Fakta Badai Petir India, Bisa Sebabkan Ribuan Orang Tewas
CNN Indonesia
Jumat, 16 Jul 2021 07:14 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Sambaran petir di India bisa sebabkan ribuan orang tewas tiap tahun, berikut sejumlah fakta badai petir di negara itu. (istockphotos/mdesigner125)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sambaran dan badai petir di India kerap timbulkan korban jiwa hingga ribuan orang.
Pada sepekan ke belakang, setidaknya 65 orang tewas akibat tersambar petir dan badai petir di utara India, negara bagian Rajasthan dan Uttar Pradesh.
Menurut Shankar Lal Saini, pejabat senior manajemen bencana di Jaipur, 23 orang tewas di kota itu setelah petir menyambar Benteng Amer. Ini adalah tempat wisata populer di pinggiran kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di negara bagian tetangga, Uttar Pradesh, 42 orang tewas dalam sambaran petir dan insiden terkait badai petir, menurut pejabat manajemen bencana negara bagian Aditi Umrao.
Pada Juni 2020, setidaknya 107 orang tewas akibat sambaran petir di negara bagian Uttar Pradesh dan Bihar hanya dalam dua hari.
Kematian akibat sambaran petir memang sering terjadi di India dan kawasan Asia Selatan pada bulan Mei dan Juni setiap tahun, seperti dikutip CNN.
Berikut sejumlah fakta soal petir yang kerap sebabkan kematian di India.
Sebabkan Ribuan Kematian
Berdasarkan catatan Biro Catatan Kejahatan Nasional India, setidaknya terdapat 2.885 kematian yang disebabkan oleh petir pada tahun 2017 dan 2.357 pada tahun 2018.
Bahkan menurut laporan Accidental Deaths and Suicides in India 2019, sambaran petir menyumbang lebih dari sepertiga dari semua kematian "yang disebabkan oleh kekuatan alam" di India.
Bahkan, laporan tersebut mencatat bahwa ada peningkatan kasus di mana petir menjadi penyebab utama kematian selama 2018.
Petir juga menyebabkan kematian terbanyak yakni 40 persen, curah hujan ekstrem 24 persen, cuaca hangat yang tidak sesuai musim 20 persen, dan dingin ekstrem 15 persen di India selama periode 2001-2014.
Menurut sebuah studi terbaru, di antara kematian akibat paparan cuaca buruk, sambaran petir merenggut sejumlah nyawa paling banyak antara 2001 dan 2014, menurut sebuah studi baru.
Laporan Petir Tahunan 2019-2020, di mana Departemen Meteorologi India (IMD) mengatakan bahwa antara 25-31 Juli 2019 ada lebih dari 400 ribu sambaran petir di seluruh India. Laporan tersebut mencatat bahwa negara bagian timur laut dan wilayah Dataran Tinggi Chota Nagpur meruoakan wilayah yang disebut titik api.
Dikutip Firstpost, selain itu laporan kematian akibat kecelakaan di India pada 2019 terdapat 2.876 kematian akibat sambaran petir, naik dari tahun sebelumnya 2.357 kematian.
Petir hasilkan 1 miliar volt
Sambaran petir mematikan karena sebagai penghasil listrik raksasa, sambaran petir dapat menghasilkan antara 100 juta hingga 1 miliar volt energi dan mengandung miliaran watt.
Tidak hanya itu, sambaran petir juga dapat memanaskan udara di sekitarnya hingga antara 10.000 derajat Celcius hingga 30.000 derajat Celcius.
Frekuensi petir meningkat efek pemanasan global
Di India lebih dari 2.500 orang meninggal dalam setahun. Para ahli percaya bahwa tingkat keparahan dan frekuensi badai petir atau debu diperkirakan akan meningkat karena meningkatnya suhu global.
Namun, fenomena badai petir, badai, debu/badai hujan es dan angin kencang tidak termasuk dalam daftar bencana alam yang diinformasikan secara terpusat, menurut laporan Scroll.
Penyebab sering tersambar petir
Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) mengatakan bahwa orang dapat tersambar petir dalam beberapa cara. Pertama adalah serangan langsung.
Meskipun tidak begitu umum, cara ini berpotensi yang paling fatal. Seseorang yang tersambar petir secara langsung menjadi bagian dari saluran pelepasan petir utama.
Sambaran langsung pada manusia paling sering terjadi pada korban yang berada di area terbuka.
Panas yang dihasilkan oleh petir dapat menyebabkan luka bakar, tetapi jumlah listrik yang mengalir ke seluruh tubuh disebut merupakan ketakutan yang sangat besar berpotensi kematian.
Seringkali orang-orang berlindung di bawah pohon ketika terjadi hujan lebat. Itulah yang berpotensi menjadi korban sambaran petir.
Fenomena khusus itu disebut sebagai 'blitz samping'. Hal itu terjadi ketika petir menyambar objek yang lebih tinggi di dekat korban dan sebagian arus melompat dari objek yang lebih tinggi ke korban.
Kilatan samping biasanya terjadi saat korban berada dalam jarak beberapa sentimeter dari objek yang tersambar petir.
Laporan Petir Tahunan pertama India (2019-2020) menemukan bahwa berdiri di bawah pohon adalah penyebab utama kematian petir di India.
Sambaran petir lewat penghantar logam
Lebih lanjut ada korban yang disambar petir lewatkonduksi, yakni ketika di sekitar korban terdapat logam yang menjadi jalur sebagai daya tarik untuk menghantarkan energi petir.
NWS mengatakan bahwa sebagian besar korban petir terjadi di dalam ruangan dan beberapa korban di luar ruangan disebabkan oleh konduksi.
Sambaran dan badai petir di India kerap timbulkan korban jiwa hingga ribuan orang.
Pada sepekan ke belakang, setidaknya 65 orang tewas akibat tersambar petir dan badai petir di utara India, negara bagian Rajasthan dan Uttar Pradesh.
Menurut Shankar Lal Saini, pejabat senior manajemen bencana di Jaipur, 23 orang tewas di kota itu setelah petir menyambar Benteng Amer. Ini adalah tempat wisata populer di pinggiran kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di negara bagian tetangga, Uttar Pradesh, 42 orang tewas dalam sambaran petir dan insiden terkait badai petir, menurut pejabat manajemen bencana negara bagian Aditi Umrao.
Pada Juni 2020, setidaknya 107 orang tewas akibat sambaran petir di negara bagian Uttar Pradesh dan Bihar hanya dalam dua hari.
Kematian akibat sambaran petir memang sering terjadi di India dan kawasan Asia Selatan pada bulan Mei dan Juni setiap tahun, seperti dikutip CNN.
Berikut sejumlah fakta soal petir yang kerap sebabkan kematian di India.
Sebabkan Ribuan Kematian
Berdasarkan catatan Biro Catatan Kejahatan Nasional India, setidaknya terdapat 2.885 kematian yang disebabkan oleh petir pada tahun 2017 dan 2.357 pada tahun 2018.
Bahkan menurut laporan Accidental Deaths and Suicides in India 2019, sambaran petir menyumbang lebih dari sepertiga dari semua kematian "yang disebabkan oleh kekuatan alam" di India.
Bahkan, laporan tersebut mencatat bahwa ada peningkatan kasus di mana petir menjadi penyebab utama kematian selama 2018.
Petir juga menyebabkan kematian terbanyak yakni 40 persen, curah hujan ekstrem 24 persen, cuaca hangat yang tidak sesuai musim 20 persen, dan dingin ekstrem 15 persen di India selama periode 2001-2014.
Menurut sebuah studi terbaru, di antara kematian akibat paparan cuaca buruk, sambaran petir merenggut sejumlah nyawa paling banyak antara 2001 dan 2014, menurut sebuah studi baru.
Laporan Petir Tahunan 2019-2020, di mana Departemen Meteorologi India (IMD) mengatakan bahwa antara 25-31 Juli 2019 ada lebih dari 400 ribu sambaran petir di seluruh India. Laporan tersebut mencatat bahwa negara bagian timur laut dan wilayah Dataran Tinggi Chota Nagpur meruoakan wilayah yang disebut titik api.
Dikutip Firstpost, selain itu laporan kematian akibat kecelakaan di India pada 2019 terdapat 2.876 kematian akibat sambaran petir, naik dari tahun sebelumnya 2.357 kematian.
Petir hasilkan 1 miliar volt
Sambaran petir mematikan karena sebagai penghasil listrik raksasa, sambaran petir dapat menghasilkan antara 100 juta hingga 1 miliar volt energi dan mengandung miliaran watt.
Tidak hanya itu, sambaran petir juga dapat memanaskan udara di sekitarnya hingga antara 10.000 derajat Celcius hingga 30.000 derajat Celcius.
Sambaran Petir Makin Banyak dan Alasan Orang Sering Tersambar
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Frekuensi petir meningkat efek pemanasan global
Di India lebih dari 2.500 orang meninggal dalam setahun. Para ahli percaya bahwa tingkat keparahan dan frekuensi badai petir atau debu diperkirakan akan meningkat karena meningkatnya suhu global.
Namun, fenomena badai petir, badai, debu/badai hujan es dan angin kencang tidak termasuk dalam daftar bencana alam yang diinformasikan secara terpusat, menurut laporan Scroll.
Penyebab sering tersambar petir
Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) mengatakan bahwa orang dapat tersambar petir dalam beberapa cara. Pertama adalah serangan langsung.
Meskipun tidak begitu umum, cara ini berpotensi yang paling fatal. Seseorang yang tersambar petir secara langsung menjadi bagian dari saluran pelepasan petir utama.
Sambaran langsung pada manusia paling sering terjadi pada korban yang berada di area terbuka.
Panas yang dihasilkan oleh petir dapat menyebabkan luka bakar, tetapi jumlah listrik yang mengalir ke seluruh tubuh disebut merupakan ketakutan yang sangat besar berpotensi kematian.
Seringkali orang-orang berlindung di bawah pohon ketika terjadi hujan lebat. Itulah yang berpotensi menjadi korban sambaran petir.
Fenomena khusus itu disebut sebagai 'blitz samping'. Hal itu terjadi ketika petir menyambar objek yang lebih tinggi di dekat korban dan sebagian arus melompat dari objek yang lebih tinggi ke korban.
Kilatan samping biasanya terjadi saat korban berada dalam jarak beberapa sentimeter dari objek yang tersambar petir.
Laporan Petir Tahunan pertama India (2019-2020) menemukan bahwa berdiri di bawah pohon adalah penyebab utama kematian petir di India.
Sambaran petir lewat penghantar logam
Lebih lanjut ada korban yang disambar petir lewatkonduksi, yakni ketika di sekitar korban terdapat logam yang menjadi jalur sebagai daya tarik untuk menghantarkan energi petir.
NWS mengatakan bahwa sebagian besar korban petir terjadi di dalam ruangan dan beberapa korban di luar ruangan disebabkan oleh konduksi.