Astronom Temukan Tempat Teraman Tinggal di Bima Sakti

CNN Indonesia | Senin, 05/04/2021 06:46 WIB
Para astronom menilai daerah yang lebih ramah untuk hidup merupakan daerah yang tidak sering terjadi ledakan. Ilustrasi Bima Sakti. (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim astronom Italia mengklaim telah menemukan tempat teraman untuk tinggal di Bima Sakti. Penemuan itu diperoleh setelah mempelajari lokasi ledakan kosmik kuat yang mungkin telah membunuh kehidupan.

Seperti ledakan supernova dan sinar gamma, ledakan kosmik memuntahkan partikel berenergi tinggi, serta radiasi yang dapat merusak DNA dan membunuh kehidupan. Dengan logika itu, para astronom menilai daerah yang lebih ramah untuk hidup merupakan daerah yang tidak sering terjadi ledakan.

"Ledakan kosmik yang kuat tidak dapat diabaikan untuk keberadaan kehidupan di galaksi kita sepanjang sejarah kosmiknya. Peristiwa ini telah memainkan peran dalam membahayakan kehidupan di sebagian besar Bima Sakti," kata penulis utama studi dari Universitas Insubria, Riccardo Spinelli, mengutip Live Science.


Selain menemukan titik api paling mematikan, para astronom juga mengidentifikasi tempat teraman sepanjang sejarah galaksi yang diprediksi telah ada sejak 11 miliar tahun yang lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa Bumi, tempat manusia tinggal saat ini berada di tepi galaksi.

Di masa muda Bima Sakti, tepi galaksi adalah hal yang sebaliknya.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy and Astrophysics, banyak faktor yang membuat planet bisa dihuni. Misalnya, planet harus berada di zona Goldilocks, di mana panas dan aktivitas dari bintang induknya tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Selain kondisi lokal itu, kehidupan juga harus memerangi radiasi berbahaya yang datang dari ruang antarbintang. Peristiwa kosmik yang dahsyat, seperti supernova dan semburan sinar gamma, juga mengalirkan partikel berenergi tinggi yang berbahaya dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya.

Tidak hanya dapat membunuh semua makhluk hidup, tetapi partikel-partikel fenomena itu juga dapat melucuti seluruh atmosfer planet. Setelah kejadian seperti itu, para ilmuwan percaya bahwa planet yang mengorbit sistem bintang di dekatnya akan terhapus dari kehidupan.

"Untuk planet yang sangat dekat dengan ledakan bintang, masuk akal bahwa ada sterilisasi lengkap. Di tempat yang jauh itu, kepunahan massal lebih mungkin terjadi," kata Spinelli.

Ledakan Sinar Gamma dan Kepunahan Massal

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK