Tantangan Ban Tanpa Udara, Kenyamanan dan Potensi Kendur

CNN Indonesia | Selasa, 12/10/2021 14:30 WIB
Ban tanpa udara menghadapi sejumlah tantangan yang harus diselesaikan sebelum diproduksi massal pada 2024. Ban tanpa udara Michelin akan diproduksi massal pada 2024. (Foto: michelinmedia.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ban tanpa udara otomatis menghilangkan insiden kurang tekanan dan ban bocor di jalan. Sesuai namanya ban tersebut memang diciptakan dengan sejumlah kelebihan antaranya anti-bocor meski tertusuk benda tajam.

Salah satu pabrikan yang telah membuat ban jenis ini yakni Michelin bekerjasama dengan General Motors. Ban tersebut dinamakan Uptis (Unique Puncture-Proof Tire System) yang direncanakan masuk jalur produksi massal pada 2024, sementara kini masih dalam tahap pengujian.

Namun penerapan ban ini tentu tak akan mudah. Banyak tantangan yang dihadapi yang harus diselesaikan sebelum diproduksi massal. Pabrikan pun harus terbuka terkait hasil dari proses uji coba selama ini.


Alasannya cukup banyak mulai dari material hingga potensi kendur dalam penggunaan untuk jangka waktu tertentu. Hal tersebut yang perlu ditelaah lebih jauh bagi produsen agar ban antibocor ini tidak berujung merepotkan atau malah membahayakan saat digunakan.

Ban tanpa udara memiliki sejumlah tantangan ketika digunakan seperti seberapa besar kemampuan menyerap goncangan, dinamika berkendara, pengereman, akselerasi, dan faktor lain juga perlu dievaluasi sebelum Uptis diproduksi massal dan dijual komersial.

Kendati banyak pekerjaan rumah, tetap pada dasarnya ban tanpa udara akan jadi solusi berkendara di masa yang akan datang.

Jika ditelaah, ban tanpa udara buatan Michelin dan Bridgestone memiliki keuntungan mulai tidak khawatir ban kempis di jalan seperti ban konvensional yang digunakan saat ini.

Selain itu ban seperti ini juga dianggap akan membantu menyelamatkan lingkungan. Sebab menurut penelitian sejumlah ahli, sekitar 200 juta ban bekas dibuang setiap tahun. Kondisi ini menjadi momok bagi lingkungan jika dibiarkan dalam waktu lama.

Uji coba ban tanpa udara

Paultan menyebutkan kedua perusahaan juga telah berkolaborasi untuk menguji kemampuan ban tanpa udara. Mengujinya di kontur jalan raya yang mulus hingga rusak menjadi agenda perusahaan.

Perusahaan juga melibatkan sejumlah produsen otomotif seperti General Motors untuk mengetahui seberapa kuat ban tanpa udara tersebut. Lokasi uji coba pun diperluas sampai ke Michigan, Amerika Serikat.

Harga ban tanpa udara

Michelin membocorkan harga ban tanpa udara Unique Puncture-proof Tire System (Uptis) antara US$40 atau senilai Rp639 ribu(kurs Rp14.202) hingga US$65 atau senilai Rp923 ribu per ban.

Sementara untuk harga ban tanpa udara lansiran Bridgestone QuietTrack diprediksi mulai US$133 per ban atau sekitar Rp1,9 juta (kurs Rp14.217,75).

[Gambas:Video CNN]



(ryh/mik)
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK