Australia Nebeng NASA ke Bulan Paling Cepat 2026

CNN Indonesia | Jumat, 15/10/2021 01:24 WIB
Australia mengembangkan rover khusus yang akan berangkat ke Bulan bersama misi NASA. Gerhana bulan total 26 Mei di Australia. Negeri Kanguru bekerja sama dengan NASA untuk bisa mencapai bulan. (AFP/SAEED KHAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Australia dilaporkan akan mengunjungi Bulan setelah membuat perjanjian dengan Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika (NASA) untuk mengikutsertakan rover buatan Australia pada misi mendatang.

Rover merupakan perangkat untuk mengeksplorasi dataran di sebuah planet. Sebuah rover bisa dijadikan kendaraan untuk ditumpangi manusia ataupun dikendalikan penuh dari jarak jauh.

Peneliti dan pebisnis terkemuka Australia akan berkolaborasi untuk mengembangkan rover tersebut. Program inisiatif pemerintah untuk menuju Bulan dan Mars ini didukung dana 50 juta dollar Australia.


Rover semi-otonom yang dibuat Australia akan mengumpulkan tanah di Bulan yang mengandung oksida, kemudian NASA yang menggunakan peralatan berbeda akan mengekstraksi oksigen dari tanah tersebut.

Hal ini disebut sebagai langkah mewujudkan kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan, selain itu juga untuk mendukung misi ke Mars pada masa mendatang.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengatakan, misi Australia ke Bulan akan berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi dalam masa pemulihan dari pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan misi tersebut akan membuka banyak lapangan kerja baru.

"Ini adalah kesempatan yang besar untuk Australia agar sukses di kancah angkasa luar secara global, dan sangat penting bagi visi pemerintahan kami untuk memberikan lebih banyak pekerjaan dan membagi pertumbuhan perekonomian bidang angkasa luar secara lebih luas," ucap Morrison lewat keterangan resmi, Rabu (13/10).

"Hal ini akan membangun kapasitas dan kapabilitas sektor angkasa luar Australia, serta menunjukkan kekuatan Australia kepada dunia, kemudian menginspirasi seluruh generasi muda untuk memilih karir di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika," tambahnya.

Kepala Badan Angkasa Luar Australia, Enrico Palermo, menjelaskan, misi ini mendemonstrasikan kemampuan industri kelas dunia milik Australia dan pengalamannya pada operasi perangkat jarak jauh yang tumbuh dari keandalan Australia dalam sektor pertambangan dan sumber daya alam.

"Australia sedang unggul di teknologi robotik dan sistem operasi perangkat jarak jauh, yang akan jadi hal yang penting dalam misi kehadiran keberlanjutan di Bulan, dan sesegera mungkin akan mendukung eksplorasi manusia di Mars," ucap Palermo.

Kemudian ia mengatakan bahwa perjanjian antara Australia dan NASA akan memanfaatkan keandalan operasi perangkat jarak jauh untuk mengembangkan sektor angkasa luar di Australia.

Selain itu, perkembangan yang muncul dalam masa persiapan misi angkasa luar tersebut juga akan berdampak baik pada sektor pengelolaan sumber daya alam.

Administrator NASA, Bill Nelson, mengatakan, perjanjian ini bakal memperkuat hubungan jangka panjang antara Australia dan Amerika Serikat pada area yang melibatkan eksplorasi angkasa luar, hubungan yang sudah berlangsung selama setengah abad sejak misi Apollo.

"Dengan bekerja bersama dengan Badan Angkasa Luar Australia dan rekanan kami di seluruh dunia, NASA akan mengungkap lebih banyak temuan baru dan mencapai lebih banyak penelitian melalui program Artemis," ucap Nelson.

Melalui perjanjian tersebut, NASA akan menerbangkan rover milik Australia secepat-cepatnya pada 2026, selama rover tersebut memenuhi sejumlah kondisi pada masa pengembangannya.

(lnn/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK