Kronologi Roket China Jatuh Liar ke Bumi, Tak Terkendali

eks, CNN Indonesia | Senin, 03/05/2021 11:25 WIB
Kronologi roket China Long March 5B Y2 jatuh liar kembali ke Bumi tak terkendali usai antar modul stasiun luar angkasa ke orbit. Roket Long March 5B Y2 China jatuh ke Bumi tak terkendali usai antar modul stasiun luar angkasa China pekan lalu (AFP/STR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Roket yang membawa modul stasiun luar angkasa China Kamis (29/4) lalu jatuh liar ke Bumi dengan tidak terkendali.

Setelah menyelesaikan misi untuk mengantar modul stasiun luar angkasa China ke orbit, seharusnya roket ini kembali mendarat di Bumi di lokasi yang telah ditentukan di laut. Lokasi ini biasa menjadi lokasi pembuangan roket habis pakai.

Tapi, alih-alih mendarat sesuai rencana, roket ini malah terus mengitari Bumi tanpa kendali. Pihak berwenang mengatakan roket tersebut diperkirakan akan jatuh kembali ke Bumi dalam beberapa hari mendatang.


Hal ini berdasarkan pengamatan radar darat yang digunakan oleh militer AS untuk melacak pesawat ruang angkasa dan objek lain di luar angkasa.

Mereka mendeteksi sebuah objek dan mengategorikannya sebagai badan roket Long March 5B. Sekarang objek itu ditetapkan sebagai 2021-035B.

Badan roket itu adalah tahap inti Long March 5 dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar lima meter berada dalam ketinggian orbit antara 170 hingga 372 kilometer dari permukaan Bumi dan meluncur dengan kecepatan lebih dari tujuh kilometer per detik.

Roket ini bisa terlihat sebagai kilatan di angkasa jika diamati oleh pengamat amatir di Bumi. Kilatan itu menunjukkan bahwa roket jatuh tidak terkendali. Sehingga, roket Long March-5B Y2 diperkirakan akan memasuki atmosfer Bumi tak terkendali dalam beberapa hari mendatang.

Lokasi kemungkinan jatuh

Menurut Jonathan McDowell, Astronom yang melacak objek yang mengorbit Bumi, roket ini bisa jadi sudah terbakar seluruhnya di atmosfer ketika jatuh ke Bumi setelah berputar-putar di orbit. Namun, ada kemungkinan bongkahan besar puing dapat bertahan masuk kembali.

Tapi, dimana, kapan, dan berapa besar sisa roket Long March 5B yang akan mendarat di Bumi sulit untuk diprediksi.

Lantaran sebagian besar planet ini terbuat dari lautan, jadi kemungkinan besar roket akan mendarat di air. Meski demikian tak tertutup kemungkinan bongkahan sisa roket ini bisa mengancam wilayah berpenghuni.

Namun, terbuka kemungkinan serpihan roket ini akan jatuh di wilayah berpenduduk dan bisa menimbulkan risiko pada bangunan dan kehidupan yang ada di permukaan Bumi.

Kemiringan orbital tahap inti Long March 5B yang saat ini sedang mengitari Bumi setiap 90 menit adalah sebesar 41,5 derajat. Artinya, lokasi berputar roket ini melewati kota-kota seperti New York, Madrid dan Beijing di utara hingga Chili dan Wellington, Selandia Baru, di selatan, seperti dikutip SpaceNews

Lokasi-lokasi ini bisa terancam kapan saja. Tapi, kemungkinan besar puing-puing roket itu akan kembali ke laut atau daerah tak berpenghuni. Jika mencapai lokasi berpenghuni dan kota besar, roket itu berpotensi memberi dampak kerugian materil dan jiwa yang besar.

Nasib Sisa Puing Roket dan Kritik atas China

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK