LEGENDA OTOMOTIF

Sejarah Lancer Evolution yang Penuh Adrenalin Balap Reli

CNN Indonesia
Jumat, 27 Aug 2021 19:23 WIB
Sebelum kini lebih fokus pada SUV, Lancer Evolution pernah membuat Mitsubishi dikenal sebagai jagoan sedan performa. 2015 Lancer Evolution Final Edition. (Wieck/Mitsubishi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penggemar sedan pasti tak asing dengan produk Mitsubishi bernama Lancer. Mobil ini merupakan produk unggulan dan terbilang berhasil mengangkat nama Mitsubishi pada kancah otomotif global.

Mobil ini hadir sejak 1970-an dan terjual lebih dari 7 juta unit di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, Lancer pertama mengaspal pada 1981 dengan kemunculan seri 1400SL melalui Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB).


Model tersebut juga yang kemudian menjadi pintu pembuka bagi generasi-generasi-generasi Lancer lainnya masuk Indonesia.

Mobil bermesin 1.400cc transmisi lima percepatan didesain untuk menggoda kaum muda pada eranya dan terbilang sukses mengganggu rivalnya, Toyota Corolla DX.

1400SL mengalami tiga kali penyegaran khususnya minor facelift dan produksinya berhenti pada 1984.

Lalu sejak 1984 sampai 1987. Lancer ditawarkan dalam dua model, yaitu sedan dan hatchback. Berikutnya ada Lancer Dan Gan yang diproduksi mulai 1987 dan mengalami facelift pada 1989 dan produksinya berakhir 1992 kemudian diteruskan seri berikutnya.

Evolution

Konsep Lancer adalah sedan keluarga, sementara versi lebih agresif dinamakan Lancer Evolution.

Lancer Evolution merupakan mobil yang turut membesarkan nama Mitsubishi berkat kiprahnya di ajang reli dunia (WRC).

Dari ajang WRC lahir Mitsubishi Lancer Evolution untuk pertama kalinya pada Oktober 1992.

Saat itu ada syarat yang diberikan untuk masuk ke dalam FIA Group A atau mobil reli berbasis dari mobil produksi massal. Untuk bisa ikut serta dalam WRC setiap pabrikan diharuskan memproduksi mobil balapnya untuk dijual kepada publik minimal 2.500 unit.

Sejak saat itulah Mitsubishi Lancer Evolution memulai kiprahnya di dunia otomotif hingga lahir 10 model Lancer Evolution, mengutip situs resmi Mitsubishi.

Di Indonesia banyak masyarakat Indonesia mengenal Lancer dengan sebutan Lancer Evo, atau kependekan dari Evolution.

Seri Pertama Evo

Setelah target 2.500 unit Lancer Evolution produksi massal terpenuhi, kiprah Lancer Evolution dimulai. Saat itu juga banyak anggapan dari pabrikan mobil, mobil produksi massal akan laris manis jika berhasil di ajang balap.

Untuk membuat Lancer Evolution ini kompetitif, Mitsubishi menggunakan bodi dari Lancer yang ringan dan ringkas serta diracik menggunakan mesin 4G63T dengan turbocharger yang berasal dari Galant VR-4.

Racikan itu kemudian dikombinasikan dengan penggerak 4WD fulltime yang sudah terbukti pada generasi keenam Galant VR-4.

Mesin ini tentu dimodifikasi sehingga memiliki tenaga 250 PS, atau 10 PS lebih besar dari standar Galant VR-4. Kekuatan bodi ditingkatkan tapi juga mengurangi bobot dengan kap mesin aluminium.

Kemudian suspensi dioptimalkan sehingga lebih kaku. Lalu Sistem aerodinamika juga lebih baik dengan lubang besar pada bumper depan dan spoiler belakang.

Lancer Evolution versi produksi massal ini punya dua model, GSR dan RS.

Sebanyak 2.500 unit Lancer Evolution I ini langsung ludes terjual hanya beberapa hari setelah peluncurannya. Total hanya 5.000 unit Lancer Evolution diproduksi pada batch pertama 1992-1993 dan semuanya diracik dengan setir kanan karena hanya dijual untuk pasar Jepang.

Kesuksesan Lancer Evolution generasi pertama di kancah reli WRC tampaknya membuat Mitsubishi menghadirkan suksesornya yaitu Lancer Evolution II pada Januari 1994.

Tentunya Lancer Evolution II ini hadir dengan perbaikan dari generasi sebelumnya, terutama di area pengendalian dan stabilitas.

Perbedaan ada pada Limited Slip Differential (LSD) dan digantikan dengan pelat untuk membuatnya lincah di tikungan. Wheelbase yang lebih panjang juga membuat mobil ini lebih stabil.

Selanjutnya Lancer Evolution III hadir Februari 1995 dengan aerodinamika dan pendinginan mesin lebih baik. Baru pada Oktober 1995, mobil penumpang Lancer mendapat full model change, begitu juga Lancer Evolution yang masuk generasi keduanya atau dikenal juga sebagai Evo IV.

Tidak sampai di situ, Lancer Evolution V diluncurkan pada Januari 1998 dengan modifikasi cukup heboh guna mengikuti perkembangan di mobil reli Group A.

Alasannya karena saat itu FIA baru saja memberikan kebebasan bagi pabrikan untuk memodifikasi mobilnya. Contoh pada mesin menggunakan piston lebih ringan, nozzle turbocharger lebih besar dan beberapa ubahan lain sehingga menghasilkan torsi maksimum hingga 373 Nm di 3.000 rpm.

Masih mengadopsi platform yang sama dengan generasi sebelumnya, Evo VI pun meluncur di tengah pamor Lancer Evo yang terus meroket. Model ini eksis dari Januari 1998 hingga maret 2001.

Generasi ke VII Lancer Evo ini lahir dan eksis mulai dari Maret 2001 hingga Januari 2003, mengutip Intersport.

Lihat Juga :
Legenda Otomotif
Terbuai Racun Vespa

Mitsubishi Lancer Evo lalu mendapat penyempurnaan pada 2003. Sedan sport ini mengusung model GSR dan RS yang dilengkapi atap baja serta transmisi 5-percepatan.

Selanjutnya Mitsubishi Lancer Evolution IX dikenalkan di Jepang pada 3 Maret 2005 di ajang Geneva Motor Show. Lalu generasi 10 juga lahir pada tahun yang sama saat Mitsubishi memperkenalkan Lancer Evolution dengan konsep baru di ajang Tokyo Motor Show.

Mobil ini kemudian diberi nama Concept-X yang didesain Omer Halilhodzic, perusahaan desain asal Eropa.

Model ini dibenamkan mesin anyar berkode 4B11T berkapasitas 2.0L turbocharged, all-aluminium inline-4 engine. Tenaga mobil diketahui bervariasi sesuai dengan pasar yang dituju.

Tapi ada tenaga minimal Lancer Evolution X ini yaitu sebesar 280 hp. Di Inggris, generasi ini bahkan bertenaga minimal antara 300 hp sampai 360 hp.

Namun nama Lancer atau Evo kini hanya menjadi legenda. Perusahaan memilih tidak melanjutkannya pada 2017 dengan alasan bisnis sehingga lebih mengincar 'kue' yang lebih besar, yaitu SUV. Dalam artian Mitsubishi menyudahi semua jenis sedan.

Hal ini terlihat dari ragam produk Mitsubishi masa kini. Mitsubishi hanya menggunakan nama, bukan membuat sedan penerus.

Misal nama Eclipse digunakan pada Eclipse Cross, namun wujudnya bukan lagi sedan performa melainkan SUV. Evolution juga digunakan pada mobil konsep 'e-Evolution', namun lagi-lagi wujudnya SUV, bukan sedan.

(ryh/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER