Pakar Ungkap Pro Kontra Warganet RI di Kasus Palestina Israel
CNN Indonesia
Selasa, 18 Mei 2021 17:16 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Palestina diserang Israel. (AFP/MAHMUD HAMS)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pendiri Drone Emprit and Media Kernels, Ismail Fahmi menyampaikan perbincangan terhadap kata kunci 'Palestina' meningkat pesat di media sosial sejak sejak 11 Mei 2021 hingga saat ini. Perbicangan itu berkaitan dengan konflikIsraeldengan Palestina.
"Drone Emprit menggunakan nama dalam Bahasa Indonesia, untuk mendapat percakapan khusus yang oleh warganet Indonesia. Tren naik pesat sejak 11 Mei 2021 hingga sekarang. Dalam periode ini minimal ada 248k mention," ujar Ismail lewat Twitter, Selasa (18/5).
Ismail memaparkan netizen yang menyebut kata Palestina membentuk peta SNA dari tanggal 7-16 Mei 2021. Dalam peta SNA tampak sebuah klaster besar gabungan dari warganet umum (netral) dan pro oposisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam peta itu, Ismail menyebut klaster pro pemerintah sangat kecil. Di luar mereka juga tampak banyak netizen umum juga terlibat.
Ismail menyebut lima influencer Palestina antara lain @MCAOps dan @maspiyuaja dari pro oposisi, serta @catchmeupid, @hidcom, dan @solehsolihun dari kalangan umum.
Terkait narasi, Ismail membeberkan mayoritas dari akun umum dan pro oposisi, dan beberapa dari pro pemerintah. Narasi besarnya adalah mendukung Palestina melawan Israel. Selain itu, mulai banyak yang melihat konflik bukan soal agama, tapi pendudukan dan perampasan.
Dari 112 gambar yang paling banyak disebar tentang Palestina, Ismail juga berkata hampir semua memiliki tone positif berupa dukungan terhadap Palestina. Meski ada tone netral yang menjelaskan apa yang terjadi, setidaknya tidak membawa narasi yang menguntungkan propaganda Israel.
Gambar yang paling populer adalah yang menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan ilustrasi yang mudah dipahami. Misalnya yang dibuat oleh @catchmeupid dan @solehsolihun. Lalu peta Palestina kehilangan tanah dari 1947 hingga sekarang sangat sering dishare di seluruh dunia," ujar Ismail.
Terkait video, Ismail menyebut mayoritas juga memiliki tone positif berupa dukungan terhadap Palestina. Paling banyak adalah video demonstrasi dari berbagai kota di dunia, yang disebar ulang oleh netizen Indonesia.
Sedangkan kicauan dari netizen umum bicara bahwa itu bukan konflik agama, tapi penggusuran oleh Israel ke warga agama apapun.
"Beberapa akun resmi pemerintah juga muncul, misal @setkabgoid (Jokowi minta agresi Israel dihentikan), @Kemlu_RI dan @Menlu_RI (mengecam meluasnya ketegangan di Gaza). Yang menarik, mereka lebih banyak diamplifikasi oleh cluster non pemerintah, bukan sebaliknya," ujar Ismail.
Kemudian, Ismail mengatakan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga menyatakan dukungan pada Palestina, kecaman kepada Israel, dan tuntutan kepada pemerintah RI untuk ambil langkah diplomatis.
"Bagaimana dengan @NUgarislucu dan @MuhammadiyinGL? Ternyata mereka berdua sangat hati2 dan irit bicara soal Palestina. Mungkin karena isunya sensitif, sehingga berbahaya kalau nyerempet postingan lucu. Akibatnya, mereka berada di pinggiran dalam peta," ujar Ismail.
Di sisi lain, Ismail menyampaikan percakapan tentang Palestina secara aktif yang tertangkap di Drone Emprit setidaknya dilakukan oleh 109 ribu akun, belum termasuk akun yang hanya membaca, tidak ikut engagement.
"Dari 43 persen yang dianalisis score botnya 1.78 yang berarti natural," ujar Ismail.
Palestina dan Hamas
Terkait dengan Palestina dan Hamas, Ismail membeberkan percakapan mulai muncul pesat tanggal 12 Mei 2021, sekitar 11 ribu cuitan. Jika menggunakan kata kunci 'Hamas' saja, hasilnya bisa lebih banyak.
Menariknya, klaster yang membahas Palestina dengan Hamas ternyata paling besar. Hamas diduga menjadi fokus penting ketika membahas isu Palestina.
Dalam peta SNA, klaster pro oposisi dan umum cenderung tak banyak membahas tentang Hamas. Isu Hamas bukan topik utama mereka ketika membahas Palestina.
"Ketika membahas tentang Hamas, cluster pro pemerintah cenderung memiliki tone negatif. Sebaliknya cluster pro oposisi cenderung positif tonenya," ujar Ismail.
Pendiri Drone Emprit and Media Kernels, Ismail Fahmi menyampaikan perbincangan terhadap kata kunci 'Palestina' meningkat pesat di media sosial sejak sejak 11 Mei 2021 hingga saat ini. Perbicangan itu berkaitan dengan konflikIsraeldengan Palestina.
"Drone Emprit menggunakan nama dalam Bahasa Indonesia, untuk mendapat percakapan khusus yang oleh warganet Indonesia. Tren naik pesat sejak 11 Mei 2021 hingga sekarang. Dalam periode ini minimal ada 248k mention," ujar Ismail lewat Twitter, Selasa (18/5).
Ismail memaparkan netizen yang menyebut kata Palestina membentuk peta SNA dari tanggal 7-16 Mei 2021. Dalam peta SNA tampak sebuah klaster besar gabungan dari warganet umum (netral) dan pro oposisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam peta itu, Ismail menyebut klaster pro pemerintah sangat kecil. Di luar mereka juga tampak banyak netizen umum juga terlibat.
Ismail menyebut lima influencer Palestina antara lain @MCAOps dan @maspiyuaja dari pro oposisi, serta @catchmeupid, @hidcom, dan @solehsolihun dari kalangan umum.
Terkait narasi, Ismail membeberkan mayoritas dari akun umum dan pro oposisi, dan beberapa dari pro pemerintah. Narasi besarnya adalah mendukung Palestina melawan Israel. Selain itu, mulai banyak yang melihat konflik bukan soal agama, tapi pendudukan dan perampasan.
Dari 112 gambar yang paling banyak disebar tentang Palestina, Ismail juga berkata hampir semua memiliki tone positif berupa dukungan terhadap Palestina. Meski ada tone netral yang menjelaskan apa yang terjadi, setidaknya tidak membawa narasi yang menguntungkan propaganda Israel.
Gambar yang paling populer adalah yang menjelaskan apa yang sedang terjadi dengan ilustrasi yang mudah dipahami. Misalnya yang dibuat oleh @catchmeupid dan @solehsolihun. Lalu peta Palestina kehilangan tanah dari 1947 hingga sekarang sangat sering dishare di seluruh dunia," ujar Ismail.
Terkait video, Ismail menyebut mayoritas juga memiliki tone positif berupa dukungan terhadap Palestina. Paling banyak adalah video demonstrasi dari berbagai kota di dunia, yang disebar ulang oleh netizen Indonesia.
Israel bunuh wanita dan anak Palestina. (AFP/MAHMUD HAMS)
Sedangkan kicauan dari netizen umum bicara bahwa itu bukan konflik agama, tapi penggusuran oleh Israel ke warga agama apapun.
"Beberapa akun resmi pemerintah juga muncul, misal @setkabgoid (Jokowi minta agresi Israel dihentikan), @Kemlu_RI dan @Menlu_RI (mengecam meluasnya ketegangan di Gaza). Yang menarik, mereka lebih banyak diamplifikasi oleh cluster non pemerintah, bukan sebaliknya," ujar Ismail.
Kemudian, Ismail mengatakan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga menyatakan dukungan pada Palestina, kecaman kepada Israel, dan tuntutan kepada pemerintah RI untuk ambil langkah diplomatis.
"Bagaimana dengan @NUgarislucu dan @MuhammadiyinGL? Ternyata mereka berdua sangat hati2 dan irit bicara soal Palestina. Mungkin karena isunya sensitif, sehingga berbahaya kalau nyerempet postingan lucu. Akibatnya, mereka berada di pinggiran dalam peta," ujar Ismail.
Di sisi lain, Ismail menyampaikan percakapan tentang Palestina secara aktif yang tertangkap di Drone Emprit setidaknya dilakukan oleh 109 ribu akun, belum termasuk akun yang hanya membaca, tidak ikut engagement.
"Dari 43 persen yang dianalisis score botnya 1.78 yang berarti natural," ujar Ismail.
Palestina dan Hamas
Terkait dengan Palestina dan Hamas, Ismail membeberkan percakapan mulai muncul pesat tanggal 12 Mei 2021, sekitar 11 ribu cuitan. Jika menggunakan kata kunci 'Hamas' saja, hasilnya bisa lebih banyak.
Menariknya, klaster yang membahas Palestina dengan Hamas ternyata paling besar. Hamas diduga menjadi fokus penting ketika membahas isu Palestina.
Dalam peta SNA, klaster pro oposisi dan umum cenderung tak banyak membahas tentang Hamas. Isu Hamas bukan topik utama mereka ketika membahas Palestina.
"Ketika membahas tentang Hamas, cluster pro pemerintah cenderung memiliki tone negatif. Sebaliknya cluster pro oposisi cenderung positif tonenya," ujar Ismail.