Netflix Paket Termurah Akan Munculkan Iklan demi Pangkas Harga

CNN Indonesia
Rabu, 11 Mei 2022 21:59 WIB
Pengguna Netflix dengan biaya langganan termurah akan menjadi sasaran iklan per Oktober 2022. Ilustrasi. Iklan akan terpampang di Netflix. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Netflix bakal menyertakan iklan dalam layanan streaming mereka per Oktober 2022 khusus bagi pengguna yang membayar biaya langganan termurah.

Dikutip dari The Sun, informasi ini pertama kali menyebar setelah memo internal Netflix bocor dan dilihat The New York Times. Dalam memo tersebut, Netflix mengaku memasukkan iklan demi bersaing dengan kompetitor.

"Netflix cepat dan ambisius dan ada harga yang harus dibayar," demikian bunyi memo tersebut.


Di Amerika Serikat, Netflix bersaing salah satunya dengan HBO Max. HBO sendiri memberi harga US$15 atau sekitar Rp217 ribu (US$1=Rp14.516) dengan iklan di dalamnya.

Nantinya, harga Netflix versi termurah diklaim bisa hanya US$7,99 (sekitar Rp116 ribu). "Setiap perusahaan streaming besar kecuali Apple punya atau telah mengumumkan layanan dengan iklan," tulis Netflix.

"Untuk alasan yang bagus, orang-orang ingin ada opsi harga yang lebih murah," lanjut pernyataan itu.

Di Indonesia, biaya langganan Netflix termurah mencapai Rp54 ribu lewat jalur langsung atau Rp62 ribu via Telkomsel.

Pada awal tahun ini, Netflix secara mengejutkan kehilangan 200 ribu pelanggan pada kuartal pertama (Q1) 2022. Catatan tersebut merupakan yang terburuk dalam sejarah Netflix.

Ide untuk memasukkan iklan sempat ditentang Wakil Ketua Eksekutif Netflix Reed Hastings pada 2017. Namun, dia berubah pikiran setelah melihat langkah rival-rival perusahaannya.

"Salah satu cara untuk meningkatkan sebaran harga adalah dengan iklan pada paket kelas bawah dan mendapatkan harga yang lebih rendah dengan iklan," ucapnya.

Ia pun yakin langkah memasukkan iklan ke dalam Netflix sudah tepat. "Kami tidak ragu ini akan berhasil," lanjut dia, dikutip dari Tech Crunch.

Saat ini, jumlah pengguna Netflix di seluruh dunia mencapai 221,64 juta.

(nto/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER