Suzuki S-Cross Jelang Disuntik Mati, Diganti Kembaran Toyota Hyryder

fea | CNN Indonesia
Selasa, 05 Jul 2022 20:00 WIB
Kabar dari India menyebut Suzuki SX-4 S-Cross akan pensiun kemudian digantikan kembaran Toyota Hyryder, strategi ini kemungkinan juga dilakukan di Indonesia. Suzuki SX-4 S-Cross diduga bakal disuntik mati. (Suzuki.com.np)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kabar Suzuki ingin mematikan S-Cross sudah cukup lama berhembus. Informasinya semakin terang karena Toyota Hyryder sudah meluncur pekan ini di India. Mobil baru Suzuki berupa kembaran Hyryder akan menjadi pengganti S-Cross.

Pasar SUV di India sangat besar, yaitu mewakili 40 persen dari total penjualan mobil penumpang. Sementara itu Suzuki cuma punya dua model, yaitu Brezza dan S-Cross.

Pembaruan Brezza baru saja meluncur di India pekan ini sebelum Hyryder, sementara S-Cross belum ada tanda-tanda dapat sentuhan apa pun.

Menurut Indian Times, penjualan S-Cross sekitar 20 ribu per tahun. Ini jauh di bawah ekspektasi yang menyulut keputusan Suzuki memberhentikan kariernya tak lama lagi.

Sebagai penggantinya Suzuki menyiapkan kembaran Hyryder. Nama model ini belum diketahui, namun diyakini punya kode YFG.

YFG akan menjadi amunisi Suzuki di India buat meraup konsumen SUV menengah yang saat ini sudah diisi Hyundai Creta, Kia Seltos dan Tata Harrier.

Produksi Hyryder dan kembarannya merek Suzuki bakal dilakukan di pabrik Toyota di Bidadi, Karnataka, India. Produksi massalnya disebut mulai Agustus.

Hyryder bukanlah model pertama hasil kerja sama Toyota dan Suzuki di India untuk pasar lokal dan ekspor. Sebelumnya kedua produsen sudah saling pinjam teknologi, yaitu Toyota Glanza (India) dan Toyota Starlet (Afrika Selatan) berbasis Suzuki Baleno, Toyota Urban Cruiser (India) dari Suzuki Vitara Brezza dan Toyota Rumion (Afrika Selatan) dari Suzuki Ertiga.

S-Cross impor dari India saat ini masih dijual di Indonesia dan cuma tersedia satu varian AT seharga Rp340,4 juta. Mobil ini ditempatkan lebih mahal dari XL7 dan di bawah Jimny.

Suzuki Indomobil Sales (SIS) pernah mengatakan sedang mempelajari kembaran Hyryder untuk dijual di dalam negeri.

"Masih proses studi," kata Donny Saputra, Direktur Pemasaran SIS di Malang, Senin (20/6).

(fea/fea)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER