Cerita Tersangka Pembunuhan Diduga Pakai iPhone Lacak Korban

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 05:40 WIB
Di Amerika Serikat, seorang tersangka pembunuhan diduga menggunakan iPhone untuk melacak korbannya. Ilustrasi iphone dipakai tersangka pembunuhan. (istockphoto/hocus-focus)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aplikasi Find My Apple tidak hanya digunakan untuk menemukan iPhone yang hilang. Di Amerika Serikat (AS), seorang tersangka pembunuhan diduga telah menggunakan iPhone untuk melacak korbannya.

Laporan menyampaikan bahwa tersangka pembunuhan telah membuntuti korbannya saat tengah membeli barang-barang mewah di mal. Pelaku kemudian menempelkan iPhone ke mobil korban untuk menuju kediaman korbannya dan kemudian melakukan perampokan.

Melansir Ubergizmo, pelaku meminta barang berharga korban, serta kunci mobil Lexus dari korban. Setelah berhasil, pelaku kemudian menambak mati korbannya.


Meski sempat dicuri, akhirnya mobil korban ditemukan. Pengemudi truk derek yang mengangkut mobil korban mengaku menemukan iPhone di dalam sebuah tas yang ditempelkan di bagian bawah mobil, yang diduga digunakan untuk melacak korban.

Melansir Washington Post, polisi menuturkan pelaku bernama Derrick Maurice Herlong dan anak buahnya memasang alat pelacak buatan sendiri, iPhone yang dilengkapi magnet ke bagian bawah mobil si korban, yakni Jacaris Rozier yang berusia 32 tahun.

"Di tas itu ada dua magnet. Di dalam tas itu ada Apple IPhone yang diatur ke 'jangan ganggu' dan dibungkus dalam tas Ziploc tertutup. Baterai ponsel hampir atau hampir penuh, menandakan bahwa ponsel telah ditempatkan di sana baru-baru ini," kata Polisi.

Mengubah iPhone menjadi alat pelacak keberadaan seseorang relatif sederhana. Tapi, hal itu ilegal karena tanpa persetujuan. Cara itu legal jika digunakan untuk melacak barang-barang pribadi.

Penyelidik swasta di AS terkadang menggunakan telepon prabayar dan perangkat lain untuk memantau pasangan yang dicurigai berselingkuh. Pelaku kekerasan dalam rumah tangga terkadang juga memantau perangkat pasangan mereka untuk melacak keberadaan mereka.

Bill Marczak, seorang ahli pengawasan di Universitas California mengatakan dia tidak mendengar kasus tentang adanya seseorang menggunakan ponsel untuk melacak korban. Pasalnya, itu tidak efisien,

"Saya tidak mengerti mengapa seseorang lebih memilih untuk menempel iPhone daripada pelacak GPS yang dibuat khusus (yang akan lebih murah, dan memiliki masa pakai baterai yang lebih lama daripada iPhone)," ujar Marczak.

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK