Mengenal Bahaya Racun Ikan Evil Eye di Afsel, Sianida Kalah

CNN Indonesia | Rabu, 31/03/2021 06:36 WIB
Ratusan ikan buntal bermata jahat (evil-eyed) terdampar di pantai Afrika Selatan. Ilustrasi racun sianida. (Pixabay.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan ikan buntal bermata jahat (evil-eyed) terdampar di pantai Afrika Selatan. Ikan tersebut diklaim memiliki racun lebih mematikan dari sianida.

Temuan itu diungkap oleh warga Inggris Tess Gridley yang tengah berjalan bersama keluarganya di Pantai Muizenberg, Cape Town, Afrika Selatan. Ia mengklaim menemukan ratusan ikan buntal terdampar di pesisir laut tersebut.

Kini otoritas setempat tengah mengidentifikasi penyebab terdamparnya ikan buntal itu di pesisir pantai, dan memperingatkan penduduk setempat untuk menjauh dari lokasi tersebut. Gridley merupakan seorang ilmuwan yang pindah ke Afrika sejak tahun 2009. Ia memperkirakan ikan yang terdampar berjumlah ratusan ekor.


"Pantai ini berjarak 200 meter dari rumah kami dan kami sedang berjalan-jalan bersama keluarga," katanya.

Namun ia mengatakan tidak tahu persis berapa banyak jumlah ikan evil eye yang terdampar di sana.

"Saya tidak bisa mengatakan berapa banyak yang ada di sana karena saya hanya melihat di area kecil bersama anak-anak dan anjing saya, dan bersiap untuk kerja lapangan jadi itu adalah kunjungan singkat," ujarnya seperti dikutip Mirror.

"Tetapi jika Anda menghitungnya, itu [evil eyes] akan berjumlah ratusan ekor," tambah Gridley.

Departemen Lingkungan, Kehutanan, dan Perikanan Afrika Selatan mengatakan spesies itu membawa racun saraf pembunuh yang disebut tetrodotoxin. Tetrodotoxin merupakan jenis racun yang lebih mematikan daripada sianida dan menyebabkan kematian akibat gagal napas, setelah racun itu melumpuhkan diafragma.

"Ikan yang mati di False Bay secara tiba-tiba adalah ikan buntal evil eye dengan jumlah 300 sampai 400 ikan per kilometer pantai," ujar perwakilan departemen itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan ikan mati ini semuanya membawa neurotoxin tetrodotoxin yang mematikan dan tidak boleh dimakan. Kematian akan terjadi karena serangan jantung usai memakannya.

Departemen tersebut mengimbau untuk tidak membawa hewan peliharaan ke pesisir pantai itu. Jika hewan memakan bangkai ikan tersebut, maka segeralah muntahkan dan lekas bawa ke dokter hewan.

Berdasarkan informasi dari organisasi lokal Africa Oceans Conservation Alliance, seekor anjing telah terbunuh usai ditemukannya ratusan ikan buntal mata jahat terdampar di pantai.

Sementara itu penyebab kematian anjing itu masih menjadi pertanyaan. Sebelumnya ratusan ikan terdampar diduga imbas dari aktivitas mekarnya tumbuhan ganggang yang mengubah warna air, dan menghasilkan racun alami.

Kemungkinan lain adalah ikan tersebut terhempas ke pantai setelah membusungkan diri saat kawin massal, atau bentuk respons terhadap gelombang besar. Dikutip dailymail, otoritas setempat mencatat tidak ada laporan terkait buruknya kondisi perairan di sekitar Pantai Muizenberg itu.

(can/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK