H-5 ASO Tahap 2, STB Gratis Belum Jangkau Separuh Warga Miskin DKI

CNN Indonesia
Sabtu, 20 Agu 2022 09:46 WIB
Baru 40 persen warga miskin DKI yang mendapat STB gratis saat alih siar dari TV analog ke TV digital akan dilakukan pada 25 Agustus. Ilustrasi. Penyaluran set top box (STB) bagi warga miskin belum 100 persen. (Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Baru 40 persen warga Jakarta berkategori tak mampu yang sudah mendapatkan Set Top Box (STB) gratis. Padahal, DKI bersiap mematikan siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO) pada 25 Agustus.

"Menurut data kami ini kira-kira baru 40 persenan dan belum termasuk warga kami yang di Kepulauan Seribu [yang dapat STB gratis]," ujar Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali, dalam diskusi jelang ASO Jabodetabek, Jumat (19/8).

STB merupakan perangkat yang mesti disambungkan ke TV analog agar dapat mendapatkan siaran TV digital.

Sebagai informasi, DKI Jakarta masuk dalam tahap II ASO, yang dijadwalkan pada 25 Agustus 2022. Namun, seiring kondisi di lapangan, Kemenkominfo memutuskan tak lagi pakai tahapan ASO, melainkan diubah menjadi skema multiple.

Multiple ASO merupakan peralihan ke siaran TV digital, yang didasarkan pada kesiapan setiap wilayah. Namun, suntik mati TV analog diklaim akan tetap berlangsung serempak pada 2 November 2022.

Berdasarkan data Pemprov DKI, calon penerima bantuan STB ada 123.888 rumah tangga miskin. Namun saat ini baru ada 50.059 warga DKI Jakarta saja yang baru menerima STB dari penyelenggara multipleksing (stasiun TV yang bersiaran digital) dan pemerintah.

"Saat ini penerima bantuan STB yang dialokasikan untuk Pemprov DKI Jakarta sejumlah 50.059 rumah tangga jadi ini kurang dari separuhnya," ujar Marullah.

Terpisah, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Ismail mengatakan saat ini distribusi STB untuk masyarakat miskin di Indonesia masih harus menunggu data per wilayah.

Setelah data tersebut disetor kepada Kemenkominfo, distribusi STB itu kemudian akan dilakukan agar tepat sasaran.

Hal itu lantaran data penerima STB gratis mulanya mengacu pada Data Terpadu Kesejahteran Sosial (DTKS) Kementerian Sosial Republik Indonesia, dan kini setiap daerah dicocokkan datanya agar penerima STB gratis sesuai kriteria.

"Lagi kumpul dari para Bupati, walikota, tiap hari kita terima kan diupdate tuh data DTKS dirapihkan. Sekarang datanya bottom-up dari para pemda-pemda," ujar Ismail kepada wartawan, Jumat (19/8).

Namun saat ini pemerintah dan grup TV swasta, kata Ismail, bakal memfokuskan bagi-bagi STB itu di wilayah Jabodetabek.

"Kita tunggu aja komitmenya sih yang sekarang selesaikan Jabodetabek dulu. Kita bersama-sama itu tv swasta sama pemerintah," ujar dia.

(can/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER