BMKG Jelaskan Viral Ombak Tinggi di Selat Bali

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jun 2022 20:40 WIB
Menurut BMKG Bali, ombak tinggi di Selat Bali yang viral disebabkan masuk musim kemarau dan ada hubungannya dengan La Nina. Ilustrasi. Menurut BMKG Bali, ombak tinggi di Selat Bali yang viral disebabkan masuk musim kemarau dan ada hubungannya dengan La Nina. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Denpasar, CNN Indonesia --

Sebuah video yang memperlihatkan kondisi ombak perairan di Selat Bali tinggi menjadi viral di media sosial pada Jumat (24/6). Dalam video itu terekam kapal ferry terombang-ambing oleh besarnya ombak di Selat Bali.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, Bali, I Nyoman Gede Wiryajaya menjelaskan pihaknya memprediksi tinggi gelombang di perairan selatan Bali setinggi sekitar 4 meter.

"Kalau di selatan kita prediksi [gelombang] sampai empat meter," kata Wiryajaya saat dihubungi, Jumat (24/6) malam.

Ia menerangkan penyebab tingginya gelombang di perairan selatan Bali karena sudah masuk musim kemarau.

"Tapi, di beberapa wilayah di Bali tengah, masih peralihan musim. Sehingga umum terjadi kalau peralihan musim itu, hujannya entitasnya tinggi tapi waktunya singkat," imbuhnya.

Kemudian dikatakan akhir-akhir ini curah hujan cukup tinggi terjadi di beberapa wilayah Bali. Pihaknya memprediksi paling tidak selama beberapa hari ke depan curah hujan berpotensi sedang sampai lebat.

Hal itu diakibatkan masih terjadinya fenomena La Nina dengan entitas lemah dan kemudian suhu muka laut di sekitar Bali cukup hangat. Hal ini disebut memberi dampak kepada potensi curah hujan cukup tinggi dan juga aktifnya angin monsun Australia.

"Artinya, kalau suhu muka lautnya meningkat dan menghangat berarti penguapan banyak dan curah hujannya bertambah. Dan, sekarang ini monsun Australia aktif, artinya angin dari arah timur Australia ke Asia dan melewati kita. Untuk begitu, makannya anginnya agak kencang dan gelombangnya tinggi," jelasnya.

Potensi cuaca ekstrem pada Juni dijelaskan tidak akan terjadi setiap hari. Wiryajaya mengatakan akan terus memberi informasi ke masyarakat tentang kondisi cuaca.

"Kalau ada yang signifikan atau ekstrem kita informasikan. Untuk, kecepatan angin hari kemarin saya cek dari hasil pengamatan sampai 21 knot. Tapi itu belum termasuk ekstrem kalau ekstrem itu 25 knot dan ini belum ekstrem," ungkapnya.

Kendati demikian pihaknya mengimbau masyarakat lebih waspada dan hati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem hingga mengakibatkan banjir.

"Dan untuk [wisata] Bahari dan Kemaritiman, kita harapkan berhati-hati terutama yang bergerak di kelautan, baik nelayan dan lain-lain tetap meng-update informasi dari BMKG dan imbauan dari pemerintah yang resmi," ujarnya.

(kdf/fea)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER