.
"Notifikasi ini merupakan salah satu upaya kami dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang tinggal di daerah kawasan rawan bencana sekaligus penguatan kapasitas masyarakat untuk selalu siap siaga dalam menghadapi potensi bencana," ujar Andiani.
Dalam melakukan pengembangan notifikasi informasi kebencanaan geologi ini, PVMBG dan Kominfo telah melakukan beberapa kali koordinasi dan uji coba untuk memastikan sistem notifikasi berjalan lancar. Sebetulnya inisiatif pengembangan sistem ini telah dimulai beberapa tahun lalu.
Jenis Bencana yang Disampaikan Lewat SMS Blast
Warga yang ada di kawasan rawan bencana akan mendapat peringatan lewat SMS blast hasil kerjasama Badan Geologi Kemen-ESDM dan Kominfo (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Terkait informasi apa saja yang dibutuhkan oleh Kominfo dan informasi apa saja yang dapat diberikan oleh PVMBG meliputi dua hal.
Pertama, informasi kebencanaan yang memenuhi kategori darurat atau dapat membahayakan keselamatan masyarakat, termasuk penentuan karakteristik dan jangkauan bahayanya yang meliputi kejadian erupsi gunung api, gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami.
Kedua, informasi peningkatan aktivitas gunung api, diutamakan pada peningkatan status tingkat aktivitas ke Level III (Siaga) dan Level IV (Awas). Namun dalam kondisi peningkatan ke Level II (Waspada) masih dimungkinkan jika memang ancaman bahayanya dirasakan signifikan.
Terkait pelaksanaan kerja sama ini, notifikasi erupsi gunungapi akan diimplementasikan di tahap yang pertama. Setelah itu, informasi lain seperti peningkatan status tingkat aktivitas gunungapi, rekomendasi bahaya gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami akan menyusul kemudian.
"Kami berharap agar pelaksanaan kerja sama ini dapat berlangsung baik kedepannya dan dapat berkontribusi secara signifikan dalam upaya kita bersama melakukan mitigasi bencana geologi," kata Andiani.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo Ahmad M. Ramli mengatakan, momen peluncuran SMS Blast ini sangat tepat untuk segera diimplementasikan, mengingat saat ini beberapa gunung api menunjukkan aktivitasnya.
Menurutnya, koordinasi telah dilakukan Kominfo sejak Desember 2020 dan saat ini secara Teknis telah terhubung dengan Sistem SMS Operator Seluler di antaranya Telkomsel, Indosat, XL dan Hutchison 3.
Selain menyampaikan Informasi Bencana melalui SMS Blast, Ahmad menyatakan perlu pengembangan metode penyampaian informasi lain seperti melalui Penyiaran Televisi.
"Berdasarkan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja telah ditargetkan ASO (Analig Switched Off) Migrasi Sistem Penyiaran Televisi Analog ke Digital selambatnya November 2022. Dengan Sistem TV Analog, Gambar TV akan terlihat lebih jernih dan akan menghemat pita frekuensi yang dapat digunakan untuk keperluan lain seperti frekuensi khusus kebencanaan," ujarnya.