Laptop Merah Putih Digarap 5 Kampus Besar RI

CNN Indonesia | Selasa, 27/07/2021 15:11 WIB
Pemerintah membuat laptop Merah Putih yang akan diproduksi di dalam negeri. Ilustrasi laptop merah putih. (KaboomPics)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah membuat laptop Merah Putih yang akan diproduksi di dalam negeri. Laptop ini disebut menggunakan sumber daya manusia dalam negeri melalui kerja sama antar beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) di RI.

Adapun PTN yang terlibat dalam produksi laptop merah putih tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan keempat PTN tersebut bukan program perorangan, melainkan institusi.


"Sebagian besar dosen dan peneliti ITB yang memiliki kompetensi yang terkait akan dilibatkan, tentu tergantung dari dana yang tersedia dan aturan yang berlaku," kata Reini dalam keterangan tertulis yang diterima I, Selasa (27/7).

Menurut Reini, program laptop Merah Putih yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) akan melibatkan dosen dan peneliti dari multi-disiplin. Tetapi yang paling banyak adalah dari bidang Teknik Elektro dan Informatika.

Terdapat lima koordinator yang akan mengelola kegiatan pengembangan untuk bagian-bagian yang berbeda dari sistem laptop merah putih.

"Jadi, andaikata setiap bidang ada lima anggota peneliti dan teknisi, maka paling tidak ada 25 orang peneliti dan teknisi di setiap PTN. Jika, terdapat mahasiswa yang nanti akan dilibatkan, maka jumlah yang terlibat lebih banyak lagi," ucapnya.

Reini lebih jauh menjelaskan, terdapat lima kategori kegiatan dalam tim masing-masing di PTN anggota konsorsium, yaitu terkait dengan platform hardware atau perangkat keras, platform sistem operasi, software (perangkat lunak) aplikasi, perangkat peripherals, dan komponen.

Masing-masing kategori kegiatan ini membentuk jadi sebuah sub tim yang memiliki koordinator tim ahli masing-masing yang akan memiliki anggota peneliti dan teknisi.

"Tim akan bekerjasama dengan mitra industri untuk sisi produksinya. Tim ahli lebih fokus kepada RDE (penelitian, pengembangan, dan kerekayasaan), sementara untuk produksinya akan bekerjasama dengan mitra industri, baik lokal maupun multi-nasional," tutur Reini.

Menurut Reini, anggaran program laptop Merah Putih akan disediakan oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek, baik untuk kegiatan RDE maupun pengadaan laptopnya yang akan diproduksi oleh mitra industri konsorsium.

"Keperluan dana sedang dipersiapkan. Jumlah dana persisnya sebaiknya ditanyakan ke pihak Kemendikbudristek," ucap Reini.

Sebelumnya Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan pihaknya membeli alat-alat TIK dengan total anggaran mencapai Rp17,42 triliun hingga 2024 untuk program digitalisasi sekolah.

Alat-alat TIK yang hendak dibeli Kemendikbudristek antara lain, laptop,access point, konektor, layar proyektor, dan speaker aktif, hingga internet router.
Nadiem menyebut peralatan TIK yang hendak dibeli dan dikirim ke berbagai sekolah di Indonesia merupakan produk dalam negeri (PDN).

Pada pengadaan program digitalisasi sekolah tahun 2021, pihaknya telah mengirimkan 190.000 laptop ke 12.000 sekolah dari berbagai jenjang, mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA.

Total anggaran yang dihabiskan untuk realisasi tersebut sebanyak Rp1,3 triliun. Nadiem juga menyatakan akan terus menggunakan produk dalam negeri pada pelaksanaan program berikutnya.

Spesifikasi Laptop Merah Putih Berbeda

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK