Deretan Roket Selain Milik China yang Jatuh Liar ke Bumi

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 12:12 WIB
Puing-puing roket China diperkirakan akan segera menabrak Bumi. Insiden itu ternyata bukan yang pertama kali terjadi. Ilustrasi roket China. (AP/Yang Guanyu)
Jakarta, CNN Indonesia --

Puing-puing roket China diperkirakan akan segera menabrak Bumi. Insiden roket jatuh itu ternyata bukan yang pertama kali terjadi.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat melaporkan roket Long March 5B China diperkirakan akan memasuki atmosfer Bumi sekitar tanggal 8 Mei 2021. Komando Luar Angkasa AS sedang melacak lintasan roket tersebut.

Melansir CNN, puing-puing luar angkasa milik China telah menabrak Bumi dalam sejumlah kesempatan. Tahun lalu misalnya, tahap inti roket Long March-5B seberat hampir 20 ton jatuh ke bumi setelah meluncurkan prototipe pesawat ruang angkasa tak berawak ke orbit dari Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang, Hainan, China.


Puing-puing roket itu sempat terdeteksi melintas di atas Los Angeles dan Central Park di New York City sebelum mendarat di Samudra Atlantik.

Puing-puing milik China itu merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah. Sebelumnya juga ada puing-puing roket Skylab pada tahun 1979 dan 1975, serta roket Salyut 7 pada tahun 1991. Pesawat ulang-alik Columbia tidak terkendali saat turun kembali ke Bumi pada tahun 2003.

Astrofisikawan Pusat Astrofisika Universitas Harvard, Jonathan McDowell mengatakan puing-puing yang jatuh ke Bumi, meski menakutkan, umumnya hanya menimbulkan sedikit ancaman bagi keselamatan manusia.

Berdasarkan penelitian, di luar angkasa terdapat lebih dari 9.000 ton sampah antariksa, setara dengan berat 720 bus sekolah. Sampah antariksa terdiri dari pendorong roket bekas, satelit mati, hingga detritus dari demonstrasi rudal anti-satelit militer.

Sampah tersebut sangat terkonsentrasi di area orbit yang paling dekat dengan permukaan Bumi. Meskipun tidak menimbulkan banyak risiko bagi manusia di darat, itu mengancam satelit aktif yang menyediakan semua jenis layanan, termasuk melacak cuaca, mempelajari iklim bumi, dan menyediakan layanan telekomunikasi.

Puing-puing itu juga mengancam Stasiun Luar Angkasa Internasional, tempat tinggal awak astronot sejak tahun 2000. ISS diketahui harus menyesuaikan orbitnya sendiri beberapa kali tahun lalu karena puing-puing luar angkasa.

Terkait dengan kapan dan di mana roket China akan masuk kembali ke atmosfer bumi, juru bicara Departemen Pertahanan Mike Howard mengatakan pihaknya masih belum dapat memastikan sampai beberapa jam setelah masuk Bumi.

Dia hanya memperkirakan puing roket Long March 5B China masuk kembali ke Bumi antara tanggal 8 dan 10 Mei. Pada periode dua hari itu, puing Long March 5B berkeliling dunia hingga 30 kali.

"Benda itu berjalan dengan kecepatan sekitar 18.000 mil per jam," ujar Howard.

Lebih dari itu, Howard menyampaikan laut tetap menjadi lokasi teraman untuk tempat puing-puing mendarat.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK