Gempa Ternate Disebabkan Aktivitas Sesar Lokal

CNN Indonesia | Minggu, 21/03/2021 08:08 WIB
PVMBG menyebut gempa bumi di Kota Ternate, Maluku Utara diperkirakan terjadi akibat aktivitas sesar lokal aktif di sekitar lokasi pusat gempa. Ilustrasi. PVMBG menyebut gempa bumi di Kota Ternate, Maluku Utara diperkirakan terjadi akibat aktivitas sesar lokal aktif di sekitar lokasi pusat gempa. (Istockphoto/Petrovich9)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi KESDM menyatakan, gempa bumi di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara diperkirakan terjadi akibat aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa.

Gempa bumi tersebut terjadi pada Sabtu (20/3) pukul 22.02 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 126,93° BT dan 1,02° LU, dengan magnitudo (M) 5,3 pada kedalaman 11 km, berjarak sekitar 54 km barat laut Kota Ternate.

"Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan oleh aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi. Hingga kini keberadaan sesar aktif ini belum diketahui dengan baik karakteristiknya," kata Kepala PVMBG Andiani, dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/3).


Adapun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut dan guncangan gempa bumi melanda daerah Kota Ternate dan sekitarnya. Wilayah tersebut secara umum disusun oleh endapan Kuarter berupa endapan pantai, aluvial/ sungai, dan batuan rombakan gunung api muda. Sebagian batuan rombakan gunung api muda tersebut telah mengalami pelapukan.

Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated), dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.

Hingga informasi ini dibuat, belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut informasi dari BMKG guncangan gempa bumi terasa di wilayah Kota Ternate pada skala III-IV MMI (Modified Mercally Intensity).

"Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami," kata Andiani.

PVMBG meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

"Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang kekuatannya lebih kecil," ujar Andiani.

(hyg/asr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK