RI Garap 10 Ribu Laptop Merah Putih, Komponen Lokal 40 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 07:01 WIB
10 ribu laptop merah putih akan digarap pemerintah bersama ITB, UGM dan ITS. Ilustrasi laptop merah putih. (BreakingPic/Pexels)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud Ristek, Paristiyanti Nurwardani mengungkap kerja sama antara pemerintah dengan tiga Universitas Negeri untuk memproduksi 10 ribu unit laptop merah putih.

"2021 akan diimplementasikan membuat model Laptop merah Putih Dikti-edu sebanyak 10.000 oleh 3 Universitas," ujar Paristiyanti kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Kamis (29/7).

Lebih lanjut Paristiyanti menjelaskan dalam pengembangan laptop merah putih besutan Kemendikbud itu menggaet tiga universitas dalam pengembangannya. Yakni terdiri dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).


Ia juga menjelaskan pengembangan laptop merah putih juga menggaet mahasiswa tunanetra dalam mengembangkan perangkat lunak atau software.

Paristiyanti juga mengungkap persentase komponen produksi yang dibuat di Indonesia atau TKDN. Menurutnya pada tahun 2021 TKDN pada laptop merah putih memiliki persentase 25 hingga 30 persen, Pada 2022 persentasenya lebih dari 40 persen dan pada 2023 memiliki persentase 40 hingga 65 persen.

Saat ditanya bagaimana mekanisme kerja sama dan kontribusi enam perusahaan dalam pengembangan laptop itu, Paristiyanti enggan menjelaskan lebih lanjut terkait hal itu.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan ada enam produsen lokal yang siap memenuhi kebutuhan pengadaan laptop untuk Kemendikbudristek dan pemerintah tahun ini.

Enam perusahaan itu meliputi PT Zyrexindo Mandiri Buana sebanyak 317 ribu unit pada November 2021, PT Tera Data Indonesia 205 ribu unit, dan PT Supertone 21 ribu unit.

Kemudian, PT Evercross Technology Indonesia sebanyak 55 ribu pada November 2021, PT Bangga Teknologi Indonesia 20 ribu unit, dan Acer Manufacturing Indonesia 100 ribu unit.

Paristiyanti juga menjelaskan bahwa laptop merah putih dirancang dengan beberapa software, yakni e modul dikti, secure test, dan diklaim ramah tuna netra. Nantinya laptop ini juga akan dijual ke pasaran dengan harga Rp5 hingga Rp7.5 juta tergantung tipe.

Di samping itu Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan proyek pengembangan laptop merah putih bukan program perorangan, melainkan merupakan program institusi.

Reini menjelaskan program laptop merah putih itu akan melibatkan dosen dan peneliti dari multi-disiplin. Namun yang paling banyak akan melibatkan sdm dari bidang teknik elektro dan informatika.

Menurut Reini, anggaran program laptop Merah Putih akan disediakan oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbud-Ristek, baik untuk kegiatan RDE maupun pengadaan laptopnya yang akan diproduksi oleh mitra industri konsorsium.

(DAL/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK