Menilik Pembangunan Ladang Rudal Balistik Milik China

CNN Indonesia | Rabu, 28/07/2021 20:43 WIB
China dikabarkan terus memperkuat persenjataannya untuk mempertahankan kedaulatan negara. Ilustrasi rudal balistik China. (Foto: Maxime POPOV / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

China disebut sedang membangun ladang rudal balistik kedua di gurun barat di dekat Hami di bagian timur wilayah Xinjiang. Bagi para peneliti ini menandakan potensi perluasan persenjataan nuklir China.

Diidentifikasi melalui citra satelit, pangkalan rudal baru ini dapat mencakup 110 silo (situs peluncuran) rudal balistik.

Menurut CNN, gudang ini menjadi lapangan silo kedua yang ditemukan bulan ini oleh para peneliti. Itu membuktikan pembangunan 120 silo yang tampaknya sedang dibangun di provinsi tetangga Gansu, seperti yang dirinci Pusat Studi Nonproliferasi James Martin.


Pembangunan ini masuk akal mengingat selama beberapa dekade, China telah mengoperasikan sekitar 20 silo untuk rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar cair yang disebut DF-5.

Dan kini tampaknya mereka akan membangun 10 kali lebih untuk menampung ICBM terbarunya, DF-41, menurut laporan FAS.

"Program silo rudal China merupakan konstruksi silo paling luas sejak konstruksi silo rudal AS dan Soviet selama Perang Dingin. Jumlah silo baru China yang sedang dibangun melebihi jumlah ICBM berbasis silo yang dioperasikan Rusia, dan lebih dari setengah ukuran seluruh pasukan ICBM AS," menurut laporan itu.

Sementara itu Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm memperkirakan China sebelumnya hanya memiliki sekitar 350 hulu ledak nuklir.

Namun jumlah hulu ledak China telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, atau naik dari 145 hulu ledak pada tahun 2006 menurut institut tersebut. Pentagon memperkirakan persediaan China akan setidaknya dua kali lipat selama dekade berikutnya.

"Kekuatan nuklir China telah berkembang selama 10 tahun terakhir dengan peluncur rudal mobile-baru-baru ini bergabung dengan pembom H-6N berkemampuan nuklir, rudal balistik kapal selam baru, dan semakin banyak silo statis, ini memberi China sebuah triad nuklir yang semakin kuat dan dapat bertahan," kata Drew Thompson, mantan pejabat Departemen Pertahanan AS.

Sementara itu pejabat China secara berulang kali mengatakan negaranya tidak akan menggunakan senjata nuklir kecuali diserang terlebih dahulu. Kemudian kekuatan nuklirnya dijaga pada "tingkat minimum yang diperlukan untuk menjaga keamanan nasional."

"Ini adalah kebijakan dasar konsisten pemerintah China," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying pada Januari.

Fakta ladang nuklir China

Terlepas dari itu disebutkan bila ladang silo baru milik China kini terhampar di atas lahan seluas 800 kilometer persegi di dekat kota Hami di Xinjiang timur, dan sekitar 380 kilometer barat laut dari ladang lainnya di Gansu.

Kristensen, direktur Proyek Informasi Nuklir di FAS, dan salah satu penulis laporan terbaru, mencatat silo baru terletak cukup jauh dari garis pantai China. Sehingga ini diklaim tidak dapat dihantam oleh rudal jelajah yang ditembakkan dari AS atau negara lain.

Pengamat mencatat sebanyak 350 senjata nuklir China ditempatkan di posisi yang aman dan dijaga sejumlah senjata berat.

The Washington Post menyebutkan proyek ini memungkinkan bagi China menyembunyikan senjata-senjata pemusnah yang cukup ditakuti. Tangkapan satelit senjata-senjata itu berada di gurun yang membentang ke barat dan barat daya Yumen, sebuah kota berpenduduk 170 ribu orang di sepanjang Jalur Sutra kuno China.

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK