Spesifikasi Kapal Induk INS VIkrant India: Dibangun Pakai Produk Lokal

CNN Indonesia
Selasa, 02 Agu 2022 20:41 WIB
India memiliki kapal induk INS Vikrant yang dibangun mayoritas berbahan lokal. INS Vikrant, kapal induk milik India yang dibangun mayoritas dari produk lokal Foto: AFP/Manjunath Kiran
Jakarta, CNN Indonesia --

India memiliki kapal induk INS Vikrant yang baru saja diserah-terima dari galangan Cochin pada Kamis (29/7). Kapal tersebut didesain oleh Direktorat Desain Angkatan Laut India dan akan mulai ditugaskan pertama kali pada 15 Agustus nanti.

Mengutip Indian Express, nama INS Vikrant diambil dari kapal induk pertama India yang mengambil peran penting pada perang tahun 1971. Kapal ini memiliki panjang 262 meter dan berat benaman (displacement) mendekati 45 ribu ton.

Kapal ini juga ditenagai empat turbin gas yang memiliki total tenaga 88 MW dengan kecepatan maksimal mencapai 28 knot dengan jangkauan 7.5000 mil.

INS Vikrant terbaru ini bisa mengangkut 30 jet tempur yang mencakup MiG-29 K, Kamov-31, helikopter MH-60R, dan beberapa jet lain. Kapal INS Vikrant menggunakan model STOBAR (Short Take-off but Arrested Landing) dengan model ski-jump untuk peluncuran pesawatnya.

Lebih lanjut, INS Vikrant termasuk kapal induk yang menggunakan berbagai produk lokal. Melansir Global Security, baja yang digunakan di INS Vikrant berasal dari tambang-tambang milik SAIL (Steel Authority of India) di Raurkela, Orissa, Bokaro di Jharkand, dan Bhilai di Chattisgarh.

Sementara, panel utama INS Vikrant dibuat oleh Larsen and Toubro yang berbasis di Mumbai dan Talegaon. Sistem pendingin dan udaranya dibuat di Kirloskar, dan sistem persneling raksasanya disuplai Elecon yang berbasis di Gujarat.

Dikutip dari Rediff, Pembangunan INS Vikrant sudah tertunda selama 12 tahun sejak 2008. Selama jeda waktu itu, biaya pembangunan kapal membengkak hingga 230 miliar rupee India atau Rp43 triliun, alias 13 kali lipat dari anggaran awal.

Proyek kapal INS Vikrant pun sebetulnya telah direncanakan pada Januari 1997. Mulanya,Vikrant dikembangkan untuk menjadi Kapal Pertahanan Udara dan hanya memiliki muatan 20 ribu ton. Namun, kemudian direvisi menjadi 37.500 ton.

Pemerintah India memilih Galangan Kapal Cochin (CSL) untuk pembangunan INS Vikrant karena fasilitasnya yang modern. CSL sendiri diketahui pernah terlibat dalam pembangunan kapal komersial selama tiga dekade terakhir.

Konstruksi kapal INS Vikrant diketahui terbagi dalam dua fase. Fase pertama meliputi semua pekerjaan hingga peluncuran awalnya di akhir 2010.

Fase kedua meliputi pekerjaan hingga pengantaran kapal INS Vikrant kepada Angkatan Laut India di akhir 2014. Bantuan untuk sistem integrasi propulsi dan aspek aviasi kapal INS Vikrant diambil dari N/S Ficantieri dari Italia, dan M/s NDB dari Rusia.

Proses serah terima INS Vikrant kepada Angkatan Laut ditandai dengan penandatanganan dokumen serah terima Angkatan Laut oleh komandan yang ditugaskan di kapal tersebut, perwakilan dari kepala markas besar Angkatan Laut, dan perwakialn dari CSL.

Sebelum diserah terima, INS Vikrant menjalani ujicoba ekstensif antara Agustus 2021 hingga Juli 2022 yang meliputi performa propulsi, peralatan pelengkap, fasilitas aviasi, senjata, sensor, dan kemampuan manuver hingga penjagaan lautnya. Penilaian terhadap aspek-aspek tersebut kabarnya memuaskan.

[Gambas:Video CNN]

(lth/lth)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER