Cara Memotret Strawberry Supermoon dengan Ponsel Malam Ini
CNN Indonesia
Kamis, 24 Jun 2021 17:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi Strawberry Supermoon. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia --
Fenomena Strawberry Supermoon akan segera tiba dan kita dapat mengamatinya, bahkan mengabadikannya menggunakan kamera. Cara berikut mungkin dapat menjadi panduan Anda sehingga hasil foto jadi lebih laik untuk disimpan.
Bulan purnama kali ini diketahui bisa disaksikan di seluruh dunia, termasuk di seluruh Indonesia dimulai dari munculnya Bulan saat Matahari terbenam sampai esok hari saat Bulan terbenam.
Fase Bulan purnama terjadi pada 25 Juni pukul 01.39.33 WIB/02.39.33 WITA/03.39.33 WIT. Namun, bulan sudah dapat disaksikan sejak 24 Juni saat pada malam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memotret bulan memang bukan perkara mudah. Banyak fotografer mengalami kesulitan yang sama saat pertama kali mencobanya. Terlepas dari semua tantangannya, memotret Bulan adalah pengalaman belajar yang luar biasa, terutama jika Anda ingin sedikit bereksperimen dengan ponsel.
Memotret dengan ponsel
Kita dapat memotret bulan menggunakan kamera pada ponsel. Namun disarankan tidak sepenuhnya mengandalkan perangkat ponsel kamera, baik itu iPhone maupun Android. Baiknya unduh aplikasi yang dapat membantu Anda memotret dari jarak jauh dan tempat minim cahaya.
Disarankan untuk memasukkan elemen lain pada gambar misalnya jembatan atau gunung yang indah. Ini memungkinkan kita mendapatkan perspektif tentang ukuran bulan dan juga menciptakan gambar agar menjadi lebih menarik.
Kemudian disarankan agar Anda menggunakan tripod khusus ponsel saat mengambil gambar untuk mencegah 'tangan goyang' yang berujung gambar menjadi blur, menuntut The Guardians.
Pertama coba tentukan, apa Anda ingin memotret Bulan secara close-up dengan semua detailnya, atau mungkin hanya memasukkannya sebagai bagian yang lebih kecil dari keseluruhan komposisi Anda.
Namun, memotret Bulan secara close-up membutuhkan peralatan dan teknik kamera lebih canggih.
Kedua pertimbangkan. Anda harus memutuskan fase Bulan mana yang ingin Anda foto. Bulan terlihat sangat berbeda pada seluruh fasenya dan menghasilkan bayangan yang lebih dalam pada permukaan dan membuat berbagai bagian bulan tampak lebih menonjol.
Lalu pilih pengaturan kamera yang tepat. Penting untuk mengetahui pengaturan kamera yang paling cocok untuk fotografi bulan, terutama saat menggunakan lensa tele super panjang. Kecepatan rana yang lama dan guncangan kamera dapat menjadi sumber masalah yang besar, ini akan membuat bulan dan detailnya tampak buram.
Memfoto Bulan dalam kondisi cahaya rendah
Bagaimana dengan memotret Bulan dalam kondisi kurang cahaya? Saat itulah segalanya menjadi sedikit lebih menantang.
Alasan utamanya adalah perbedaan eksposur. Bulan menjadi cukup terang terutama saat purnama, sementara pemandangan lainnya terlalu gelap.
Jika Anda mengekspos Bulan, Anda akan dapat melihat semua fiturnya, tetapi lanskapnya akan terlihat terlalu gelap. Jika Anda mengekspos untuk latar depan, lanskap akan tampak terlalu gelap dan Bulan akan sangat terekspos.
Solusinya adalah dengan mengambil dua atau lebih gambar, mengekspos secara terpisah untuk Bulan dan latar depan, kemudian menggabungkan keduanya, melansir Photographylife.
Mengambil gambar bulan detail dari dekat bisa jadi sulit, tergantung seberapa besar Anda ingin menampilkannya dan seberapa banyak detail yang ingin ditampilkan.
Jarak dekat bulan yang ekstrem membutuhkan lensa super telefoto yang panjang, atau teleskop yang dipasang pada kamera digital resolusi tinggi.
Selain itu, Anda perlu melakukan perencanaan cuaca dan lokasi yang tepat untuk memotret bulan dari dekat. Pilihan terbaik Anda mungkin adalah keluar kota dan bepergian ke lokasi terpencil dengan sedikit polusi cahaya dan udara. Sebaiknya juga di tempat yang lebih tinggi. Pada dasarnya, semakin sedikit jarak dan substansi antara Anda dan Bulan, semakin baik hasilnya.
Memotret Bulan Purnama dengan kamera
Untuk memotret bulan saja, tanpa objek apa pun, Anda memerlukan lensa telefoto panjang seperti yang dijelaskan di atas untuk memperbesar bulan dan mencoba mengisi frame sebanyak mungkin. Selain ada yang perlu diperhatikan dari sisi pendukung kamera, yaitu sebagai berikut:
1. Format Gambar: Jika kamera Anda dapat memotret dalam format gambar RAW, pilih RAW daripada JPEG. Dengan cara ini, Anda tidak perlu khawatir tentang pengaturan kamera yang memengaruhi gambar Anda, termasuk White Balance.
2. Mode Kamera: Atur mode kamera Anda ke mode manual penuh.
3. ISO: Atur ISO Anda ke ISO dasar kamera Anda, yang biasanya ISO 100 pada kebanyakan kamera. Jika Anda memiliki kamera bidik, lihat apakah Anda dapat menemukan pengaturan menu untuk mengatur ISO Anda ke 100. Pastikan "ISO Otomatis" dimatikan.
4. Bukaan: Atur bukaan Anda ke f/11.
5. Kecepatan Rana: Atur kecepatan rana Anda ke 1/100.
6. White Balance: Atur ke "Daylight", meskipun tidak masalah jika Anda memotret dalam RAW, Anda akan dapat mengubahnya dalam pasca-pemrosesan.
7. Fokus Lensa: Gunakan layar LCD belakang kamera Anda untuk memperbesar dan memfokuskan pada bulan. Setelah fokus diperoleh dan Bulan tampak tajam, pastikan untuk mengatur lensa Anda ke fokus manual untuk mencegah kamera memfokus ulang.
8. Stabilisasi Gambar: Matikan, karena Anda memotret dari tripod.
9. Camera Shake: Untuk mengurangi getaran dari mekanisme cermin pada DSLR, pastikan untuk menggunakan mode Mirror Up. Untuk mengurangi getaran dari mekanisme rana (baik kamera DSLR maupun mirrorless), pastikan juga untuk mengaktifkan Rana Tirai Depan Elektronik.
Jika terlalu terang, atur kecepatan rana ke nilai yang lebih cepat seperti 1/200. Jika terlalu redup, atur kecepatan rana yang lebih lama seperti 1/50 detik. Anda juga dapat menggunakan nilai aperture yang lebih lebar untuk menangkap lebih banyak cahaya, seperti f/8 atau f/5.6, atau meningkatkan ISO ke sesuatu seperti ISO 200 atau 400.
Jakarta, CNN Indonesia --
Fenomena Strawberry Supermoon akan segera tiba dan kita dapat mengamatinya, bahkan mengabadikannya menggunakan kamera. Cara berikut mungkin dapat menjadi panduan Anda sehingga hasil foto jadi lebih laik untuk disimpan.
Bulan purnama kali ini diketahui bisa disaksikan di seluruh dunia, termasuk di seluruh Indonesia dimulai dari munculnya Bulan saat Matahari terbenam sampai esok hari saat Bulan terbenam.
Fase Bulan purnama terjadi pada 25 Juni pukul 01.39.33 WIB/02.39.33 WITA/03.39.33 WIT. Namun, bulan sudah dapat disaksikan sejak 24 Juni saat pada malam hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memotret bulan memang bukan perkara mudah. Banyak fotografer mengalami kesulitan yang sama saat pertama kali mencobanya. Terlepas dari semua tantangannya, memotret Bulan adalah pengalaman belajar yang luar biasa, terutama jika Anda ingin sedikit bereksperimen dengan ponsel.
Memotret dengan ponsel
Kita dapat memotret bulan menggunakan kamera pada ponsel. Namun disarankan tidak sepenuhnya mengandalkan perangkat ponsel kamera, baik itu iPhone maupun Android. Baiknya unduh aplikasi yang dapat membantu Anda memotret dari jarak jauh dan tempat minim cahaya.
Disarankan untuk memasukkan elemen lain pada gambar misalnya jembatan atau gunung yang indah. Ini memungkinkan kita mendapatkan perspektif tentang ukuran bulan dan juga menciptakan gambar agar menjadi lebih menarik.
Kemudian disarankan agar Anda menggunakan tripod khusus ponsel saat mengambil gambar untuk mencegah 'tangan goyang' yang berujung gambar menjadi blur, menuntut The Guardians.
Pertama coba tentukan, apa Anda ingin memotret Bulan secara close-up dengan semua detailnya, atau mungkin hanya memasukkannya sebagai bagian yang lebih kecil dari keseluruhan komposisi Anda.
Namun, memotret Bulan secara close-up membutuhkan peralatan dan teknik kamera lebih canggih.
Kedua pertimbangkan. Anda harus memutuskan fase Bulan mana yang ingin Anda foto. Bulan terlihat sangat berbeda pada seluruh fasenya dan menghasilkan bayangan yang lebih dalam pada permukaan dan membuat berbagai bagian bulan tampak lebih menonjol.
Lalu pilih pengaturan kamera yang tepat. Penting untuk mengetahui pengaturan kamera yang paling cocok untuk fotografi bulan, terutama saat menggunakan lensa tele super panjang. Kecepatan rana yang lama dan guncangan kamera dapat menjadi sumber masalah yang besar, ini akan membuat bulan dan detailnya tampak buram.
Memfoto Bulan dalam kondisi cahaya rendah
Bagaimana dengan memotret Bulan dalam kondisi kurang cahaya? Saat itulah segalanya menjadi sedikit lebih menantang.
Alasan utamanya adalah perbedaan eksposur. Bulan menjadi cukup terang terutama saat purnama, sementara pemandangan lainnya terlalu gelap.
Jika Anda mengekspos Bulan, Anda akan dapat melihat semua fiturnya, tetapi lanskapnya akan terlihat terlalu gelap. Jika Anda mengekspos untuk latar depan, lanskap akan tampak terlalu gelap dan Bulan akan sangat terekspos.
Solusinya adalah dengan mengambil dua atau lebih gambar, mengekspos secara terpisah untuk Bulan dan latar depan, kemudian menggabungkan keduanya, melansir Photographylife.
Mengambil gambar bulan detail dari dekat bisa jadi sulit, tergantung seberapa besar Anda ingin menampilkannya dan seberapa banyak detail yang ingin ditampilkan.
Jarak dekat bulan yang ekstrem membutuhkan lensa super telefoto yang panjang, atau teleskop yang dipasang pada kamera digital resolusi tinggi.
Selain itu, Anda perlu melakukan perencanaan cuaca dan lokasi yang tepat untuk memotret bulan dari dekat. Pilihan terbaik Anda mungkin adalah keluar kota dan bepergian ke lokasi terpencil dengan sedikit polusi cahaya dan udara. Sebaiknya juga di tempat yang lebih tinggi. Pada dasarnya, semakin sedikit jarak dan substansi antara Anda dan Bulan, semakin baik hasilnya.
Memotret Bulan Purnama dengan kamera
Untuk memotret bulan saja, tanpa objek apa pun, Anda memerlukan lensa telefoto panjang seperti yang dijelaskan di atas untuk memperbesar bulan dan mencoba mengisi frame sebanyak mungkin. Selain ada yang perlu diperhatikan dari sisi pendukung kamera, yaitu sebagai berikut:
1. Format Gambar: Jika kamera Anda dapat memotret dalam format gambar RAW, pilih RAW daripada JPEG. Dengan cara ini, Anda tidak perlu khawatir tentang pengaturan kamera yang memengaruhi gambar Anda, termasuk White Balance.
2. Mode Kamera: Atur mode kamera Anda ke mode manual penuh.
3. ISO: Atur ISO Anda ke ISO dasar kamera Anda, yang biasanya ISO 100 pada kebanyakan kamera. Jika Anda memiliki kamera bidik, lihat apakah Anda dapat menemukan pengaturan menu untuk mengatur ISO Anda ke 100. Pastikan "ISO Otomatis" dimatikan.
4. Bukaan: Atur bukaan Anda ke f/11.
5. Kecepatan Rana: Atur kecepatan rana Anda ke 1/100.
6. White Balance: Atur ke "Daylight", meskipun tidak masalah jika Anda memotret dalam RAW, Anda akan dapat mengubahnya dalam pasca-pemrosesan.
7. Fokus Lensa: Gunakan layar LCD belakang kamera Anda untuk memperbesar dan memfokuskan pada bulan. Setelah fokus diperoleh dan Bulan tampak tajam, pastikan untuk mengatur lensa Anda ke fokus manual untuk mencegah kamera memfokus ulang.
8. Stabilisasi Gambar: Matikan, karena Anda memotret dari tripod.
9. Camera Shake: Untuk mengurangi getaran dari mekanisme cermin pada DSLR, pastikan untuk menggunakan mode Mirror Up. Untuk mengurangi getaran dari mekanisme rana (baik kamera DSLR maupun mirrorless), pastikan juga untuk mengaktifkan Rana Tirai Depan Elektronik.
Jika terlalu terang, atur kecepatan rana ke nilai yang lebih cepat seperti 1/200. Jika terlalu redup, atur kecepatan rana yang lebih lama seperti 1/50 detik. Anda juga dapat menggunakan nilai aperture yang lebih lebar untuk menangkap lebih banyak cahaya, seperti f/8 atau f/5.6, atau meningkatkan ISO ke sesuatu seperti ISO 200 atau 400.