Waspada Ransomware, PC-Laptop Terkunci Imbas Software Ilegal

CNN Indonesia | Selasa, 12/10/2021 09:30 WIB
Modus penyebaran ransomware saat ini sudah berubah dan paling banyak adalah melalui link download ilegal dan email. Ilustrasi Ransomware menyebar dari email. (Foto: iStock/Chainarong Prasertthai)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengguna laptop dan PC harus lebih waspada terhadap ransomware yang kemungkinan menginfeksi perangkat dari hasil mengunduh (download) perangkat lunak bajakan atau membuka sembarangan tautan (link) yang disebar lewat email.

IT Security Consultant PT Prosperita ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, mengatakan bahwa modus penyebaran ransomware saat ini sudah berubah dan paling banyak adalah melalui link download ilegal dan email. Ransomware dapat mengunci layer atau mengenkripsi file milik korban.

"Modusnya masih mirip, pertama dari download dan kedua dari email, kalau hacking kayaknya malah sedikit banget. Tapi kalau ransomware sendiri kebanyakan dia dari email sama download," kata Yudhi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (11/10).


Mengutip situs BSSN, ransomware merupakan salah satu jenis malware yang bertujuan memeras korban. Sesuai namanya, malware ini terdiri dari kata, ransom (tebusan) dan malware. Mereka akan menyebar malware yang mengunci (dengan cara mengenkripsi data) PC atau laptop pengguna dan meminta sejumlah bayaran agar pengguna bisa membuka kembali data yang ada di laptop atau PC mereka. 

Menurut Yudhi, penyebaran ransomware dari file unduhan (download) ilegal paling banyak menjangkit pengguna laptop dan PC. Sedangkan serangan ransomware lewat email dominan dialami oleh suatu perusahaan atau kantor tentu yang memiliki email tersendiri.

Yudhi menyebut bahwa penggunaan alat kerja di rumah lebih banyak mengunduh suatu aplikasi atau file dari situ yang tidak jelas atau bukan situs resmi sehingga potensi masuk ransomware lebih besar.

"Ada dua jenis [penyebaran dari download], tapi yang paling banyak adalah tipe yang vektor, jadi vektor ini, ketika kita download program atau aplikasi apa, atau ngecrack, nah di dalam file download ada vektor ransomware, belum ransomwarenya masih vektornya, di saat vektor itu dijalankan dia akan memanggil ransomwarenya, mendownload ranesomwarenya. Setelah dia jalankan sekian lama baru ransomware terinstal," jelas Yudhi.

Sedangkan untuk penyebaran ransomware lewat email, Yudhi mengatakan paling banyak adalah lewat attachment file yang diunduh. Dalam file tersebut biasanya terdapat vektor ransomware.

"Vektor ini pembawanya, jadi ketika attachment didownload dan jalan dia panggil ransomwarenya," imbuhnya.

Selain melalui dua acara tersebut, menurut Yudhi akhir-akhir ini juga penyebaran ransomware kian marak melalui file XLS (excel) dan DOC.

"Namun akhir-akhir ini lagi naik itu melalui file XLS (excel) dan DOC, dia kayak kirim invoice untuk XLS atau DOC yang saat kita buka itu makronya jalan dia download ransomware nya," kata Yudhi.

Lebih lanjut, untuk mena meminimalisir penyebaran ransomware pada perangkat pengguna, Ydhi menyarankan untuk memasang anti malware yang bekerja di dua sisi.

"Yang pasti kita harus pasang anti malware di PC kita. Namun anti malware ini harus bekerja di dua sisi, pertama untuk file yang dia download dan sistemnya, dan yang kedua untuk emailnya," pungkas Yudhi.



(mth/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK