Unik, Selandia Baru Uji Coba Salurkan Listrik Tanpa Kabel

CNN Indonesia | Senin, 06/09/2021 08:01 WIB
Pemerintah Selandia Baru dan perusahaan rintisan bernama Emrod bakal menguji coba aliran listrik nirkabel atau tanpa kabel. Ilustrasi. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Selandia Baru dan perusahaan rintisan bernama Emrod bakal menguji coba aliran listrik nirkabel (tanpa kabel).

Perusahaan pemasok listrik terbesar kedua di Selandia Baru, Powerco, akan menguji teknologi Emrod mulai tahun ini.

Buat menghantarkan energi secara nirkabel, Emrod menghasilkan listrik dalam pancaran yang rapat dan terfokus di pita spektrum elektromagnetik Industri, Ilmiah, dan Medis non-pengion-bagian pita radio yang sesuai dengan frekuensi Wi-Fi dan Bluetooth.


Dari sana, antena pemancar mengirimkan daya melalui berbagai titik relai ke antena penyearah atau rektena buat mengangkut gelombang dalam rentang frekuensi yang sama dengan oven microwave. Sementara itu, laser kecil memantau rektena untuk mendeteksi adanya penghalang di antara titik relai.

Cara itu dinilai bisa menghilangkan radiasi gelombang mikro dari luar.

Emrod berencana menyebarkan prototipe infrastruktur energi nirkabel di bentangan 39 meter. Mereka menggunakan rektena yang meneruskan gelombang mikro listrik dari satu titik jalan ke titik jalan berikutnya.

Cara itu dinilai cocok buat menyalurkan listrik secara nirkabel di Selandia Baru yang bentang alamnya merupakan wilayah pegunungan.

Elemen persegi khusus dipasang pada tiang intervensi yang bertindak sebagai titik tembus yang membuat listrik tetap menyala, dan area permukaan yang lebih luas menangkap seluruh gelombang.

"Kami mengembangkan teknologi untuk transmisi daya nirkabel jarak jauh," kata pendiri Emrod, Greg Kushnir, seperti dikutip dari Popular Mechanics beberapa waktu lalu.

"Teknologi itu sendiri sudah ada cukup lama. Kedengarannya futuristik dan fantastis tetapi telah menjadi proses berulang sejak Tesla," tambahnya.

Selandia Baru Bakal Uji Coba Listrik Nirkabel

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK