Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia dikabarkan hendak membangun mega proyek Kawasan Ekonomi Khusus(KEK) yakni Bukit Algoritma di Cikidang dan Cibadak Sukabumi, Jawa Barat. Beberapa wacana lokasi sempat diungkap dalam pembangunan Silicon Valley ala RI itu.
Sederet perencanaan pembangunan Silicon Valley sempat diumbar sejumlah pejabat di Indonesia di berbagai kota. Namun hingga kini belum diketahui kejelasan kelanjutan wilayah-wilayah yang digadang-gadang sebagai Silicon Valley ala Indonesia itu.
Sebut saja kota-kota seperti Bandung, Yogyakarta, Malang, hingga Papua sudah disebut-sebut bakal punya kawasan yang akan jadi Silicon Valley. Terbaru, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Cibadan dan Cikidang Sukabumi digadang-gadang bakal disulap jadi Silicon Valley berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Silicon Valley Bandung ala Ridwan Kamil
Pada tahun 2015 lalu Wali Kota Bandung yang saat itu dijabat oleh Ridwan Kamil telah menyiapkan 800 hektar lahan yang letaknya berada di Bandung Timur, tepatnya di Gedebage.
Proyek nasional yang dinamai Bandung Teknopolis ini, direncanakan oleh Ridwan akan dilakukan ground breaking pada bulan April 2015. Ia mengaku tidak akan melauncing proyek ini sebelum Presiden Jokowi memberi lampu hijau.
Dia mempunyai ide agar perusahaan internet seperti Kaskus, Facebook, Twitter bertemu dgn investor-investor yang memang kantornya di kawasan Bandung Teknopolis tersebut.
Kawasan Teknopolis akan dijadikan sebagai zona ekonomi spesial. Dengan zona ekonomi spesial ini, Teknopolis akan bisa mengatur dirinya sendiri, untuk memisahkan diri dari izin atau proses sejenis yang ada dalam peraturan di Kota Bandung.
Namun hingga kini belum ada kejelasan dalam pembangunan tersebut.
Silicon Valley ala Triawan Munaf
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berencana membangun pusat ekonomi kreatif sejenis Silicon Valley di Amerika Serikat (AS) yang akan dinamakan Bekraf Creative District (BCD).
Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan lokasi pusat ekonomi kreatif itu tak akan jauh dari Jakarta. Namun, ia enggan menyebut wilayah yang telah ditetapkan sebagai pusat ekonomi kreatif. Kabar itu diutarakan ke publik pada tahun 2019 saat ia masih menjabat sebagai kepala Bekraf.
Ia menyebut masyarakat bisa menempuh wilayah itu kurang lebih satu jam dari Jakarta. Dalam hal ini, Bekraf akan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam membangun pusat ekonomi kreatif.
Triawan menyebut sudah menyiapkan aha 5 ribu hektare yang terpisah-pisah. Ia membagi lahan itu untuk enam sektor, seperti fesyen, kriya, film, musik, dan gim (games). Triawan belum bisa memastikan berapa luas lahan yang akan diberikan untuk masing-masing sektor karena pengkajiannya dianggap belum rampung 100 persen.
Silicon Valley di BSD, Banten
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyebut kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) di Tangerang, Banten berpotensi menjadi klaster pusat teknologi seperti Silicon Valley di Amerika Serikat.
Pernyataan itu diutarakan saat ia menjadi pembicara dalam acara Graduation Apple Developer Academy yang pertama di Bumi Serpong Damai, Tangerang. Hal itu diungkap lantaran Apple Inc telah mendirikan Apple Developer Academy berada di Green Office Park 9, kawasan BSD, Tangerang Selatan.
Dikutip CNBC saat ini ada tiga lembah silikon di dunia, yaitu, Bay Area atau Silicon Valley di Amerika Serikat, kedua adalah Beijing, China dan ketiga adalah Bangalore, India.
Ia tak menampik daerah lain di indonesia berpotensi menjadi menjadi Silicon Valley, seperti di Bali.
Dengan kehadiran perusahaan raksasa teknologi seperti pendirian akademi Apple Inc di BSD, Rudiantara menilai bisa membuka jalan bagi perusahan teknologi di dunia untuk juga berinvestasi di Indonesia.
Silicon Valley di Yogyakarta
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan telah menyiapkan dua kawasan industri di Piyungan, Kabupaten Bantul dan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo menyerupai 'Silicon Valley di AS.
Hal itu diungkap oleh Asisten Bidan Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo pada Februari 2018. Ia mengatakan dua kawasan industri itu disiapkan untuk mengiplementasikan program kemudahan langsung investasi atau KLIK.
Dikutip Antara, Budi menuturkan kawasan industri itu akan menjadi pusat industri kreatif seperti fesyen, kuliner, kerajinan, animasi dan gim dan bukan untuk manufaktur besar.
Budi mengatakan nantinya ada dua wilayah yang dijadikan kawasan industri yakni di Bantul maupun Kulon Progo. Di Piyungan, Yogyakarta lahan disiapkan memiliki luas 335 hektare, sedangkan di sentolo memiliki luas 50 Hektare.
Silicon Valley di Papua Hingga Ibukota Baru
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Silicon Valley di Papua
Pada Oktober 2019 lalu Presiden Joko Widodo meluncurkan pusat pengembangan kreativitas dan pengembangan bisnis startup di kalangan anak muda Papua, yang dinamakan dengan: Papuan Youth Creative Hub, di Jayapura.
Di atas lahan tersebut, akan dibangun sebuah pusat pengembangan kreativitas, bisnis, bakat dan inovasi seluas 6.000 m2 yang terdiri dari ruangan-ruangan untuk belajar tentang bisnis, teknologi internet, dan pemrograman dan dasar-dasar pengembangan startup.
Ada pula asrama untuk menampung sekitar 100 pemuda dan pemudi yang akan mengikuti program belajar bisnis selama 1-2 bulan.
Di tempat itu akan ada pelatihan pengembangan diri untuk melengkapi keahlian berbisnis, seperti komunikasi, kepemimpinan dan dasar-dasar manajemen.
Pusat pengembangan itu akan dijalankan oleh 21 pemuda-pemudi asli Papua dari tujuh wilayah adat, yang memiliki usaha, ataupun kegiatan sosial di bawah naungan PT Papua Muda Inspiratif.
Rencana Silicon Valley di Ibu Kota Baru
Presiden Joko Widodo menginginkan Ibu Kota baru di Kalimantan Timur dibangun pusat inovasi, riset, dan teknologi kelas dunia seperti di Silicon Valley, Amerika Serikat (AS).
Rencananya akan dibangun sebuah klaster yang menjadi sebuah pusat inovasi bergengsi di kalangan masyarakat di antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.
Dikutip CNBC, selain kluster untuk riset dan teknologi, nantinya juga akan dibangung kluster lain seperti klaster pemerintahan, klaster pendidikan, dan kluster kesehatan.
Rencana Silicon Valley di Malang
Rencana pembangunan Silicon Valley juga pernah diutarakan pada awal tahun ini oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dilaporkan tengah membangun kawasan mirip Silicon Valley.
Khofifah menuturkan saat ini ada private sector di Jatim yang tengah membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di Kabupaten Malang. Ia berharap nantinya KEK Singhasari mampu menjadi katalis pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia melalui pendekatan integrated digital ecosystem (ekosistem digital yang terintegrasi).
Menurut Khofifah KEK Singhasari adalah KEK pertama di Indonesia yang mengintegrasikan potensi wisata budaya, ekonomi digital dan ekonomi kreatif.
Dikutip Detik.com, Techno Par itu nantinya akan menjadi inkubator bagi pelaku UMKM dan masyarakat untu memasarkan produknya melalui start up, sehingga bisa bersaing di era industri 4.0.
Rencana Silicon Valley di Sukabumi
Pemerintah melalui perusahaan BUMN dilaporkan akan menggarrap mega proyek Bukit Algoritma di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat. Nantinya kawasan ini akan digunakan untuk pengembangan riset dan sumber daya manusia yang berbasis 4.0.
Harapannya, kawasan ini juga bisa meningkatkan pembangunan infrastruktur di dalam negeri secara berkelanjutan. Rencananya, kawasan ini akan dibangun dengan nilai investasi mencapai 1 miliar euro Eropa atau setara hampir Rp18 triliun dalam tiga tahun.
Politisi PDI Perjuangan sekaligus pendiri Gerakan Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko menatakan proyek itu akan berdiri di lahan seluas 888 hektar. Ia memastikan dana itu tidak berasal dari APBN, tapi investor baik dalam maupun luar negeri.
Menurut Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo, sejauh ini belum ada usulan mengenai pembentukan KEK Bukit Algoritma.