Detik-detik Penemuan Pedang Pasukan Perang Salib di Israel
CNN Indonesia
Jumat, 22 Okt 2021 05:48 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sebuah pedang kuno ditemukan di perairan Israel, disebut sebagai pedang yang digunakan kesatria Perang Salib. (Foto: REUTERS/RONEN ZVULUN)
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang penyelam menemukan pedang kuno yang diduga merupakan senjata Perang Salib, di lepas pantai Haifa, Israel.
Pedang itu disebut diperkirakan berusia sekitar 900 tahun, yang digunakan kesatria dalam perang bersejarah tersebut.
Shlomi Katzin seorang penyelam amatir menemukan pedang tersebut di dasar laut Mediterania saat sedang menyelam di lepas pantai Carmel, di Israel utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga melihat benda-benda lain di sekitar pedang Perang Salib, termasuk jangkar logam, jangkar batu dan pecahan tembikar.
Katzin mengambil pedang tersebut dari dasar laut karena khawatir bahwa penemuan itu akan dicuri atau terbawa ombak atau arus bawah laut.
Aturan hukum di Israel diketahui mengharuskan setiap temuan barang kuno dikembalikan ke negara.
Kemudian, ia membawa pedang tersebut ke daratan dan bergegas menghubungi Unit Pencegahan Perampokan, Otoritas Barang Antik Israel untuk melaporkan penemuanya.
Atas temuan dan laporannya itu dia dianugerahi sertifikat penghargaan untuk "Warga negara yang baik."
Para ahli mengatakan bahwa pedang kuno tersebut mungkin ditemukan setelah adanya geseran pasir yang disebabkan oleh badai beberapa hari ke belakang di Israel.
Pedang itu memiliki ukuran panjang 4 kaki atau sekitar 120 sentimeter, dengan berat 1,8 kilogram. Di badan pedang terdapat sampah laut yang melekat di hampir seluruh bagian, namun kondisi pedang masih dalam bentuk sempurna.
Situs ditemukannya jangkar dan pedang telah dipantau oleh Israel Antiquities Authority atau IAA. Harta karun situs perang salib itu dinilai sulit dipahami lantaran kerap muncul dan menghilang seiring pergerakan pasir, menurut laporan Jewish Press.
"Penemuan-penemuan kuno oleh perenang dan penyelam rekreasi adalah fenomena yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya popularitas olahraga tersebut," ujar Kobi Sharvit, Direktur Unit Arkeologi Kelautan IAA.
Simak lanjutan kisah penemuan pedang Perang Salib di halaman berikutnya..
Oleh karena itu, Kobi mengatakan bahwa sangatlah penting masyarakat untuk melaporkan setiap temuan semacam itu. Pihak IAA selalu berusaha mendokumentasikan di tempat untuk mengambil sebanyak mungkin data arkeologis.
Dikutip Washington Post, para ahli mengatakan penemuan artefak kuno oleh perenang atau penyelam telah menjadi fenomena umum dalam beberapa tahun terakhir, di tengah populernya olahraga air di wilayah tersebut.
Temuan lain di daerah itu menunjukkan bahwa perairan itu digunakan sejak Zaman Perunggu akhir, atau sekitar empat milenium yang lalu. Penemuan pedang baru-baru ini menunjukkan bahwa teluk tersebut juga digunakan selama Perang Salib.
Para ahli mengatakan suhu hangat Mediterania mungkin membantu melestarikan pedang besi, meskipun banyak terdapat sampah laut yang menempel di badan pedang. Kini pihak berwenang ke depan akan memajang pedan itu setelah dibersihkan dan diteliti.
Eli Escosido, direktur umum IAA, memuji Katzin dalam sebuah pernyataan karena menyerahkan artefak yang berasal dari abad ke-11 hingga 13 itu kepada pihak berwenang.
"Setiap artefak kuno yang ditemukan membantu kami mengumpulkan teka-teki sejarah Tanah Israel," ujarnya.
Perang Salib sendiri merupakan sebutan untuk perang-perang yang mempertemukan pasukan Kristen dan Islam, berlangsung sejak abad ke-11 hingga abad ke-17.
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang penyelam menemukan pedang kuno yang diduga merupakan senjata Perang Salib, di lepas pantai Haifa, Israel.
Pedang itu disebut diperkirakan berusia sekitar 900 tahun, yang digunakan kesatria dalam perang bersejarah tersebut.
Shlomi Katzin seorang penyelam amatir menemukan pedang tersebut di dasar laut Mediterania saat sedang menyelam di lepas pantai Carmel, di Israel utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga melihat benda-benda lain di sekitar pedang Perang Salib, termasuk jangkar logam, jangkar batu dan pecahan tembikar.
Katzin mengambil pedang tersebut dari dasar laut karena khawatir bahwa penemuan itu akan dicuri atau terbawa ombak atau arus bawah laut.
Aturan hukum di Israel diketahui mengharuskan setiap temuan barang kuno dikembalikan ke negara.
Kemudian, ia membawa pedang tersebut ke daratan dan bergegas menghubungi Unit Pencegahan Perampokan, Otoritas Barang Antik Israel untuk melaporkan penemuanya.
Atas temuan dan laporannya itu dia dianugerahi sertifikat penghargaan untuk "Warga negara yang baik."
Para ahli mengatakan bahwa pedang kuno tersebut mungkin ditemukan setelah adanya geseran pasir yang disebabkan oleh badai beberapa hari ke belakang di Israel.
Pedang itu memiliki ukuran panjang 4 kaki atau sekitar 120 sentimeter, dengan berat 1,8 kilogram. Di badan pedang terdapat sampah laut yang melekat di hampir seluruh bagian, namun kondisi pedang masih dalam bentuk sempurna.
Situs ditemukannya jangkar dan pedang telah dipantau oleh Israel Antiquities Authority atau IAA. Harta karun situs perang salib itu dinilai sulit dipahami lantaran kerap muncul dan menghilang seiring pergerakan pasir, menurut laporan Jewish Press.
"Penemuan-penemuan kuno oleh perenang dan penyelam rekreasi adalah fenomena yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dengan meningkatnya popularitas olahraga tersebut," ujar Kobi Sharvit, Direktur Unit Arkeologi Kelautan IAA.
Simak lanjutan kisah penemuan pedang Perang Salib di halaman berikutnya..
Tentang Perang Salib dan Artefak Pedang
Sebuah pedang kuno ditemukan di perairan Israel, disebut sebagai pedang yang digunakan kesatria Perang Salib. (Foto: REUTERS/RONEN ZVULUN)
Oleh karena itu, Kobi mengatakan bahwa sangatlah penting masyarakat untuk melaporkan setiap temuan semacam itu. Pihak IAA selalu berusaha mendokumentasikan di tempat untuk mengambil sebanyak mungkin data arkeologis.
Dikutip Washington Post, para ahli mengatakan penemuan artefak kuno oleh perenang atau penyelam telah menjadi fenomena umum dalam beberapa tahun terakhir, di tengah populernya olahraga air di wilayah tersebut.
Temuan lain di daerah itu menunjukkan bahwa perairan itu digunakan sejak Zaman Perunggu akhir, atau sekitar empat milenium yang lalu. Penemuan pedang baru-baru ini menunjukkan bahwa teluk tersebut juga digunakan selama Perang Salib.
Para ahli mengatakan suhu hangat Mediterania mungkin membantu melestarikan pedang besi, meskipun banyak terdapat sampah laut yang menempel di badan pedang. Kini pihak berwenang ke depan akan memajang pedan itu setelah dibersihkan dan diteliti.
Eli Escosido, direktur umum IAA, memuji Katzin dalam sebuah pernyataan karena menyerahkan artefak yang berasal dari abad ke-11 hingga 13 itu kepada pihak berwenang.
"Setiap artefak kuno yang ditemukan membantu kami mengumpulkan teka-teki sejarah Tanah Israel," ujarnya.
Perang Salib sendiri merupakan sebutan untuk perang-perang yang mempertemukan pasukan Kristen dan Islam, berlangsung sejak abad ke-11 hingga abad ke-17.