Jakarta, CNN Indonesia -- Tak sekedar kilauan semesta terjauh, gugus galaksi SMACS 0723 hasil jepretan teleskop James Webb memiliki sejumlah keistimewaan yang 'gila'.
Sebelumnya, lembaga antariksa AS NASA bersama Presiden AS Joe Biden merilis foto pertama Webb berupa semesta terjauh yang dikenal sebagai deep field. Gambar ini merupakan hasil komposit yang dibuat dari foto-foto pada panjang gelombang yang berbeda.
Tampilan klaster galaksi SMACS 0723 adalah perwujudannya pada 4,6 miliar tahun yang lalu, karena jarak galaksi tersebut dengan teleskop adalah 4,6 miliar tahun cahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari Space.com, teleskop James Webb bekerja dengan mengumpulkan cahaya melintasi seluruh spektrum merah hingga tengah infra merah. Itu merupakan gelombang cahaya yang diblok oleh atmosfer Bumi.
Teleskop James Webb bisa memproduksi foto yang tingkat ketajamannya belum pernah dicapai teleskop lain. Itu dilakukannya lewat cermin besar beserta infra merah yang menghalangi bayangan Matahari, Bumi dan Bulan.
Sepintas, tampilan foto tersebut hanya berupa titik-titik berwarna-warni. Ada yang berwarna putih terang, namun ada pula yang berwarna oranye.
"Anda melihat foto ini dan menyadari tidak ada langit yang kosong," kata Profesor dari Ohio State University, Scott Gaudi, "Ada hal-hal gila yang terjadi di mana pun".
Melansir Live Science, titik-titik tersebut merupakan klaster galaksi. Berikut penjelasan lebih rinci foto tersebut.
1. Klaster Paling Terang
Pada bagian tengah foto itu terdapat sejumlah titik berwarna putih terang dengan garis cahaya. Diketahui, titik-titik tersebut merupakan klaster sebuah galaksi.
Klaster-klaster galaksi itu merupakan beberapa dari struktur terbesar yang terikat secara gravitasi di semesta. Klaster tersebut berisi ratusan hingga ribuan galaksi individu yang bersinar bersamaan.
Titik paling terang pada bagian tengah foto mewakili galaksi yang lebih besar. Beberapa darinya terlihat seperti bergabung bersama secara aktif.
Ketika sebuah galaksi bertubrukan, sebuah kekacauan yang panas muncul. Jumlah awan gas yang sangat banyak bertabrakan, terkompres, dan memanas untuk membentuk bintang-bintang baru yang muncul dari galaksi yang bertubrukan itu.
Bintang-bintang baru tersebut yang tidak terikat dengan klaster galaksi manapun, membuat kabut putih yang idkenal sebagai cahaya intra-cluster.
2. Kaca Pembesar Kosmik
Gugus galaksi SMACS 0723 menjadi target bagus observasi karena berukuran sangat besar. Ia merangkum cahaya dari bintang-bintang dan deret galaksi yang berlokasi miliaran tahun cahaya di belakang Bumi.
Salah satu yang menarik dari foto SMACS 0723 adalah beberapa lengkungan oranye. Lengkungan tersebut merupakan hasil dari lensa gravitasi.
Lensa gravitasi merangkum dan membesarkan cahaya dari galaksi yang ada di bagian belakangnya. Bayangkan titik tengah foto ini sebagai sebuah jam dinding, maka akan terlihat dua galaksi di bagian belakangnya di antara arah jam 2 dan jam 3, serta arah jam 7 dan jam 9.
Kedua galaksi tersebut memancarkan garis oranye cerah melengkung yang mengelilingi bagian tengah klaster galaksi. Mereka terlihat lebih panjang karena cahayanya diperbesar dengan skala luar biasa.
Terlepas dari penampakannya yang besar dan melengkung, kedua galaksi itu pada dasarnya berjarak 13 miliar tahun cahaya.
Massa dari gugus galaksi di bagian tengah tidak hanya memperbesar galaksi yang ada di belakangnya, melainkan juga menggandakan. Jika melihat lebih dekat, akan terlihat garis oranye itu lebih terang di bagian sudut dan redup di titik pusatnya.
Jika dilihat lebih dekat lagi, akan tampak dua bagian yang terlihat kembar. Penampakan itu merupakan hasil sampingan dari lensa gravitasi.
Galaksi Spiral dan Oranye di halaman berikutnya...
Galaksi Spiral dan Elips Oranye
Teleskop James Webb memiliki ketajaman melebihi Hubble. (Northrop Grumman/NASA via AP)
3. Galaksi Spiral
Teleskop James Webb sejatinya ditujukan untuk mempelajari cahaya tertua semesta. Namun, dalam penglihatannya teleskop tersebut tidak bisa menampik kehadiran ribuan galaksi yang lebih muda dan lebih dekat.
Secara umum, obyek bersudut enam, terang, dan besar di bagian depan foto adalah gambar dari bintang-bintang. Gaudi mengatakan hampir semua yang tampak di foto ini adalah galaksi atau klaster galaksi.
Galaksi yang berbentuk spiral dan terang berstatus aktif, dan masih membentuk bintang. Di dalamnya, ada bintang-bintang yang masih muda dan memancarkan sinar putih terang.
4. Galaksi Elips Berwarna Oranye
Sementara di bagian lain, akan terlihat galaksi yang berbentuk elips dan berwanra oranye. Jenis tersebut merupakan kebalikan dari galaksi yang berbentuk spiral.
"Galaksi elips itu sejenis galaksi yang mati. Mereka telah membentuk bintang-bintangnya dan bintang biru mati pertama kali, dan kemudian meninggalkan bintang tua berwarna merah," kata Gaudi.
Akan tetapi, warna galaksi bisa teralihkan karena jaraknya dari teleskop. Fenomena itu dikenal sebagai redshift.
Pada dasarnya, ketika sebuah cahaya melintasi semesta yang luas dan mempbesar, gelombangnya secara gradual meningkat sesuai jarak, membuat ia terlihat semakin merah.
Jadi, beberapa galaksi yang terlihat merah dan oranye pada foto ini sejatinya adalah galaksi kuno di bagian belakang yang cahanya menjadi merah ketika sampai ke lensa Teleskop James Webb.
[Gambas:Video CNN]