Tak Cuma Paracetamol, Polusi Teluk Jakarta Logam Berat-Amonia

lnn | CNN Indonesia
Senin, 11 Okt 2021 19:05 WIB
Penelitian menyebut kawasan Teluk Jakarta bukan hanya tercemar Paracetamol tapi terdapat pencemar lebih berbahaya seperti logam berat hingga amonia. Penelitian menyebut kawasan Teluk Jakarta bukan hanya tercemar Paracetamol tapi terdapat pencemar lebih berbahaya seperti logam berat hingga amonia. (ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah penelitian yang dilakukan peneliti di wilayah perairan Teluk Jakarta tidak hanya parasetamol (paracetamol) tapi juga tercemar polutan yang lebih berbahaya dengan konsentraasi tinggi seperti logam berat hingga amonia.

Sebelumnya sebuah studi berjudul 'High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia' yang ditulis peneliti Oseanografi LIPI Wulan Koagouw dan Zainal Arifin bersama dua peneliti lain menyatakan wilayah Teluk Jakarta memiliki konsentrasi tinggi.

Namun sejumlah penelitian di masa lalu menyatakan Teluk Jakarta tidak hanya terkontaminasi parasetamol.

Pada tahun 2018, peneliti Ekotoksikologi Institur Pertanian Bogor (IPB) Etty Riani bersama peneliti Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI) Muhammad Reza Cordova dan Zainal Arifin menerbitkan hasil studi yang membahas tentang polusi logam berat di Teluk Jakarta yang mengganggu kelangsungan budidaya kerang hijau di wilayah tersebut.

Pada studi yang berjudul 'Heavy metal pollution and its relation to the malformation of green mussels cultured in Muara Kamal waters, Jakarta Bay, Indonesia,' mereka menjelaskan Teluk Jakarta telah terkontaminasi oleh polutan organik dan non-organik, termasuk logam berat.

Polusi logam berat

Studi yang diterbitkan di National Library of Medicine tersebut menganalisis efek dari kontaminasi logam berat pada budidaya kerang hijau di wilayah Muara Kamar, Teluk Jakarta selama lebih dari tujuh bulan.

Hasil dari studi tersebut menyatakan terdapat konsentrasi tinggi logam berat seperti air raksa (Hg), timbal atau timah hitam (Pb), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), dan Sodium sulfida atau timah putih (Sn) pada perairan tersebut dan pada jaringan kerang kerang hijau yang diamati tadi.

Lebih lanjut mereka menyatakan akumulasi paparan logam berat secara terus menerus mengakibatkan kurang lebih 60 persen kerang hijau mengalami malformasi atau cacat pada cangkangnya.

Peneliti menyatakan penyebab utama dari kecacatan tersebut diduga dari paparan timah hitam, air raksa, dan timah putih.

Sampah

Selain itu, pada studi lain oleh LIPI, peneliti menemukan wilayah Teluk Jakarta dibanjiri sampah tak kurang dari 8,32 ton setiap hari.

Studi yang dilakukan oleh Peneliti Oseanografi LIPI, Muhammad Reza Cordova dan Intan Suci Nurhati menyatakan enam jenis sampah dan 19 kategori sampah plastik dikirimkan dari sembilan sungai di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang pada rentang Juni 2015 hingga 2016.

Cordova menggarisbawahi pentingnya pemantauan pada polusi yang disebabkan sampah plastik dari Indonesia.

Hal itu dikarenakan dengan garis pantai sepanjang 99 ribu kilometer dan populasi penduduk terbanyak keempat di dunia, Indonesia disebut sebagai penyumbang sampah laut terbesar kedua setelah China.

Polutan lain

Selain sampah, sungai-sungai di kawasan Jakarta pun menyumbang kontaminasi amonia, Nitrat, dan Fosfat ke wilayah perairan Teluk Jakarta.

Peneliti dari Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB, Ario damar dan Yonvitner melakukan studi untuk mengamati kandungan air yang ada pada aliran sungai ciliwung.

Aliran sungai Ciliwung disebut salah satu penyumbang besar pada polusi yang terjadi di Teluk Jakarta.

Pencemaran ini diduga berasal dari limbah rumah tangga, terutama dari kawasan tinggal kumuh yang langsung membuang air limbah rumah tangganya ke sungai.



(eks/eks)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER