Pembuat Respons Ahli Minta Setop GeNose jadi Syarat Kuliah

CNN Indonesia | Selasa, 22/06/2021 19:07 WIB
Tim pengembang GeNose C19 mengatakan saat ini pihaknya sudah mengikuti proses uji validasi eksternal atau melibatkan sejumlah pihak. GeNose C19 untuk mendeteksi virus corona SARS-CoV-2. (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim pengembang GeNose C19 atau alat pendeteksi virus SARS-CoV-2 mengatakan pengembangan GeNose masih berlangsung dan riset terus dilakukan oleh sejumlah ahli. Proses pengembangan GeNose C19 menuju tahap validasi.

Koordinator Kehumasan GeNose C19, Gilang Desti mengatakan saat ini pihaknya sudah menyusun draft, mensubmit dan mengikuti proses uji validasi eksternal atau melibatkan sejumlah pihak.

"Secara ilmiah tim peneliti sudah menyusun draft, sudah mensubmit, mengikuti proses review. [namun] Stepnya bertahap dan tidak instan," ujar Gilang kepada CNNIndonesia.com via pesan singkat, Selasa (22/6).


Pernyataan dari pihak GeNose untuk merespons sejumlah ahli yang meminta GeNose yang belum tervalidasi dihentikan. Hal ini terkait dengan usulan penggunaan tes itu kepada mahasiswa untuk memulai perkuliahan tatap muka dan syarat perjalanan.

Menurut Gilang, saat ini jurnal ilmiah dari GeNose masih dalam proses penyusunan, dan naskah tim peneliti masih dalam proses peninjauan kembali.

"Publikasinya memang berproses ya. Naskah tim peneliti masih dalam proses peninjauan redaksi jurnal," kata Gilang.

Lebih lanjut Gilang menjelaskan manuskrip ilmiah (naskah ) yang berisi detail laporan teknis dari hasil penelitian dan cara kerja alat, melibatkan detail algoritma dan kecerdasan buatan yang mengandung informasi yang diperlukan masyarakat.

Maka dari itu, tim peneliti baru bisa mempublikasikan metode ilmiah kepada sejawat, usai diterbitkannya hak paten oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

"Proses ini [penerbitan hak paten] sedang berjalan," tuturnya.

Pihak pengembang GeNose mengklaim selalu terbuka dengan kalangan sejawat ilmiah, dalam proses penelitian deteksi virus corona lewat kantung udara itu.

Uji validitas eksternal GeNose telah dimulai pada April di universitas Andalas, dan bulan Juni di RSUI, RSCM dan UNAIR.

Gilang mengatakan saat ini uji validasi melibatkan sejumlah pihak memasuki tahap pengumpulan data. Proses yang dilakukan melewati langkah-langkah ilmiah.

"GeNose C19 lalui semua tahapan yang seharusnya memang dilakukan oleh alat kesehatan. Baik buatan luar negeri, maupun dalam negeri," pungkasnya.

Sebelumnya para ahli meminta menghentikan penggunaan GeNose untuk mendeteksi virus corona SARS-CoV-2 sampai keluar hasil uji validasi.

Hal ini disampaikan Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) Pandu Riono dan Ahli Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo.

Ahmad meminta agar GeNose memberikan bukti validasi terlebih dulu dan setidaknya diverifikasi dari 3 kampus merdeka.

Senada dengan Ahmad, Pandu juga meminta untuk tidak menggunakan alat telusur yang belum tervalidasi, dipakai untuk melakukan tes secara masif.

Hal itu disebut menanggapi usulan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) agar seluruh mahasiswa melakukan pemeriksaan Covid-19 menggunakan GeNose sebelum kuliah tatap muka dilakukan pada tahun ajaran 2021/2022.

(can/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK