Netizen Riuh soal Korupsi Bansos: Banjir di Kantong Penjahat

jps, CNN Indonesia | Senin, 21/12/2020 13:03 WIB
Nama putra Jokowi, Gibran Rakabuming dikaitkan dengan kasus korupsi dana bansos yang melibatkan politikus PDIP Juliari Peter Batubara. Korupsi bansos yang libatkan menteri asal PDIP ramai dibicarakan di medsos. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perbincangan mengenai bantuan sosial alias bansos kembali populer di media sosial Twitter. Hal itu terjadi setelah putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming dikaitkan dengan kasus korupsi dana bansos yang melibatkan politikus PDIP Juliari Peter Batubara.

Perbincangan mengenai korupsi bansos yang melibatkan Gibran dan eks Menteri Sosial itu sudah tembus lebih dari 60 ribu kali hingga Senin (21/12), pukul 12.00 WIB.

Salah satu akun yang membicarakan bansos adalah @nasirtlp. Dia menyebut harinya terganggu dengan korupsi bansos.


"Monday ceriaku terganggu sama oligarki dan korupsi bansos. Aduh mamaeee," kicau @nasirtlp.

Sedangkan @EwinkGanden menyampaikan dana hasil kurupsi bansos tidak hanya dinikmati segelintir orang. Dia menyebut dana yang semestinya untuk kepentingan rakyat masuk ke kantong penjahat.

"Korupsi dana bansos mengalir sampai jauh. Banjir di kantung penjahat, kering di kantung rakyat," kicau @EwinkGanden.

Adapun akun @anwicaksana berharap KPK berani mengusut tntas kasus korupsi bansos. Namun, dia tidak secara spesifik menyebut siapa aktor yang perlu disikat oleh KPK.

"Diperlukan keberanian KPK untuk mengusut tuntas korupsi bansos yg melibatkan .....," kicau @anwicaksana.

Di sisi lain, akun @Sijo_su menyarankan dana bansos diberikan secara tunai. Sebab, cara itu lebih efektif mencegah korupsi.

"Bansos dr pemerintah mmg sebaiknya duit tunai, kalau berupa sembako pasti nilainya susut buanyak dibanding dgn angka nominalnya, penerima adanya cuma pasrah-srah...," ujar @Sijo_su.


Diberitakan Majalah Tempo sebelumnya, sejumlah pejabat hingga para calon kepala daerah yang diusung partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu diduga ikut menerima aliran dana dari perkara dugaan suap bansosCovid-19 yang membelit MensosnonaktifJuliari.

Aliran duit bahkan disebut diterima oleh seorang ketua komisi di DPR RI hingga pejabat di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Program bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19 tersebut diduga dirancang untuk menjadi proyek bancakan.

Selain itu, Juliari juga disebut secara khusus ditengarai membentuk tim khusus untuk memilih vendor atau perusahaan penyedia paket bahan pokok, penyedia goodie bag, hingga jasa pengiriman bantuan sampai ke kelompok penerima manfaat.

Tercatat ada enam perusahaan yang diduga menerima proyek penyaluran bansos dari Kemensos. Selama beberapa bulan terakhir, mereka mendapat jutaan proyek paket bansos dengan nilai anggaran rata-rata di atas Rp300 miliar.

PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex adalah satu dari enam perusahaan yang ditunjuk Kemensos menggarap proyek pembuatan tas kain untuk penyaluran bansos. Padahal, semula, proyek ini dijanjikan kepada perusahaan kecil dan menengah.

Disebutkan, nama Sritex muncul setelah mendapat rekeomendasi dari anak Presiden Joko Widodo yang maju di Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Namun Gibran membantah dengan tegas bahwa dirinya terlibat dalam korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19. Menurutnya, tudingan tersebut tak berdasar lantaran ia belum pernah bertemu dengan eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara.

"Itu enggak benar itu. Saya itu tidak pernah merekomendasikan atau memerintah atau ikut campur dalam urusan bansos ini. Itu berita yang tidak benar," katanya usai menyalurkan bantuan asupan gizi kepada warga RT 01 RW 02, Kelurahan Banyuagung, Kecamatan Banjarsari, Senin (21/12).

(jps/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK