Seruan Hacker Anonymous Dunia Perang Siber Sikat Rusia dan Putin

CNN Indonesia
Rabu, 02 Mar 2022 10:53 WIB
Salah satunya perang siber menggunakan teknik Distributed Denial of Service (DDoS), atau serangan siber dengan membanjiri sebuah situs dengan trafik bodong. Peretas anonim juga menyerang data pribadi Presiden Vladimir Putin. (Foto: AP/Sergei Guneyev)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia tidak hanya mendapat perlawanan dari darat, udara dan laut. Negara itu juga akan mendapatkan serangan dari dunia maya.

Salah satunya perang siber dengan menggunakan teknik Distributed Denial of Service (DDoS), atau serangan siber dengan membanjiri sebuah situs dengan trafik "bodong" sehingga tidak dapat diakses.

Sekelompok hacker anonymous mengklaim terus merusak sistem komputer di Rusia, yang menargetkan kantor berita Rusia, media swasta lokal, sistem pemerintahan, lembaga keuangan dan fasilitas penting lain.

Kendati demikian para peretas tidak akan mengganggu fasilitas-fasilitas yang langsung berhubungan dengan warga Rusia seperti pembangkit tenaga listrik. Perang siber ini diharapkan bisa melemahkan Rusia di dunia maya.

Salah satu akun Twitter dengan nama "anonim" yang memiliki 7,4 juta pengikut mengajak para hacker dunia untuk menyerang Rusia. Selain itu, akun anonim juga menyerang data pribadi Presiden Vladimir Putin.

Downdetector melaporkan banyak situs web di Rusia telah terganggu dan tidak bisa diakses. Kantorm berita Rusia, RT mengkonfirmasi situs serta situs Kremlin telah offline.

Tidak berfungsinya situs dan sistem komputer di Rusia diduga karena ulah hacker anonymous yang berbondong-bondong melumpuhkan sistem-sistem komputer di Rusia.

Kepala Staf Gedung Putih Ron Klain mengatakan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, akan membuat koalisi baru yang tida pernah terjadi sebelumnya, mengutip CNN, Selasa (1/3).

Ia menolak berkomentar atas pertanyaan apakah Biden bakal menerapkan langkah militer konkret untuk melawan Rusia.

"Apa yang telah dikumpulkan adalah koalisi yang tak pernah terjadi sebelumnya, NATO ditambah mitra Uni Eropa kami, Inggris, Kanada, Australia, dan Jepang, untuk melakukan dua hal, yakni memberikan seluruh bantuan dan menerapkan sanksi bersama yang tak pernah terjadi sebelumnya untuk melawan negara sebesar Rusia," kata Klain.

(mik)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER