Mengenal Selempang Galaksi Bima Sakti Bisa Dilihat saat Sahur

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 20:14 WIB
Selempang Galaksi Bima Sakti pertama kali diberikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno pada tahun 1960an. Ilustrasi Selempang Galaksi Bima Sakti. (Foto: ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto menjelaskan fenomena antariksa Selempang Galaksi Bima Sakti yang dapat disaksikan dari April hingga Agustus 2021.

Fenomena Selempang Galaksi Bima Sakti atau biasa disebut dalam bahasa internasional sebagai Milky Way, merupakan penampakan langit yang menyerupai piringan yang sekelilingnya nampak lebih banyak bintang.

"Galaksi Bima Sakti itu bentuknya seperti piringan, sehingga kalau kita berada di piringan dan kita melihat sekeliling kita maka akan tampak lebih banyak bintang yang berada pada piringan tersebut," ujar Rhorom kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (5/4).


Lebih lanjut ia menjelaskan jika melihat ke arah langit pada malam di waktu tertentu, maka dapat terlihat seperti jalur di langit yang dihuni oleh banyak bintang.

Jika dilihat dari daerah yang jauh dari perkotaan dan minim polusi udara dan cahaya, maka kata dia, dapat terlihat banyak gugusan bintang pada jalur tersebut.

Namun jika dilihat menggunakan mata telanjang akan tampak seperti kabut atau awan di langit. Meski begitu, awan tersebut berbeda dengan awan yang muncul di langit pada siang hari.

Rhorom menjelaskan jika awan di siang hari akan bergerak apabila tertiup oleh angin, sebaliknya penampakan Selempang Galaksi Bima Sakti yang menyerupai awan ini akan tetap terlihat meski ada hembusan angin.

"Seperti awan tapi berbeda dengan awan biasa yang jika tertiup angin akan bergerak, tetapi Bima Sakti itu akan ajek (tetap/tidak berubah) di langit," ujar dia.

Waktu tepat melihat Selempang Galaksi Bima Sakti

Rhorom menjelaskan fenomena Selempang Galaksi Bima Sakti dapat dinikmati menjelang musim panas hingga puncak musim panas. Ia mengatakan fenomena ini akan lebih jelas pada bulan Juni hingga Agustus.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika masyarakat ingin menikmati pemandangan dari fenomena itu, ia menyarankan untuk melihat pada pukul 20.00 hingga 03.00 waktu setempat ke arah rasi sagitarius dan scorpio.

"Masyarakat akan saksikan bagaimana pergerakan pusat Galaksi Bima Sakti dari hari ke hari," ujar dia.

Meski demikian, kata dia masyarakat dapat menikmati suguhan fenomena Selempang Galaksi Bima Sakti dari bulan April hingga Agustus 2021.

Ia menjelaskan, penamaan Selempang Galaksi Bima Sakti pertama kali diberikan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno pada tahun 1960an.

Pada saat itu, kata Rhorom, Presiden Soekarno ditunjukkan pusat galaxy bima sakti melalui teleskop. Dalam penamaan internasional disebut sebagai Milky Way atau Via Lactea maka dengan semangat nasionalisme Soekarno menamakan fenomena itu dengan nama Galaksi Bima Sakti.

Diberikannya nama Bima Sakti, menurut Rhorom karena Presiden Soekarno melihat bagian yang sekilas tampak seperti wayang bima sakti. Maka diubahlah menjadi Galaksi Bima Sakti.

"Maka dari itu dengan semangat nasionalisme daripada kita menyebut Milky Way atau Via Lactea maka kita sebut saja sebagai Bima Sakti di tahun 1960-an," tutup Rhorom.

(mik/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK