Ahli: Setop Gunakan Genose untuk Syarat Perjalanan

CNN Indonesia | Selasa, 22/06/2021 20:01 WIB
GeNose diminta untuk mengumumkan hasil uji klinis dan bukti validasi dari minimal 3 universitas di Indonesia. GeNose untuk mendeteksi virus corona belum mengumumkan hasil uji klinis. (Foto: Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo mengkritisi pemerintah terkait penggunaan alat deteksi virus corona SARS-C0V-2, GeNose C19 sebagai syarat melakukan perjalanan di tengah pandemi Covid-19. GeNose, salah satunya tersedia di stasiun kereta.

Menurut Ahmad, pemerintah harus menghentikan mencegah penularan virus corona menggunakan GeNose sebelum pengembang alat tersebut mengumumkan hasil uji klinis dan bukti validasi dari minimal tiga universitas di Indonesia.

"Mohon sangat, stop penggunaan Genose untuk verifikasi perjalanan kembalikan ke tes standar baku, kecuali sudah ada bukti validasi Genose dari minimal tiga kampus merdeka," kata Ahmad dikutip dari akun media sosial miliknya, Selasa (22/6).


Cuitan Ahmad lantas mendapat respons dari banyak pengguna Twitter. Menurut warganet, memang banyak orang tidak bertanggungjawab memanfaatkan 'kelemahan' Genose untuk dapat bepergian tanpa melakukan tes swab antigen.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) Pandu Riono juga menentang penggunaan alat deteksi corona buatan dalam negeri itu.

Pandu melarang penggunaan alat itu sebagai screening Covid-19 sebelum kegiatan kuliah dilakukan secara tatap muka.

"Hindari penggunaan alat skrining Covid-19 yang tidak tervalidasi, pada pelaku perjalanan, pertemuan, perkantoran, pengunjung hotel, kegiatan pendidikan seperti sekolah dan kuliah, event olahraga, konser dan sebagainya. Setop penggunaan Genose," ujar Pandu lewat cuitannya, Senin (21/6).

Cuitan Pandu ini menanggapi usulan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) agar seluruh mahasiswa melakukan pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNose sebelum kuliah tatap muka dilakukan pada tahun ajaran 2021/2022.

Ketua MRPTN Jamal Wiwoho mengatakan pembelajaran tatap muka (PTM) di kampus harus dilakukan dengan prinsip bertahap dan bersyarat. Dan pemeriksaan genose tersebut merupakan salah satu wujud dari pendekatan bersyarat.

Dihubungi terpisah, tim pengembang GeNose C19 mengatakan pengembangan GeNose masih berlangsung dan riset terus dilakukan oleh sejumlah ahli. Proses pengembangan GeNose C19 menuju tahap validasi.

Koordinator Kehumasan GeNose C19, Gilang Desti mengatakan saat ini pihaknya sudah menyusun draft, mensubmit dan mengikuti proses uji validasi eksternal atau melibatkan sejumlah pihak.

"Secara ilmiah tim peneliti sudah menyusun draft, sudah mensubmit, mengikuti proses review. [namun] Stepnya bertahap dan tidak instan," ujar Gilang kepada CNNIndonesia.com via pesan singkat, Selasa (22/6).

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK