China Mulai Perketat Algoritma Perusahaan Teknologi

CNN Indonesia | Senin, 30/08/2021 21:59 WIB
China semakin memperketat penggunaan algoritma oleh pengembang aplikasi dan perusahaan teknologi buat menjaring pelanggan. Ilustrasi. China semakin memperketat penggunaan algoritma oleh pengembang aplikasi dan perusahaan teknologi buat menjaring pelanggan. (Istockphoto/ Dusanpetkovic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Pengatur Ruang Siber China membuat aturan baru dengan memperketat penggunaan algoritma oleh pengembang aplikasi dan perusahaan teknologi buat menjaring pelanggan.

Peraturan itu bertujuan mengelola bagaimana perusahaan teknologi menggunakan algoritma ketika memberikan jasa kepada konsumen.

Langkah itu memperlihatkan pemerintah China semakin memperluas peranan mereka dalam sektor internet buat memperkuat privasi data dan menjaga hak-hak konsumen.


Selain itu, peraturan yang dirancang lembaga itu juga membatasi praktik anti-kompetisi demi mengekang pengaruh perusahaan teknologi besar.

Seperti dilansir Associated Press, Minggu (29/8), di bawah rancangan peraturan baru itu, perusahaan teknologi harus membeberkan prinsip dasar, tujuan, dan mekanisme operasi dari layanan rekomendasi algoritma.

Kemudian, mereka juga harus menyertakan opsi yang nyaman bagi pengguna untuk menyuntik mati layanan yang sudah tidak digunakan lagi.

Algoritma juga tidak boleh digunakan dengan cara yang dapat memicu perilaku kecanduan konsumen.

Maksudnya, para regulator tidak boleh mendorong konsumen dengan rekayasa algoritma buat memanipulasi alam pikir sehingga membelanjakan uang secara berlebihan.

Perusahaan yang menggunakan algoritma dengan cara memengaruhi opini publik juga harus menyerahkan algoritma mereka untuk disetujui lembaga itu.

Jika tidak dilakukan, mereka akan didenda sampai 30.000 yuan atau sekitar US$4.630.

Salah satu perusahaan teknologi China, Bytedance, menggunakan algoritma guna memberikan rekomendasi ke pengguna video.

Sementara algoritma Alibaba menyesuaikan rekomendasi produk untuk setiap pengguna di platform e-commerce Taobao berdasarkan riwayat penelusuran dan pembelian mereka.

Perusahaan teknologi terbesar China seperti Alibaba dan Tencent mengalami pertumbuhan yang sangat tinggi dalam dekade terakhir karena ratusan juta pengguna internet China dengan cepat mengadopsi ponsel pintar.

Algoritma dan data yang dikumpulkan dari pengguna menjadi aset berharga karena perusahaan dapat menambang data atau merekomendasikan konten yang lebih terarah dan dibuat khusus kepada pengguna.

Akan tetapi, regulasi yang lemah di sekotr ini juga menyebabkan peningkatan pengumpulan data pengguna yang berlebihan, penipuan online, dan praktik konsumen yang tidak adil di seluruh sektor teknologi.

Dalam beberapa kasus, algoritma juga digunakan dalam penetapan harga diferensial untuk konsumen.

(din/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK