Rumah Tertua di Dunia Usia 2 Juta Tahun Ditemukan di Afrika

CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 08:48 WIB
Arkeolog telah mengidentifikasi Gua Wonderwerk di Gurun Kalahari Afrika Selatan sebagai rumah tertua di dunia. Ilustrasi Gua rumah tertua di dunia. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arkeolog telah mengidentifikasi Gua Wonderwerk di Gurun Kalahari Afrika Selatan sebagai rumah tertua di dunia. Bukti baru mengkonfirmasi teori bahwa manusia purba sudah menempati tempat tersebut 2 juta tahun yang lalu.

Peneliti dari Universitas Toronto dan Universitas Ibrani menguji sedimen untuk mengetahui usia gua tersebut. Hasil pengujian telah diterbitkan di Quaternary Science Reviews.

"Kami sekarang dapat mengatakan dengan yakin bahwa nenek moyang manusia kami membuat perkakas batu Oldowan sederhana di dalam Gua Wonderwerk 1,8 juta tahun yang lalu," kata penulis utama Ron Shaar, melansir Artnet.


Wonderwerk dinilai sebagai 'situs kunci untuk Zaman Batu Awal'. Namun, para arkeolog tidak pernah menemukan sisa-sisa manusia di sana. Sebaliknya, penanggalan diperoleh dengan menyelidiki berbagai lapisan batuan, yang juga dikenal sebagai urutan sedimen bertingkat.

Gua tersebut berisi jejak sedimen basal, yang dihasilkan oleh gletser yang menyusut yang bergesekan dengan batuan dasar. Dengan menggunakan magnetostratigrafi, cabang stratigrafi yang mendeteksi variasi sifat magnet batuan, para peneliti menentukan tahun 178 sampel dari gua.

Melansir Eurek Alert, magnetisasi terjadi ketika partikel tanah liat yang masuk ke dalam gua dari luar, menetap di lantai gua prasejarah, sehingga menjaga arah medan magnet bumi saat itu.

"Analisis laboratorium kami menunjukkan bahwa beberapa sampel dimagnetisasi ke selatan, bukan ke utara, yang merupakan arah medan magnet hari ini," ujar Shaar.

Ari Matmon, Direktur Institut Ilmu Bumi Universitas Ibrani mengandalkan metode penanggalan sekunder untuk lebih mengonfirmasi kapan 'manusia' paling awal mungkin telah menempati situs tersebut.

"Partikel kuarsa di pasir memiliki jam geologis bawaan yang mulai berdetak saat mereka memasuki gua. Di lab, kami dapat mengukur konsentrasi isotop spesifik dalam partikel tersebut dan menyimpulkan berapa lama waktu yang telah berlalu sejak butiran pasir tersebut. masuk ke dalam goa," ujar Matmon.

Penanggalan aktivitas manusia prasejarah di Gua Wonderwerk memiliki implikasi yang luas.

Co-direktur proyek Gua Wonderwerk, Michael Chazan dari Universitas Toronto dan Liora Kolska Horwitz dari Koleksi Sejarah Alam Nasional Universitas Ibrani menjelaskan bahwa temuan di Wonderwerk merupakan langkah penting untuk memahami tempo evolusi manusia di seluruh dunia.

"Dengan skala waktu yang ditetapkan untuk Gua Wonderwerk, kita dapat terus mempelajari hubungan antara evolusi manusia dan perubahan iklim, dan evolusi cara hidup nenek moyang manusia purba kita," ujar Chazan.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK