Astronom Temukan Sinyal Radio Misterius dari Bimasakti

CNN Indonesia | Rabu, 13/10/2021 17:00 WIB
Para ahli terus memantau sinyal radio misterius yang sangat terpolarisasi yang terletak empat derajat dari pusat galaksi di Bimasakti. Ilustrasi sinyal radio dari bimasakti. (Foto: Tangkapan layar web nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Astronom yang mempelajari wilayah inti galaksi menyebut telah menemukan sinyal radio baru misterius dari Bimasakti.

Penemuan gelombang misterius itu sudah tayang dalam The Astrophysical Jurnal pada 12 Oktober. Gelombang kosmik yang dianggap para astronom baru itu disebut sebagai spektrum curam yang sangat terpolarisasi yang terletak empat derajat dari pusat galaksi di Bimasakti.

The Astrophysical Jurnal menyebut sumber tersebut terdeteksi enam kali antara Januari 2020 dan September 2020 sebagai bagian dari survei Australian Square Kilometer Array Pathfinder Variables and Slow Transients (ASKAP VAST) pada 888 MHz. Ini menunjukkan tingkat tinggi (∼25 persen) dari polarisasi melingkar ketika terlihat.


"Kami memantau sumbernya dengan teleskop MeerKAT dari November 2020 hingga Februari 2021 dengan irama 2-4 minggu. Sumber tidak terdeteksi dengan MeerKAT sebelum tanggal 7 Februari 2021 ketika muncul dan mencapai kerapatan fluks puncak 5,6 mJy,"sebut peneliti dari University of Sydney, yang menerbitkan dalam sebuah studi baru di Astrophysical Journal.

"Sumbernya masih sangat terpolarisasi sirkular, tetapi juga menunjukkan polarisasi linier hingga 80%, dan kemudian memudar dengan cepat dengan skala waktu satu hari."

Saat ini, para astronom disebut berjuang untuk membayangkan objek seperti apa yang bisa mengirimnya keluar. Gelombang radio misterius itu disebut bervariasi dalam intensitas, berosilasi hanya dalam satu arah, berputar dari waktu ke waktu, dan secara acak menyala dan mati tanpa pola yang terlihat.

"Kami belum pernah melihat yang seperti ini. Awalnya kami mengira itu bisa jadi pulsar -- sejenis bintang mati berputar yang sangat padat -- atau jenis bintang yang memancarkan semburan matahari besar. Tapi sinyal dari sumber baru ini tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan dari jenis benda langit ini," kata Ziteng Wang, Ph.D. mahasiswa di University of Sydney dan penulis utama makalah tersebut dalam sebuah pernyataan dilansir techadar.com, Rabu (13/10).

Karena gelombang aneh tersebut tidak cocok dengan pola atau sumber yang telah diketahui sebelumnya, Wang menyebut gelombang itu dapat mewakili sinyal dari kelas objek yang sama sekali tidak diketahui. Akan tetapi objek itu mungkin sulit dibayangkan mengingat sifat aneh dari sinyal itu sendiri.

"Melihat ke arah pusat Galaksi, kami menemukan ASKAP J173608.2-321635, dinamai berdasarkan koordinatnya. Objek ini unik karena awalnya tidak terlihat. Lalu menjadi cerah, memudar dan kemudian muncul kembali. Perilaku ini sangat luar biasa," ungkap Tara Murphy, supervisor Wang di Universitas Sydney.

Namun, sifat aneh dari penemuan baru ini tidak berarti sepenuhnya unik. Dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya para astronom juga telah menemukan bahwa alam semesta dipenuhi dengan gelombang radio yang baru saja dapat dideteksi.

"Informasi yang kami miliki [tentang objek gelombang misterus] ada beberapa kesamaan dengan kelas lain yang muncul dari objek misterius yang dikenal sebagai Transien Radio Pusat Galactic, termasuk yang dijuluki 'cosmic burper'," ujar David Kaplan, profesor di Universitas Wisconsin-Milwaukee yang juga kata co-supervisor Wang.

"Sementara objek baru kami, ASKAP J173608.2-321635, memang berbagi beberapa properti dengan GCRT, ada juga perbedaan. Dan kami tidak benar-benar memahami sumber-sumber itu, jadi ini menambah misteri," tutup Kaplan.

(mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK