2 Cara Cek Sukses atau Tidak Misi Pesawat NASA Tabrak Asteroid

CNN Indonesia
Selasa, 27 Sep 2022 10:35 WIB
Dampak tabrakan wahana DART milik NASA dengan asteroid Dimorphos, dalam rangka mengetes senjata pertahanan Bumi, belum bisa dilihat seketika. Asteroid Dimorphos sesaat sebelum tumbukan. (Foto: NASA/Johns Hopkins APL/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah 10 bulan di luar angkasa, wahana Uji Pengalihan Asteroid Ganda (DART) milik lembaga penerbangan dan antariksa AS (NASA) menabrakkan diri ke target asteroid Dimorphos Selasa (27/9) dini hari WIB. Bagaimana cara cek dampaknya?

Tes ini sendiri merupakan usaha pertama NASA untuk mengalihkan jalur asteroid di luar angkasa. Tujuannya, pertahanan Bumi dari asteroid-asteroid yang potensial menyerang planet ini.

"Pada intinya, DART mewakili keberhasilan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk pertahanan planet, tetapi juga merupakan misi persatuan dengan manfaat nyata bagi seluruh umat manusia," kata Direktur NASA Bill Nelson, dikutip dari situs resminya.

"Saat NASA mempelajari kosmos dan planet yang jadi rumah kita, kita juga bekerja untuk melindungi rumah ini, dan kolaborasi internasional ini mengubah fiksi ilmiah menjadi fakta ilmiah, menunjukkan satu cara untuk melindungi Bumi," imbuh dia.

DART sendiri menargetkan asteroid moonlet Dimorphos, sebuah benda angkasa kecil dengan diameter 530 kaki (160 meter). Ia mengorbit asteroid yang lebih besar, Didymos, yang memiliki ukuran 2.560 kaki (780 meter).

Terlepas dari itu, apakah kita bisa tahu bahwa uji tabrak itu berhasil?

1. Periode gerhana

Dikutip dari Space, asteroid biner itu, Didymos-Dimorphos, tampak seperti satu titik cahaya kecil di tengah langit bertabur bintang jika diamati dari Bumi.

Titik tersebut secara berkala menjadi terang dan redup saat asteroid Dimorphos bergerak di sekitar Didymos yang lebih besar bak gerhana sementara.

Dari frekuensi penurunan kecerahan inilah, para astronom berhasil menetapkan secara akurat periode orbit Dimorphos (11 jam 55 menit) dan berapa banyak orbit Dimorphos akan berubah setelah dampak hantaman DART.

Sebagai efek tumbukan, asteroid kecil itu diperkirakan akan terdorong lebih dekat ke Didymos, yang mempercepat periode orbitnya hingga beberapa menit.

Namun demikian, tidak ada yang tahu kapan tepatnya percepatan ini dan pemendekan orbit berikutnya dapat diamati.

"Ini semacam Anda merusak jam tangan dan mulai berjalan sedikit cepat," ujar Tom Statler, ilmuwan program DART di Kantor Koordinasi Pertahanan Planet NASA, dalam konferensi pers Badan Antariksa Eropa (ESA), 15 September.

"Anda mungkin tidak menyadarinya dalam satu atau dua hari pertama. Setelah beberapa minggu, Anda akan mulai sadar [jam] itu tidak lagi menunjukkan waktu dengan tepat," sambung dia.

Hal ini juga terkait dengan sedikitnya informasi yang didapat ilmuwan misi DART tentang Dimorphos. Efektivitas dampak tabrakan ini akan sangat bergantung pada sifat-sifat Dimorphos yang belum diketahui, misalnya, kerapatan dan struktur internal asteroi.

Bahwa, apakah asteroid itu adalah sepotong batu padat tunggal atau kumpulan batu-batu besar, pasir dan kerikil yang terikat secara longgar oleh gravitasi.

Agar misinya dianggap berhasil, DART harus memangkas 73 detik periode orbit Dimorphos. Namun, beberapa ilmuwan menganggap hasilnya mungkin lebih seperti 10 menit.

"Teleskop akan mengamati waktu gerhana ketika Dimorphos berjalan di depan Didymos, seperti yang kita lihat dari Bumi," kata Statler.

"Dalam beberapa hari atau minggu, kita akan melihat bahwa [periode gerhana] itu mulai terjadi di luar jadwal. Saya pribadi akan terkejut jika sebulan berlalu dan kami tidak memiliki deteksi yang jelas tentang perubahan itu. Tapi kami tidak bisa mengatakan dengan tepat."

2. Tingkat kecerahan

Untuk memastikannya, teleskop yang ada di darat juga akan mengamati dan mengukur tingkat kecerahan pasca-tabrakan DART. Materi ini akan membuat semacam ekor komet sementara yang dapat membantu para astronom menentukan beberapa sifat Dimorphos.

"Semakin banyak material yang dikeluarkan dari asteroid, semakin besar jumlah material yang tersedia untuk memantulkan cahaya matahari, sehingga kecerahan di langit akan semakin meningkat," kata Dora Föhring, astronom di Near-Earth Object Coordination Center Badan Antariksa Eropa (ESA).

"Ini adalah pertama kalinya sesuatu seperti ini pernah diuji, sehingga sulit untuk memprediksi seberapa banyak materi yang akan dilepaskan oleh dampak. Perkiraan saat ini menunjukkan bahwa kecerahannya akan meningkat sekitar magnitudo, tetapi dalam skenario paling ekstrem ini bisa terjadi menjadi empat."

(tim/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER