Kisah Penyelam Temukan Harta Sriwijaya Miliaran Rupiah

CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 14:20 WIB
Kegiatan menyelam masyarakat di Sungai Musi sudah dimulai sejak tahun 1990an. Awalnya, masyarakat menyelammencari balok kayu dan besi bekas di dasar sungai. Kegiatan menyelam masyarakat di Sungai Musi sudah dimulai sejak tahun 1990an. Awalnya, masyarakat menyelammencari balok kayu dan besi bekas di dasar sungai. (Musi Treasure Gallery)
Palembang, CNN Indonesia --

Penyelam asal Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan bernama Asmadi (26) membagi kisahnya saat menemukan harta karun milik Kerajaan Sriwijaya bernilai miliaran rupiah dari dasar Sungai Musi.

Kegiatan menyelam masyarakat di Sungai Musi sudah dimulai sejak tahun 1990an. Awalnya, masyarakat menyelam untuk mencari balok kayu dan besi bekas di dasar sungai yang terjatuh dari kapal pengangkut barang.

Sebenarnya sejak dahulu kala barang-barang kuno sudah mulai ditemukan di Sungai Musi. Hanya saja, pada saat itu masyarakat sekitar tidak mengetahui jika barang tersebut punya nilai komersial yang cukup besar jika dikoleksi maupun dijual kembali.


Namun sejak balok kayu dan besi bekas semakin sulit didapatkan dari dasar sungai, warga mulai mengetahui bahwa barang kuno tersebut bisa dijual dengan harga mahal, ditambah semakin banyak orang yang ingin membeli barang tersebut yang membuat lama kelamaan fokus penyelaman mereka berganti menjadi pemburu harta karun.

Asmadi menjadi satu dari sekitar 70 persen dari total jumlah penduduk Pulau Kemaro orang yang menyelam untuk mencari barang antik atau benda kuno yang akan dijual sebagai mata pencarian.

Bahkan, menurut pengakuan Asmadi, banyak orang telah menjalani profesi ini jauh sebelum peneliti Inggris mengungkap adanya temuan benda bersejarah yang diduga peninggalan masa Kerajaan Sriwijaya di sungai Musi.

Dari penyelam ke kolektor barang antik

Bermula dari kekagumannya pada cara penyelam beraksi mencari barang kuno yang bisa dijual mahal, Asmadi tertarik dan mulai terjun menjajal sebagai penyelam pada 2017. Bahkan, ia rela meninggalkan pekerjaan sambilannya sebagai karyawan jasa area parkir dan fokus kuliah sambil menyelam karena tergiur uang besar dari hasil penjualan barang kuno yang ditemukan dari dasar sungai.

"Saya mulai berhenti bekerja setelah merasakan menjual barang kuno hasil menyelam ini hasilnya lebih bagus daripada bekerja. Akhirnya setelah lulus kuliah, berhenti bekerja, saya mendalami profesi baru saya ini," ungkap Asmadi yang merupakan lulusan Universitas Stisipol Candradimuka Palembang Jurusan Administrasi Negara ini kepada CNNIndonesia.com.

Dari hasil menyelamnya, Asmadi kini telah mengoleksi barang antik berharga, yang sebagian besar berbahan emas dan perunggu. Barang-barang kuno itu ditemukan Asmadi ketika masih aktif menyelam sekitar 2018-2019.

Mulai dari koin-koin kuno asal China pada masa Dinasti Song hingga Yuan, keramik, manik-manik emas, cincin emas, gelang, kalung emas, serta arca berbahan perunggu. Sejak akhir 2019, Asmadi memutuskan pensiun sebagai penyelam dan fokus menjadi kolektor barang antik.

Sudah banyak koleksi barang antik penemuan Asmadi yang saat ini disimpan di Musi Treasure Gallery. Itu merupakan galeri barang antik miliknya sendiri yang dicampur dengan hasil membeli dari penyelam Sungai Musi lainnya.

Bila ditotal, koleksi benda kuno berbahan perunggu dan emas milik Asmadi bisa mencapai miliaran rupiah, belum termasuk nilai bersejarah dan kelangkaannya yang tidak bisa dinilai oleh rupiah.

Dari arca perunggu Buddha sampai batu permata

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER