Vaksin Merah Putih Mulai Uji Klinis Akhir 2021 di RI

CNN Indonesia | Rabu, 16/06/2021 16:36 WIB
Kepala LPB Lembaga Biologi Molekuler (Eijkman) Amin Soebandrio mengatakan proses pengembangan vaksin merah putih minim kendala. Ilustrasi vaksin merah putih. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala LPB Lembaga Biologi Molekuler (Eijkman) Amin Soebandrio menyatakan vaksin merah putih bakal menjalani uji klinis paling cepat akhir tahun 2021 dengan lama masa uji klinis selama delapan bulan. Vaksin merah putih buatan Eijkman sedang dalam proses transisi ke industri.

"Diharapkan pada akhir tahun atau paling lambat awal 2022 uji klinik sudah bisa dimulai," ujar Amin dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (16/6).

Amin menuturkan Eijkman telah meneliti dan mengembangkan vaksin merah putih sejak April 2020. Saat ini, dia mengaku proses itu sudah lebih dari 90 persen. Selain itu, pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan Bio Farma untuk menerjemahkan hasil laboratorium ke industri.


Lebih lanjut, Amin menyampaikan Emergency Use Authorization (EUA) diharapkan bisa diperoleh setelah delapan bulan vaksin merah putih menjalani uji klinis. Dia juga menegaskan Eijkman akan terus mengawal vaksin itu hingga benar-benar digunakan.

"Lembaga Eijkman bakal terus mengawal, bahkan sampai uji klinik seterusnya," ujarnya.

Di sisi lain, Amin menyampaikan belum dapat memastikan berapa banyak dosis vaksin merah putih yang bisa diproduksi Bio Farma. Namun, dia menyampaikan kapasitas produksi saat ini perusahaan BUMN itu mencapai 250 juta dosis per tahun.

"Rencananya Bio Farma akan mengundang beberapa perusahaan farmasi lain yang juga memiliki fasilitas cara pembuatan obat yang benar dan baik sehingga diharapkan satu atau dua perusahaan farmasi itu akan berkontribusi sekitar 100 juta dosis per tahun," ujar Amin.

Amin menambahkan proses pembuatan vaksin merah putih di Eijkman sebenarnya tidak mengalami keterlambatan. Pasalnya, dia berkata terjadi peralihan platform dari mamalia cell ke yeast cell.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Ismunandar mengatakan vaksin merah putih dalam rangka untuk mewujudkan kemandirian bangsa. Vaksin itu dikembangkan berdasarkan virus yang bersirkulasi di Indonesia.

Secara lebih spesifik, Ismunandar menyampaikan vaksin merah putih Eijkman berbasis protein rekombinan direncanakan mulai menjalani uji praklinik pada bulan November 2021. Selah itu dilanjutkan dengan uji klinik fase 1-3 sejak bulan Januari hingga Agustus 2022.

"Diperkirakan UEA keluar September 2022," ujar Ismunandar.

Selain Eijkman, vaksin merah putih juga dikembangkan oleh pihak lain seperti Universitas Airlangga. Vaksin berbasis inactivetd virus itu sedang uji preklinik dan diharapkan meneriam UEA pada Maret 2022.

Kemudian ada vaksin merah putih buatan LIPI berbasis protein rekombinan fusi. Direncanakan mulai dilakukan pengolahan data, pelaporan, dan draft pasten pada Januari 2022.

Adapula vaksin merah putih buatan Universitas Indonesia berbasis DNA, mRNS, dan Virus-Like-Particles. Vaksin itu direncanakan mulai uji klinis pada awal tahun 2022. Lalu ada vaksin buatan ITB berbasis adenovirus dan protein rekombinan yang akan melakukan uji imunogenisitas pada akhir tahun 2021.

Sedangkan vaksin buatan UGM berbasis protein rekombinan akan melakukan uji imunogenisitas pada mencit akhir tahun 2021.

Terakhir, vaksin buatan Unpad berbasis protein rekombinan dan pertida, serta IgY. Vaksin itu diharapkan menerima UEA pada akhir 2022.

(jps/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK