Jakarta, CNN Indonesia -- Miliarder Elon Musk terus mengembangkan sayap bisnisnya ke berbagai bidang usaha. Setelah SpaceX dan Tesla, kini ia menjadi pemilik platform media sosial Twitter.
Musk merupakan pengusaha asal Amerika Serikat yang lahir di Pretoria, Afrika Selatan, 28 Juni 1971. Sejak kecil, dia sudah menunjukkan bakatnya di bidang komputer dan kewirausahaan.
Pada usia 12 tahun, Musk sudah bisa membuat video game dan menjualnya ke majalah komputer. Pada 1988, ia memperoleh paspor Kanada dan memutuskan untuk meninggalkan Afrika Selatan karena dia tidak mau mendukung politik apartheid melalui wajib militer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ia mencari peluang ekonomi yang lebih besar di Amerika Serikat.
Musk kemudian kuliah di Queen's University di Kingston, Ontario, Kanada, sebelum akhirnya pindah ke University of Pennsylvania, Philadelphia, dan mendapat gelar sarjana fisika dan ekonomi pada 1997. Dia melanjutkan pendidikannya di sekolah pascasarjana bidang fisika di Universitas Stanford, California.
Namun, Musk memutuskan untuk keluar hanya dalam dua hari setelah ia merasa Internet memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk mengubah masyarakat daripada bekerja di bidang fisika.
Berikut daftar perusahaan-perusahaan yang dimiliki atau setidaknya pernah didirikan oleh Elon Musk:
Zip2
Dikutip dari Britanica, Perjalanan bisnis Elon dimulai pada 1995 ketika ia mendirikan Zip2, sebuah perusahaan yang menyediakan peta dan direktori bisnis online yang digambarkan sebagai versi internet dari buku telepon dengan halaman berwarna kuning yang dilengkapi peta.
Usai Mohr Davidow Ventures sepakat menanamkan modal U$3 juta di perusahaan ini, posisi Musk sebagai CEO digusur Richard Sorkin. Nama terakhir sempat sukses mengorbitkan Zip2 lewat kerja sama bisnis dengan koran, termasuk New York Times.
Tak sepakat dengan visi bisnis Sorkin, Musk menghasut dewan direksi untuk menggusur Sorkin untuk kemudian digantikan oleh Derek Proudian.
Pada 1999 Compaq Computer Corp. membeli Zip2 seharga US$307 juta. Perusahaan itu menjadi unit mesin pencari AltaVista yang baru saja diakuisisi Compaq.
PayPal
Setelah itu, Musk mendirikan perusahaan jasa keuangan online bernama X.com pada 2000, yang kemudian berubah menjadi PayPal usai bergabung dengan Confinity, yakni perusahaan pelayanan transfer uang secara online.
Pada Oktober 2000, Musk memutuskan X.com akan menyetop operasi perbankan internet lainnya dan fokus pada PayPal. Dia kemudian digantikan oleh Peter Thiel sebagai CEO X.com, yang mengganti namanya menjadi PayPal pada 2001 dan go public pada 2002.
Raksasa online shop eBay kemudian mengakuisisi PayPal seharga US$1,5 miliar pada Oktober 2002.
SpaceX
Pada tahun 2002 Elon Musk mendirikan Space Exploration Technologies (SpaceX) dengan misi membuat perjalanan ke luar angkasa yang lebih terjangkau, termasuk ke Mars.
Selain menjadi CEO SpaceX, Musk juga menjadi kepala desainer dalam pembuatan roket Falcon, Dragon, dan Grasshopper.
Di bawah kepemimpinan Musk, SpaceX menjadi perusahaan swasta pertama pertama yang bisa mengirim pesawat ruang angkasa ke orbit Bumi dan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
SpaceX juga sedang mengembangkan satelit Starlink untuk menyediakan layanan internet komersial, termasuk untuk di pesawat. Perusahaan ini juga mengembangkan Starship, sistem peluncuran super heavy-lift yang dapat digunakan untuk penerbangan luar angkasa antarplanet.
Perusahaan ini juga mendapat kontrak puluhan juta dolar AS dengan pemerintah, termasuk Badan Antariksa dan Penerbangan AS (NASA).
Bersambung ke halaman berikutnya...
Tesla hingga Twitter
Elon Musk mengambil alih Twitter senilai US$44 miliar. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Tesla
Musk telah lama tertarik pada kemungkinan mobil listrik. Pada 2004, ia menjadi salah satu penyandang dana utama Tesla Motors, sebuah perusahaan mobil listrik yang didirikan oleh pengusaha Martin Eberhard dan Marc Tarpenning.
Pada 2006, Tesla memperkenalkan mobil pertamanya, Roadster, yang dapat menempuh jarak 245 mil (394 km) dengan sekali pengisian daya. Dua tahun kemudian Tesla memperkenalkan sedan Model S, yang diakui oleh para kritikus otomotif karena kinerja dan desainnya.
Perusahaan ini mendapat pujian lebih lanjut untuk SUV mewah Model X, yang mulai dipasarkan pada tahun 2015. Model 3, kendaraan yang lebih murah, mulai diproduksi pada tahun 2017.
Musk sempat tersangkut kasus pada Agustus 2018 usai membuat serangkaian tweet soal rencana akuisisi Tesla menjadi perusahaan privat sambil mengklaim sudah mendapatkan sumber pendanaan.
Sebulan kemudian, Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC) menggugat Musk atas dugaan penipuan lewat kicauan soal pembelian saham untuk kepentingan pribadi yang menyesatkan.
Berita tersebut justru membuat saham Tesla anjlok. Musk pun mengundurkan diri sebagai pimpinan selama tiga tahun, meskipun ia diizinkan untuk tetap duduk sebagai CEO.
Pada akhir 2021, menjadi perusahaan keenam dalam sejarah AS yang bernilai di atas US$1 triliun.
Twitter
Elon Musk kembali mencuri perhatian dunia ketika pada awal 2022 ia membeli 9,2 persen saham platform media sosial, Twitter.
Media sosial berlambang burung biru itu mengonfirmasi kesepakatan menjual perusahaan kepada Elon Musk seharga US$44 miliar, Selasa (26/4).
Berdasarkan ketentuan kesepakatan, pemegang saham akan menerima $54,20 tunai untuk setiap saham Twitter yang mereka miliki, sesuai dengan penawaran asli Musk dan menandai 38 persen premium dari harga saham sehari sebelum Musk mengungkapkan sahamnya di perusahaan.
Menurut data pengajuan di SEC, Kamis (14/4), Musk menawarkan untuk mengakuisisi saham di Twitter yang bukan miliknya seharga US$54,20 atau Rp778.282 (kurs Rp14,359 per dolar AS) per lembar saham.
"[Elon] mengajukan penawaran untuk membeli 100 persen [saham] Twitter dengan harga US$54,20 per saham dalam transaksi tunai dan kemudian menjadikannya [milik] pribadi," demikian dikutip dari Forbes.