Kisah Aneh di Balik Penemuan Ransomware

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 13:10 WIB
Ransomware pertama kali ditemukan di komputer milik Eddy Willems yang bekerja di perusahaan asuransi di Belgia pada tahun 1989. Ilustrasi ransomware. (Istockphoto/ iLexx)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ransomware kerap mendatangkan malapetaka pada sistem komputer, baik setelah seseorang mengklik tautan berbahaya dan tanpa sadar menginstal perangkat lunak atau dari kerentanan di server yang sudah ketinggalan zaman.

Salah satu masalah terbesar terkait ransomware saat ini adalah tebusan dari pelaku berupa uang hingga cryptocurrency, seperti bitcoin agar tidak dapat dilacak.

Sementara sebagian besar aktivitas ransomware berskala besar berasal dari kelompok kejahatan terorganisir, seperti halnya dengan jaringan pipa Amerika Serikat beberapa waktu lalu.


Melansir CNN, ransomware dilaporkan pertama kali ditemukan di komputer milik Eddy Willems yang bekerja untuk sebuah perusahaan asuransi di Belgia pada tahun 1989. Ransomware itu muncul usai Willems memasukkan floppy disk atau disket ke dalam komputernya.

Disket itu adalah salah satu dari 20.000 yang dikirim melalui pos kepada peserta konferensi AIDS Organisasi Kesehatan Dunia di Stockholm. Atasan Willems memintanya untuk memeriksa apa yang ada di dalamnya.

Saat memasukkan disket itu, Willems berharap untuk melihat penelitian medis. Sebaliknya, ia justru menjadi korban tindakan pertama ransomware.

Beberapa hari setelah memasukkan disket, komputer Willems terkunci dan muncul pesan yang menuntut agar dia mengirim US$189 atau Rp2,7 juta (kurs Rp14.269) dalam amplop ke PO Box di Panama.

"Saya tidak membayar tebusan atau kehilangan data karena saya menemukan cara untuk membalikkan situasi," kata Willems.

Willems merupakan salah satu orang yang beruntung. Pasalnya, beberapa orang mengalami kerugian akibat hal itu.

Setelah kejadian itu, Willems mengaku mulai mendapat telepon dari lembaga dan organisasi medis. Mereka bertanya bagaimana Willems mengatasi ransomware.

"Insiden itu menimbulkan banyak masalah. kerusakan pada masa itu. Orang kehilangan banyak pekerjaan," kata Willems, yang sekarang menjadi pakar keamanan siber di G Data, yang mengembangkan solusi antivirus komersial pertama di dunia pada tahun 1987.

Ransomware Akan Terus Berkembang dan Sulit Dilacak

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK