4 'Ikan Raksasa' yang Ditemukan di Sungai Mekong Kamboja
CNN Indonesia
Jumat, 24 Jun 2022 09:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Warga Kamboja mengembalikan ikan pari air tawar terbesar yang pernah ditangkap ke Sungai Mekong, 14 Juni. (Foto: AP/Sinsamout Ounboundisane)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sungai Mekong di Kamboja, yang merupakan sungai terpanjang ketiga di Asia, disebut sebagai habitat berbagai ikan raksasa tak cuma ikan pari air tawar.
Panjang Mekong diperkirakan mencapai 4,9 kilometer dan mengalir di area seluas 795 ribu kilometer persegi. Hal itu menempatkannya di urutan ke-12 sungai terpanjang di dunia sekaligus menjadi sungai lintas batas di Asia Timur dan Asia Tenggara.
Menurut River Commission, Sungai Mekong memiliki populasi ikan paling beragam ketiga di dunia, meskipun penangkapan ikan yang berlebihan, polusi, intrusi air asin, dan penipisan sedimen telah menyebabkan stok ikan menurun drastis. Termasuk megafauna atau ikan-ikan berukuran raksasa hidup di sungai tersebut.
Contoh terbaru adalah penangkapan ikan pari raksasa yang tak sengaja terjerat jaring nelayan di Koh Preah, sebuah pulau di Sungai Mekong, pekan lalu. Ikan pari tersebut memiliki berat 300 kg yang hampir seberat beruang kutub dan panjang lebih dari 4 meter.
Ikan pari raksasa air tawar ini juga memecahkan rekor ikan air tawar terbesar sebelumnya, yaitu lele raksasa seberat 293 kilogram yang ditangkap di hulu sungai di Thailand Utara pada 2005.
"Ini adalah bentangan sungai yang sangat sehat dengan kedalaman hingga 90 meter," kata Hogan, seorang ahli biologi ikan yang menjadi pembawa acara serial televisi 'Monster Fish' National Geographic dilansir Live Science.
"Kami mulai berfokus pada area ini sebagai bentangan sungai yang sangat penting bagi keanekaragaman hayati dan perikanan, dan sebagai tempat perlindungan terakhir bagi spesies besar ini," imbuhnya.
Peristiwa ini adalah penangkapan dan pelepasan ikan pari raksasa ketiga dalam dua bulan terakhir. Ketiga ikan pari, termasuk yang beratnya 180 kg yang ditangkap pada Mei, berjenis kelamin betina.
Hal ini dinilai membuka peluang bahwa bentangan Sungai Mekong merupakan habitat ikan pari untuk bertelur dan membesarkan anak.
Ini bukan pertama kali ditemukan megafauna laut di Sungai Mekong. Tercatat ada empat jenis ikan raksasa lain yang pernah ditemukan di Sungai Mekong, selain Ikan Pari raksasa.
Berikut 4 megafauna yang ditemukan di Sungai Mekong dilansir World Wide Fund for Nature (WWF):
1. Ikan Lele Raksasa Mekong
Guinness Book of World Records mencantumkan ikan lele raksasa Mekong (Pangasianodon gigas) sebagai ikan air tawar terbesar di dunia. Mencapai panjang maksimum 3 meter dan berat hingga 300 kg, spesies unik ini ditemukan di Sungai Mekong di mana ia bermigrasi dalam jarak yang sangat jauh untuk bertelur.
Seabad lalu, ikan lele berlimpah di Sungai Mekong dan aliran anak sungai utama dari Vietnam ke Cina selatan. Namun, pembangunan infrastruktur seperti bendungan telah memblokir rute migrasi penting yang membuat penangkapan ikan yang berlebihan dan telah mengurangi populasi ikan lele Sungai Mekong menurun 90 persen dalam dua dekade terakhir.
Upaya untuk menyelamatkan spesies bergantung pada beberapa faktor, termasuk seberapa baik ahli biologi memahami ekologi dan perilaku hewan ini. Penelitian saat ini sedang dilakukan untuk membangun pengetahuan dan menjawab beberapa pertanyaan besar yang akan menentukan kelangsungan hidupnya.
Ikan lele hingga lumba-lumba di halaman berikutnya...
2. Lumba-lumba Irrawaddy
Populasi Lumba-lumba Irrawaddy Sungai Mekong (Orcaella brevirostris) menghuni bentangan Sungai Mekong sepanjang 190 km antara Kamboja dan Laos. Penurunan serius cetacea ini terjadi di seluruh habitat alaminya, yang terbentang dari Bangladesh hingga Indonesi di mana populasinya sekarang berada di antara 78 dan 91 individu.
Meskipun lumba-lumba Irrawaddy tidak dieksploitasi secara langsung, mamalia tersebut mengalami kematian insidental dalam perikanan, seperti tertangkap dalam jaring insang yang dipasang untuk menangkap ikan.
Para pakar menyebut ikan ini beratnya bisa mencapai 90 hingga 200 kg.
3. Ikan pari air tawar raksasa
Dengan panjang setengah bus, ikan pari air tawar raksasa (Himantura polylepis) mungkin merupakan ikan air tawar terbesar di dunia saat ini, dengan berat maksimum 600kg. Hewan ini pertama kali diamati pada tahun 2004 dan Masih dalam tahap konfirmasi sebagai spesies baru oleh para peneliti dari WWF-Thailand dan Institut Smithsonian yang berbasis di AS pada tahun 2006.
Spesies ini diketahui menghuni muara dan sungai besar yang dalam, terkubur di dasar sungai berpasir atau berlumpur, menunggu ikan, kerang, dan kepiting yang tidak curiga, menggunakan sensor yang dapat mendeteksi medan listrik hewan.
Populasi ikan pari ini bernasib lebih baik daripada megafauna Mekong lainnya, dan para ahli menyarankan ini karena kedalaman sungai yang mereka huni membuat mereka lebih sulit ditangkap.
4. Ikan lele pemakan anjing raksasa
Dikenal suka memakan bangkai hewan besar, lele 'pemakan anjing' raksasa (Pangasius sanitwongsei) bisa memiliki berat mencapai 300 kg. Hewan ini juga adalah salah satu spesies ikan air tawar terbesar di dunia.
Ia hanya ditemukan di perairan dalam dan sungai besar di seluruh wilayah Mekong Raya. Biasanya, lele ini memakan ikan kecil dan krustasea seperti udang, tetapi juga memakan mangsa yang lebih besar, bahkan anjing.
Umur lele ini di alam liar tidak diketahui, tetapi di penangkaran ikan ini telah hidup sampai usia 20 tahun. Ancaman utama terhadapnya adalah pemanenan yang berlebihan untuk perikanan lokal dan komersial serta hilangnya habitat dan polusi.
Sungai Mekong di Kamboja, yang merupakan sungai terpanjang ketiga di Asia, disebut sebagai habitat berbagai ikan raksasa tak cuma ikan pari air tawar.
Panjang Mekong diperkirakan mencapai 4,9 kilometer dan mengalir di area seluas 795 ribu kilometer persegi. Hal itu menempatkannya di urutan ke-12 sungai terpanjang di dunia sekaligus menjadi sungai lintas batas di Asia Timur dan Asia Tenggara.
Menurut River Commission, Sungai Mekong memiliki populasi ikan paling beragam ketiga di dunia, meskipun penangkapan ikan yang berlebihan, polusi, intrusi air asin, dan penipisan sedimen telah menyebabkan stok ikan menurun drastis. Termasuk megafauna atau ikan-ikan berukuran raksasa hidup di sungai tersebut.
Contoh terbaru adalah penangkapan ikan pari raksasa yang tak sengaja terjerat jaring nelayan di Koh Preah, sebuah pulau di Sungai Mekong, pekan lalu. Ikan pari tersebut memiliki berat 300 kg yang hampir seberat beruang kutub dan panjang lebih dari 4 meter.
Ikan pari raksasa air tawar ini juga memecahkan rekor ikan air tawar terbesar sebelumnya, yaitu lele raksasa seberat 293 kilogram yang ditangkap di hulu sungai di Thailand Utara pada 2005.
"Ini adalah bentangan sungai yang sangat sehat dengan kedalaman hingga 90 meter," kata Hogan, seorang ahli biologi ikan yang menjadi pembawa acara serial televisi 'Monster Fish' National Geographic dilansir Live Science.
"Kami mulai berfokus pada area ini sebagai bentangan sungai yang sangat penting bagi keanekaragaman hayati dan perikanan, dan sebagai tempat perlindungan terakhir bagi spesies besar ini," imbuhnya.
Peristiwa ini adalah penangkapan dan pelepasan ikan pari raksasa ketiga dalam dua bulan terakhir. Ketiga ikan pari, termasuk yang beratnya 180 kg yang ditangkap pada Mei, berjenis kelamin betina.
Hal ini dinilai membuka peluang bahwa bentangan Sungai Mekong merupakan habitat ikan pari untuk bertelur dan membesarkan anak.
Ini bukan pertama kali ditemukan megafauna laut di Sungai Mekong. Tercatat ada empat jenis ikan raksasa lain yang pernah ditemukan di Sungai Mekong, selain Ikan Pari raksasa.
Berikut 4 megafauna yang ditemukan di Sungai Mekong dilansir World Wide Fund for Nature (WWF):
1. Ikan Lele Raksasa Mekong
Guinness Book of World Records mencantumkan ikan lele raksasa Mekong (Pangasianodon gigas) sebagai ikan air tawar terbesar di dunia. Mencapai panjang maksimum 3 meter dan berat hingga 300 kg, spesies unik ini ditemukan di Sungai Mekong di mana ia bermigrasi dalam jarak yang sangat jauh untuk bertelur.
Seabad lalu, ikan lele berlimpah di Sungai Mekong dan aliran anak sungai utama dari Vietnam ke Cina selatan. Namun, pembangunan infrastruktur seperti bendungan telah memblokir rute migrasi penting yang membuat penangkapan ikan yang berlebihan dan telah mengurangi populasi ikan lele Sungai Mekong menurun 90 persen dalam dua dekade terakhir.
Upaya untuk menyelamatkan spesies bergantung pada beberapa faktor, termasuk seberapa baik ahli biologi memahami ekologi dan perilaku hewan ini. Penelitian saat ini sedang dilakukan untuk membangun pengetahuan dan menjawab beberapa pertanyaan besar yang akan menentukan kelangsungan hidupnya.
Ikan lele hingga lumba-lumba di halaman berikutnya...
Lumba-lumba hingga Lele
Ilustrasi. Sungai Mekong juga memiliki fauna yang biasanya di laut, lumba-lumba. (Foto: CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
2. Lumba-lumba Irrawaddy
Populasi Lumba-lumba Irrawaddy Sungai Mekong (Orcaella brevirostris) menghuni bentangan Sungai Mekong sepanjang 190 km antara Kamboja dan Laos. Penurunan serius cetacea ini terjadi di seluruh habitat alaminya, yang terbentang dari Bangladesh hingga Indonesi di mana populasinya sekarang berada di antara 78 dan 91 individu.
Meskipun lumba-lumba Irrawaddy tidak dieksploitasi secara langsung, mamalia tersebut mengalami kematian insidental dalam perikanan, seperti tertangkap dalam jaring insang yang dipasang untuk menangkap ikan.
Para pakar menyebut ikan ini beratnya bisa mencapai 90 hingga 200 kg.
3. Ikan pari air tawar raksasa
Dengan panjang setengah bus, ikan pari air tawar raksasa (Himantura polylepis) mungkin merupakan ikan air tawar terbesar di dunia saat ini, dengan berat maksimum 600kg. Hewan ini pertama kali diamati pada tahun 2004 dan Masih dalam tahap konfirmasi sebagai spesies baru oleh para peneliti dari WWF-Thailand dan Institut Smithsonian yang berbasis di AS pada tahun 2006.
Spesies ini diketahui menghuni muara dan sungai besar yang dalam, terkubur di dasar sungai berpasir atau berlumpur, menunggu ikan, kerang, dan kepiting yang tidak curiga, menggunakan sensor yang dapat mendeteksi medan listrik hewan.
Populasi ikan pari ini bernasib lebih baik daripada megafauna Mekong lainnya, dan para ahli menyarankan ini karena kedalaman sungai yang mereka huni membuat mereka lebih sulit ditangkap.
4. Ikan lele pemakan anjing raksasa
Dikenal suka memakan bangkai hewan besar, lele 'pemakan anjing' raksasa (Pangasius sanitwongsei) bisa memiliki berat mencapai 300 kg. Hewan ini juga adalah salah satu spesies ikan air tawar terbesar di dunia.
Ia hanya ditemukan di perairan dalam dan sungai besar di seluruh wilayah Mekong Raya. Biasanya, lele ini memakan ikan kecil dan krustasea seperti udang, tetapi juga memakan mangsa yang lebih besar, bahkan anjing.
Umur lele ini di alam liar tidak diketahui, tetapi di penangkaran ikan ini telah hidup sampai usia 20 tahun. Ancaman utama terhadapnya adalah pemanenan yang berlebihan untuk perikanan lokal dan komersial serta hilangnya habitat dan polusi.