Viral Pejabat BSSN Sebut HP Rusak Sel Tubuh, Netizen Riuh

CNN Indonesia | Kamis, 03/06/2021 20:05 WIB
Netizen merespons ucapan Wakil Kepala BSSN Komisaris Jenderal Dharma Pongrekun yang menyebut ponsel bisa menghancurkan sel tubuh manusia. Ilustrasi ponsel rusak sel tubuh manusia. (Foto: Getty Images/DAVID MCNEW)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komisaris Jenderal Dharma Pongrekun menjadi perhatian warganet setelah menyebut ponsel bisa merusak sel tubuh manusia.

Sejumlah warganet tampak heran dengan pernyataan itu lantaran tidak didasari dari sebuah penelitian.

Salah satu akun yang berkomentar terhadap Dharma adalah @sarifidris. Dia mempertanyakan bagaimana ponsel yang tidak memiliki pacaran energi tinggi bisa menghantam sel manusia.


"nangis aku pak. piye corone sinyal Hape yang ndak punya pancaran energi tinggi atau ada unsur radioaktifnya bisa menghantam molekul DNA/sel2 kita??," kicau @sarifidris.

Sedangkan @StevanusAdityaN tampak mengingatkan Dharma untuk mengurus tentang kebocoran data masyarakat Indonesia daripada bicara soal ponsel bisa merusak sel tubuh manusia.

"Mending BSSN urus ini deh," kicau @StevanusAdityaN.

Senada, @AJL_Pasee menilai Dharma berbicara di luar kewenangannya. Dia menyarankan Dharma untuk fokus menyelesaikan masalah kebocoran data pribadi masyarakat Indonesia.

"Ngebajak sawah orang si bapak ini. Mestinya ini tupoksi @KemenkesRI. Baiknya @BSSN_RI urus aja kasus bobolnya data konsumen Indonesia, yg acap diperjualbelikan utk kepentingan pihak tertentu. Termasuk akun mesos para tokoh yg sering diretas krn perbedaan sikap politik," kicau @AJL_Pasee.

Adapun @na_dirs mengaku 'takjub' dengan Dharma yang membuat pernyataan soal ponsel bisa merusak sel tubuh manusia.

"Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Dharma Pongrekun.... Ngeri euy....," kicau @na_dirs.

Sebelumnya Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komisaris Jenderal Dharma Pongrekun menyebut ponsel bisa menghancurkan sel tubuh manusia. Dia mengatakan orang yang memegang ponsel bisa mudah sakit hingga pusing.

Pernyataan Dharma disampaikan saat berbincang dengan Pendeta Gilbert Lumoindong. Perbincangan itu diunggah di akun Youtube Gilbert pada 25 Agustus 2020.

"Kenapa handphone disebut cellular phone? Karena dia menghancurkan sel. Begitu Bapak touch, sel kita lemah. Makanya kita gampang sakit, panas, cepat puyeng. Tangan kayak kesemutan, kenapa? Darah jadi kental. Dia berpengaruh langsung pada tubuh," ujar Dharma.

Penjelasan Dharma Pongrekun

Dharma Pongrekun memberi penjelasan terkait viral ponsel bisa merusak tubuh manusia tersebut. Ia mengatakan viralnya postingan yang memuat pernyataannya itu bukan urusannya.

"Terkait viral, bukan urusan saya. Kalau sekarang yang ramai di TikTok bukan saya yang buat di aplikasi TikTok," kata Dharma Pongrekun seperti dilansir dari Detikcom, Rabu (2/6).

Ia menjelaskan awal mula ia memberikan pernyataan tersebut saat ia diajak diajak berbincang-bincang Pendeta Gilbert Lumoindong.

"Sebagai kapasitas saya sebagai jemaat beliau yang dianggap mempunyai pemahaman yang out of the box," katanya.

Ia menegaskan mempertanggungjawabkan pernyataannya itu dan memberikan pernyataan atas nama pribadi, tak terkait jabatan Wakil Kepala BSSN.

Ia mengaku sebagai seorang praktisi saat menjelaskan soal dampak HP terhadap tubuh manusia beberapa waktu lalu itu. Dharma menyinggung jurnal WHO sebagai referensi pembahasannya kala itu.

"Boleh baca jurnalnya WHO tahun 2011. Dikatakan bahwa radiasi HP termasuk 1 dari 28 penyebab kanker. Terus kemudian ahli kesehatan dari Kanada James McNamee itu juga demikian," katanya.

Ia mengatakan dirinya bukan seorang teoretis, tapi praktisi.

"Jadi kalau nanya saya mana referensinya, saya berbicara bukan text book. Saya berbicara out of the box. Kalau saya berbicara out of the box, ditanya referensinya, saya bisa praktikkan dan saya bisa buktikan," ujarnya.

Ia justru mempertanyakan saat banyak yang bertanya soal referensi seperti jurnal dan data. Dharma malah menyinggung peristiwa Nabi Musa membelah Laut Merah yang tidak bisa ditemukan di jurnal manapun. 

"Tolong tunjukkan datanya. Tolong berikan hitungannya," kata perwira tinggi Polri ini.

(jps/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK