Argentina Minta Facebook Tangguhkan Pembagian Data WhatsApp

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 04:35 WIB
Argentina meminta Facebook untuk menangguhkan kebijakan baru terkait penggunaan data yang memungkinkan perusahaan ini mengumpulkan informasi pengguna WhatsApp. Ilustrasi. (istockphoto/ gilaxia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Argentina meminta Facebook untuk menangguhkan kebijakan baru berbagi data yang memungkinkan raksasa digital ini untuk mengumpulkan informasi dari pengguna aplikasi pesan WhatsApp.

Instruksi itu disampaikan Argentina secara resmi pada Senin (17/5) waktu setempat. Sekretaris Perdagangan Dalam Negeri Argentina dilansir dari AFP mengungkapkan bahwa 76 persen telepon seluler di negara itu menggunakan WhatsApp.


Ia mengatakan, langkah penangguhan Facebook itu perlu dilakukan karena perusahaan induk tersebut dianggap, "menikmati posisi dominan di pasar melalui berbagai media sosialnya: Facebook, Instagram dan, WhatsApp."

Badan pemerintah menambahkan, kebijakan berbagi data dikhawatirkan akan memberikan Facebook akses ke informasi pengguna hingga ke tingkat yang tidak dapat direplikasi atau ditiru oleh perusahaan lain.

Penangguhan tersebut perlu, menurut pemerintah Argentina, juga karena ada ketimpangan yang besar antara pengguna Facebook dengan WhatsApp.

"Hal tersebut akan memaksa mayoritas individu untuk menerima ketentuan baru [kebijakan berbagi data], memungkinkan aplikasi perpesanan untuk mengumpulkan detail pribadi yang berlebihan, untuk kemudian dibagikan dengan aplikasi lain di grup Facebook," tulis pemerintah Argentina dikutip dari AFP.

Pernyataan tersebut mengekspresikan keprihatinan Argentina atas potensi eksploitasi pengguna dan kekhawatiran akan berdampak pada kepentingan ekonomi secara umum.

Argentina bukan satu-satunya negara yang meminta Facebook menangguhkan kebijakan berbagi data pengguna WhatsApp. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, India, Brasil, dan Jerman juga mengambil langkah serupa.

Penangguhan akan berlangsung setidaknya enam bulan untuk mencegah "penyalahgunaan posisi pihak yang dominan," demikian ditulis sebuah resolusi yang diterbitkan buletin resmi.

Sementara itu, badan nasional perlindungan data pribadi dan akses informasi publik akan memimpin penyelidikan atas rencana Facebook tersebut.

Aplikasi pesan WhatsApp hingga Telegram akan meminta pengguna memberikan data lokasi, kontak, nomor telepon hingga alamat email.Infografis Daftar Data yang Diambil WhatsApp hingga Telegram. (CNN Indonesia/Timothy Loen)

Raksasa teknologi itu memberi tahu pengguna WhatsApp awal tahun ini bahwa mereka harus menyetujui kebijakan baru terkait penggunaan data jika ingin terus menggunakan layanan perpesanan tersebut.

WhatsApp telah memperkenalkan kebijakan privasi baru untuk penggunanya yang mencakup persyaratan baru yakni berbagi data dengan Facebook.

Mulanya kebijakan privasi baru tersebut dijadwalkan berlaku mulai Februari 2021. Akan tetapi penerapannya ditunda tiga bulan setelah dihujani kritik pengguna yang menduga pembaruan tersebut memungkinkan WhatsApp membagikan data pribadi ke perusahaan induknya, Facebook.

WhatsApp berulang kali membantah hal itu. Mereka mengatakan kebijakan tersebut hanya berlaku untuk akun bisnis sehingga bisa terhubung dengan Facebook lebih mudah.

(AFP/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK