Ahli Temukan Fosil 'Naga Terbang' di Gurun Chile

CNN Indonesia | Sabtu, 18/09/2021 19:00 WIB
Para ilmuwan berpikir kadal bersayap itu adalah anggota Rhamphorhynchinae, subfamili rhamphorhynchoids, yang merupakan satu dari dua jenis utama pterosaurus. Ilustrasi fosil kadal bersayap. (Foto: Luis A. Coloma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para ilmuwan mengklaim telah berhasil mengidentifikasi sisa-sisa fosil kadal bersayap digali di Gurun Atacama Chile yang disebut sebagai naga terbang. Penemuan ini menjadi yang pertama dari jenisnya yang ditemukan di belahan bumi selatan.

Mengutip livescience, Sabtu (18/9), pterosaurus [kadal bersayap] yang diduga membubung di langit 160 juta tahun yang lalu memiliki lebar sayap 6,5 kaki atau 2 meter, ekor panjang dan runcing, dan gigi yang menonjol keluar.

Meskipun genus dan spesies kadal bersayap yang tepat tak diketahui, para ilmuwan berpikir itu adalah anggota Rhamphorhynchinae, subfamili rhamphorhynchoids, yang merupakan salah satu dari dua jenis utama pterosaurus.


Sementara, jika dibandingkan dengan pterodactyloids, seperti genus pteranodon yang termasuk spesies dengan lebar sayap lebih dari 23 kaki atau 7 meter, Rhamphorhynchinae rata-rata lebih kecil.

Spesies itu memiliki ekor lebih panjang dan memiliki rahang gigi penuh. Biasanya, spesies itu menggunakan rahang gogonya untuk menangkap ikan dan mamalia laut kecil dari laut.

Penemuan ini menjadi yang pertama bahwa anggota subfamili Rhamphorhynchinae ditemukan di bawah khatulistiwa. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Acta Palaeontologica Polonica, Senin (6/9).

"Penemuan ini sangat menarik. Kami adalah ahli paleontologi pertama yang mengungkapkan keberadaan subfamili Rhamphorhynchinae di belahan Bumi Selatan. Sebelum penemuan ini, diperkirakan bahwa pterosaurus ini tidak ada di garis lintang ini," papar seorang ilmuwan Universitas Chili Jhonatan Alarcon.

Sementara, Direktur Museum Sejarah Alam Gurun Atacama Osvaldo Rojas menemukan fosil itu pada 2009. Rojas membelah batu gurun dan menemukan tulang-tulang reptil purba yang telah lama menjadi fosil terawetkan di dalamnya.

Alarcon mengungkapkan terdapat sisa-sisa spesies yang tidak diketahui dalam subfamili Rhamphorhynchinae.

Menurutnya, sisa-sisa reptil itu berakhir begitu jauh di selatan, di Chili Utara, beristirahat di atas pasir tempat terkering di bumi.

"Kami tidak dapat mengatakan bahwa pterosaurus ini adalah spesies yang bermigrasi," kata Alarcon.

Ia menyebut hasil dari analisis itu menunjukkan terdapat satu anggota Rhamphorhynchinae yang tersebar dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan.

Selanjutnya, Alarcon mengatakan bahwa ketika kadal bersayap kuni masih hidup, sebagian besar daratan belahan bumi selatan adalah bagian dari superbenua yang disebut Gondwana. Superbenua itu terbentuk setelah superbenua Pangea terbelah menjadi dua.

Alarcon berspekulasi bahwa naga terbang Chili dapat melayang ke selatan dari super benua utara Laurasia ke Gondwana. Hal ini karena beberapa anggota Rhamphorhnchinae juga telah ditemukan di sepanjang pantai Kuba modern.

Menurutnya, naga Chile kemungkinan tersebar mengikuti pantai selatan.

"Mungkin mengikuti garis pantai sehingga tidak terlalu jauh dari makanannya," kata Alarcon.

Langkah selanjutnya, para peneliti akan mengekstrak bagian akhir dari fosil yang tetap terperangkap di dalam batu.

Kemudian, mereka berencana membuat perbandingan lebih lanjut antara pterosaurus dan lainnya dalam subfamili yang sama. Dengan melakukan itu, mereka berharap dapat mengetahui apakah pterosaurus adalah spesies yang baru.

(aud/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK