Meteor Raksasa Hantam Bumi, Terbakar di Langit Norwegia

eks, CNN Indonesia
Senin, 26/07/2021 05:33
Ilustrasi. Meteor raksasa melintas, terbakar, dan menghantam Bumi yang terangi langit malam Norwegia. (Kent Porter/The Press Democrat via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah meteor raksasa jatuh menghantam Bumi dan terbakar di langit Norwegia hingga sesaat menerangi gelap malam di selatan kota itu, Minggu (25/7).

Sehingga, meteor berukuran tak biasa itu menimbulkan suara gemuruh dan pendaran cahaya yang spektakuler saat melintasi langit. Para ahli memperkirakan sisa meteor akan jatuh menghantam Bumi, kemungkinan tidak jauh dari ibukota Oslo.

Laporan penampakan mulai tiba pada Minggu pukul 1 dini hari di utara Trondheim. Sebuah kamera web di Holmestrand, selatan Oslo, menangkap penampakan bola api raksasa yang jatuh dari langit dan meledak menjadi kilatan terang.


Jaringan Meteor Norwegia sedang menganalisis rekaman video dan data lain untuk mencoba menentukan asal dan tujuan meteor tersebut.

Data awal menunjukkan sebuah meteorit mungkin telah menabrak Bumi di daerah hutan yang luas yang disebut Finnemarka. Hutan ini berjarak 60 km di barat ibukota, Oslo.

Meski demikian, hingga Minggu sore masih belum ada yang berhasil menemukan puing-puing meteorit itu. Dengan lokasi jatuh yang sangat luas, diperkirakan butuh "sekitar 10 tahun" untuk mencari kemungkinan lokasi jatuh meteorit, kata Bilet.

"Ini gila," kata Morten Bilet dari jaringan itu, yang melihat dan mendengar meteor itu, kepada Reuters.

Menurut Bilet, meteor itu melaju dengan kecepatan 15-20 km per detik dan menerangi langit malam selama sekitar lima hingga enam detik.

Beberapa saksi mata juga mengatakan mereka merasakan hembusan angin yang lebih kuat dan gelombang energi besar saat peristiwa terjadi.

"Apa yang kami alami tadi malam adalah sebuah batu besar yang bergerak kemungkinan dari antara Mars dan Jupiter, yang merupakan sabuk asteroid (Tata Surya). Dan ketika (meteor) mendesing (di atmosfer) membuat gemuruh. (Hal ini) membangkitkan minat dan kegembiraan besar di antara kami (para ahli) dan mungkin ketakutan di antara yang lain," kata Bilet seperti dikutip Reuters. 

Hingga saat ini, belum ada laporan soal kerusakan dan korban akibat meteor jatuh ini.

Sebelumnya, sebuah meteor sempat jatuh dan meledak di tengah wilayah Rusia dekat kota Chelyabinsk pada tahun 2013. Meteor ini menghujani bola api di area yang luas dan menyebabkan gelombang kejut yang menghancurkan jendela, merusak bangunan, dan melukai 1.200 orang.

(eks)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK