Ikan Hias Red Devil, Dibenci di Toba Dicintai Kolektor

CNN Indonesia
Jumat, 01 Jul 2022 18:50 WIB
Ikan red devil, yang diburu oleh nelayan Danau Toba dan berbagai perairan karena merusak ekosistem, ternyata banyak dicari kolektor ikan hias. Ikan Red Devil adalah ikan hias yang bisa jadi predator jika dilepas di perairan alami. (Foto: commons.wikimedia.org/George Chernilevsky/Public Domain)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ikan red devil alias ikan iblis merah merupakan jenis ikan yang mulanya diburu oleh para kolektor ikan hias. Namun, ikan bernama latin Amphilophus labiatus ini belakangan dibenci oleh para nelayan di Danau Toba, Sumatera Utara, karena memangsa ikan lain.

Red devil merupakan spesies yang terbilang invasif karena bisa berkembang biak dengan cepat, dan ikan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Di beberapa daerah di Indonesia, penyebutan ikan ini bermacam-macam. Di antaranya ikan oscar, setan merah, louhan merah dan nonong.

Iklan iblis merah ini bukanlah asli dari Danau Toba, melainkan berasal dari kawasan Danau Nicaragua, Amerika Tengah. Ikan iblis ini disamakan dengan jenis spesies air lainnya yang tergolong invasif seperti ikan arapaima, dan piranha.

Pada April lalu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga menduga ada yang sengaja melepasliarkan ikan buas itu ke Danau Toba.

Dia mengatakan keberadaan iklan iblis merah itu mengganggu iklan lain, sehingga ikan nila, ikan mas, serta ikan habitat asli Danau Toba disebut terganggu.

Dalam Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia disebutkan red devil merupakan jenis ikan yang sangat rakus, sehingga bisa mengganggu kehidupan ikan lain di suatu perairan.

Penelitian itu dilakukan oleh Chairulwan Umar, Endi Setiadi Kartamihardja, dan Aisyah. Mereka mengungkap awal mula ikan ini akhirnya banyak tersebar di sejumlah perairan di Indonesia.

Tim peneliti mengungkapkan ikan iblis merah masuk ke perairan umum secara tidak sengaja atau lolos dari keramba jaring apung yang terbawa bersamaan dengan benih yang ditebar.

Peneliti juga menemukan bahwa red devil sengaja dilepaskan di ekosistem perairan di Indonesia oleh para penggemar ikan hias. Pelepasan ikan ke perairan umumnya tanpa pengkajian, akibatnya ikan tumbuh dengan cepat dan melimpah hingga mendominasi perairan tersebut.

Ikan ini bisa hidup di perairan tropis dengan suhu air 21 sampai 26 derajat celcius, dengan kandungan pH sekitar 6.0-8.0. Red devil hidup di daerah permukaan dan teritorial di suatu perairan.

Ikan ini juga disebut mudah berkembang biak karena betina bisa mengeluarkan ribuan telur, dan dapat bertelur sepanjang tahun. red devil memakan tumbuhan, moluska dan ikan. Dengan demikian ikan ini masuk dalam kategori omnivora-karnivora yang memanfaatkan ikan sebagai pakan utama.

Dengan demikian, ikan red devil dinilai mampu mendesak perkembangan jenis ikan lain yang ada di sebuah ekosistem perairan.

 

[Gambas:Video CNN]

(can/arh)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER