Warganet Persoalkan Wibawa TNI Usai Gibran Tarik Masker Paspampres

CNN Indonesia
Jumat, 12 Agu 2022 22:57 WIB
Netizen terbelah soal aksi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mencopot paksa masker anggota Paspampres yang memukul warganya. Ilustrasi. Warganet terbelah soal pencopotan masker Paspampres oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming. (Foto: LOIC VENANCE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wacana di media sosial Twitter terkait aksi pencopotan paksa masker anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka terbagi dalam dua kelompok besar.

Fokus perdebatannya adalah masalah kewibawaan militer dan tata krama sebagai pemimpin.

Diberitakan sebelumnya, anggota tim advance Paspampres yang menyiapkan kunjungan Presiden Jokowi ke Boyolali dan Sukoharjo, Hari Misbah, memukul seorang sopir truk di Simpang Empat Giri Mulyo, Manahan, Solo, Selasa (9/8).

Peristiwa itu bermula saat truk melaju karena lampu lalu lintas sudah berwarna hijau. Dari sisi lain, melintas mobil yang dinaiki Hari dkk. yang menerobos lampu merah. Tabrakan pun tak terelakkan. Kedua kendaraan tersebut mengalami kerusakan.

Beberapa penumpang, yang diketahui sebagai anggota Paspampres, keluar. Sopir pun terkena pukulan dan SIM-nya diambil.

Mendengar kabar itu, Gibran mencari Misbah dan perusahaan rental mobil untuk dimediasi di Balai Kota Solo, Jumat (12/8). Ia pun menilai perbuatan Hari mempermalukan keluarga Presiden Jokowi.

Saat Misbah menyampaikan permintaan maaf di hadapan wartawan, Gibran tampak menarik kasar masker Misbah dan melemparnya ke lantai.

"Masalahnya si Gibran kan punya jabatan ya di sana, jadi tetep aja gak etis. Gimanapun harus bisa ngontrol emosi," akun @hantsutomo mengomentari insiden itu.

Senada, akun @feri_ulakan menilai aksi pencopotan masker itu mencerminkan ketidakpahamannya atas hukum.

"Cara yang kau mencopot masker memperlihatkan kau oramg nggak paham aturan.Kau itu walikota kalau ada yang salah secara hukum kau lapor polisi,kalau salah etika kau nasehatin," cetusnya.

Akun @rudisarupa menilai cara Gibran itu "kurang sopan". "Marah boleh, tapi ingat mereka itu tentara loh, harus tetap di jaga wibawanya," ucap dia.

Di pihak lain, akun @shirokichan_ mengatakan anggota Paspampres itu mestinya yang berpikir soal masalah kewibawaan satuannya, bukan malah Gibran.

"Terus kenapa kalo tentara? Harus lebih istimewa gitu? Tentara diberi tugas untuk melindungi rakyat dan bangsanya bukan memukuli rakyat," kicaunya.

Sejalan, akun @TvBlora menilai anggota TNI yang arogan mestinya mendapat sanksi lebih berat dari sekadar pencopotan masker di depan umum.

"Tentara klo arogan mukulin warga gak bersalah ya mending dipecat aja..... Baru di lepas masker aja kok ribut... Coba klo gantian dipukul? Mikirlah sikit pak," ujar dia.

Akun @Lily_Lovely7 pun menyindir tentara itu sambil menyebut, "Wibawa?? Emang pas mukul dia msh punya wibawa?? Ky preman iya".

Merespons wacana di media sosial itu, Gibran mengaku pencopotan masker itu dilakukan karena tindakan Hari.

"Dia sudah memukuli warga saya," ujar dia di akun @gibran_tweet, Jumat (12/8), "Justru wibawa korban yg harus saya jaga".

(tim/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER