Gempa 6,0 Magnitudo Guncang Australia, Warga Melbourne Panik

CNN Indonesia | Rabu, 22/09/2021 09:59 WIB
Gempa berkekuatan 6,0 magnitudo melanda wilayah dekat Melbourne, Australia, pada Rabu (22/9), memicu kepanikan dan menyebabkan kerusakan bangunan. Gempa berkekuatan 6,0 magnitudo melanda wilayah dekat Melbourne, Australia, pada Rabu (22/9), memicu kepanikan dan menyebabkan kerusakan bangunan. (AFP/William West)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi berkekuatan 6,0 magnitudo melanda wilayah dekat Melbourne, Australia, pada Rabu (22/9), memicu kepanikan dan menyebabkan kerusakan bangunan.

Badan Geofisika Australia melaporkan bahwa pusat gempa berada di dekat kota Mansfield, negara bagian Victoria, sekitar 200 kilometer timur laut Melbourne. Gempa ini terjadi pada kedalaman 10 kilometer.

Warga di Melbourne pun panik dan langsung berlarian keluar gedung ketika gempa terjadi, salah satunya Zume Phim.


"Seluruh bangunan bergetar. Semua jendela, kaca, bergetar, seperti gelombang guncangan. Saya tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Sedikit menakutkan," kata Phim kepada AFP.

Foto dan rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan puing-puing menghalangi salah satu jalan utama di Melbourne.

Sementara itu, warga di bagian utara kota juga mengeluhkan listrik padam. Beberapa mengatakan mereka sudah dievakuasi dari gedung.

Gempa juga dirasakan hingga Kota Adelaide, negara bagian Australia Selatan, dan Sydney di negara bagian New South Wales.

Sejauh ini, tak ada laporan kerusakan atau korban luka di luar Melbourne.

"Kami tak mendapat laporan cedera serius, atau lebih parah, dan itu berita yang sangat bagus. Kami berharap kabar baik akan terus berlanjut," ujar Perdana Menteri Scott Morrison kepada wartawan di Washington.

Morrison mengatakan, gempa bumi memang merupakan peristiwa yang sangat langka di Australia.

"Ini adalah peristiwa yang sangat langka di Australia, dan dampaknya, saya yakin orang akan tertekan dan terganggu," tuturnya.

Di Australia timur, gempa memang jarang terjadi karena posisi wilayah ini berada di tengah Lempeng Tektonik Indo-Australia.

Guncangan yang terjadi hari ini disebut gempa paling besar di Australia, melebihi gempa besar sebelumnya dengan kekuatan 5,6 magnitudo di Newcastle pada 1989. Saat itu, jumlah korban tewas mencapai 13 jiwa.

"(Gempa ini) peristiwa terbesar di Australia tenggara untuk waktu yang lama," kata Ahli Geologi dari Universitas Melbourne, Mike Sandiford.

[Gambas:Video CNN]

Ia lalu berkata, "Kami punya beberapa riwayat gempa yang sangat besar pada magnitudo 6,0 di akhir 1800-an, meskipun tak diketahui dengan pasti angka magnitudonya."

Gempa semacam itu diperkirakan terjadi setiap 10 hingga 20 tahun di tenggara Australia. Gempa terakhir terjadi pada tahun 2012.

Sandiforf mengungkapkan, Australia harus mengantisipasi gempa susulan.

"Mungkin selusin atau lebih yang akan dirasakan, setidaknya di dekatnya," katanya.

Gempa semacam itu akan diprediksi bakal menyebabkan kerugian miliaran dolar jika terjadi di Melbourne.

(isa/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK